
Berkarier di National Geographic Indonesia, Alumni Jurnalistik UMN Sebut Kuliah Jadi Kunci Sukses
Juni 8, 2026
Aksi Nyata Mahasiswa UMN Transformasi Pasar Papringan Jadi Destinasi Ramah Pengunjung
Juni 8, 2026Dosen UMN Dipercaya Isi Posisi Strategis di Kepengurusan Nasional ASPRODI DKV Indonesia 2026-2030

Dosen UMN yang dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan nasional Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV Indonesia), yaitu Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds. (paling kiri), Dr. Lala Palupi Santyaputri, S.Sn., M.Si. (lima dari kiri), dan Dr. Sn. Yusup S. Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech. (enam dari kiri) dalam kegiatan Silaturahmi Nasional & Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada 21 Mei 2026.

Dosen UMN yang dipercaya menjadi bagian dari kepengurusan nasional Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV Indonesia), yaitu Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds. (paling kiri), Dr. Lala Palupi Santyaputri, S.Sn., M.Si. (lima dari kiri), dan Dr. Sn. Yusup S. Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech. (enam dari kiri) dalam kegiatan Silaturahmi Nasional & Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada 21 Mei 2026.
TANGERANG – Tiga dosen Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dipercaya mengemban posisi dalam kepengurusan nasional Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (ASPRODI DKV Indonesia) periode 2026-2030. Keterlibatan tersebut dinilai membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi, industri, organisasi profesi, dan pemerintah dalam pengembangan pendidikan DKV di Indonesia.
Pelantikan pengurus ASPRODI DKV Indonesia dilakukan oleh Ketua Umum ASPRODI DKV Indonesia Dr. Intan Rizky Mutiaz, M.Ds. bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar dalam Silaturahmi Nasional & Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada 21 Mei 2026.
Dalam kepengurusan nasional tersebut, dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UMN, Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds., dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum. Sementara itu, Dr. Sn. Yusup S. Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech. mengemban tanggung jawab pada Sub Bidang Penelitian. Dari Program Magister Desain UMN, Dr. Lala Palupi Santyaputri, S.Sn., M.Si. dipercaya sebagai Bendahara Umum.
“Bagi UMN hal tersebut jelas menjadi bentuk nyata pengakuan di tingkat nasional terhadap kompetensi dan kualitas Program Studi DKV UMN dan kepercayaan terhadap peran civitas akademik UMN yang mampu bersaing dan dipercaya perannya oleh masyarakat sesuai bidangnya,” ungkap Rizaldi selaku dosen DKV UMN yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi DKV UMN periode 2017-2022.
Melalui kepengurusan nasional ini, peluang kolaborasi antarkampus dinilai akan semakin terbuka. ASPRODI DKV Indonesia memiliki anggota sekitar 100 program studi DKV dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Selain itu, asosiasi tersebut juga menjalin kerja sama dengan berbagai organisasi profesi, industri, pemerintah, serta asosiasi program studi lain yang relevan.
Jejaring yang luas tersebut berpotensi mendorong lahirnya berbagai kerja sama strategis, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri kreatif. Kehadiran dosen UMN dalam kepengurusan nasional juga dapat memperkuat posisi kampus dalam berbagai forum akademik dan profesional di bidang desain.
Di tengah perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis, kolaborasi lintas institusi menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat kualitas pendidikan desain dan menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Dosen DKV UMN sekaligus Koordinator Sub Bidang Penelitian ASPRODI DKV Indonesia, Dr. Sn. Yusup S. Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech., saat menyampaikan paparan dalam forum Silaturahmi Nasional & Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada 21 Mei 2026.
Nuswantoro, Semarang, pada 21 Mei 2026.
Salah satu kontribusi yang dinilai dapat diberikan UMN melalui forum nasional tersebut adalah pada bidang penelitian. Menurut Rizaldi, kekuatan UMN tidak hanya terletak pada kedekatannya dengan perkembangan industri kreatif dan teknologi digital, tetapi juga pada kualitas riset yang dimiliki para dosennya.
Hal tersebut tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepada Dr. Sn. Yusup S. Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech. untuk mengoordinasikan Sub Bidang Penelitian dalam kepengurusan ASPRODI DKV Indonesia. Rekam jejak dan kepakaran yang dimiliki dinilai menjadi modal penting dalam mendorong penguatan riset desain di tingkat nasional.
Penguatan riset menjadi salah satu aspek yang semakin penting di tengah kebutuhan untuk meningkatkan daya saing pendidikan DKV Indonesia, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
“Beberapa potensi terbaik adalah di bidang penelitian, salah satu dosen DKV UMN yang mengkoordinasi Sub Bidang Penelitian di asosiasi program studi DKV adalah Dr. Sn. Yusup S. Martyastiadi, S.T., M.Inf.Tech., beliau memiliki kepakaran dan rekam jejak di bidang penelitian desain yang dipercaya peran dan kualitasnya oleh pemerintah dan asosiasi terkait secara nasional maupun internasional,” kata Rizaldi.
Pengakuan terhadap kompetensi sivitas akademika UMN juga sejalan dengan capaian institusi di bidang seni dan desain. Fakultas Seni dan Desain UMN yang meliputi Desain Komunikasi Visual (DKV), Film & Animasi, dan Arsitektur telah meraih QS World University Rankings by Subject: Art and Design pada posisi 151–200 di dunia, tiga nasional, dan satu di Jabodetabek.
Lebih lanjut, Rizaldi pun mengatakan kontribusi UMN terhadap pengembangan pendidikan seni dan desain tidak semata-mata tercermin dari peringkat yang diraih. Dampak nyata kepada masyarakat, rekognisi publik terhadap kompetensi sivitas akademika, serta keterlibatan dalam berbagai peran profesional dan strategis menjadi indikator penting lainnya.
Ia menilai bahwa kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai prestasi, kolaborasi industri, riset, program magang, pengabdian kepada masyarakat, hingga keterlibatan dosen sebagai pengurus asosiasi, juri kompetisi, maupun tenaga ahli di berbagai sektor.
“Kontribusi UMN terkait pengembangan pendidikan seni dan desain di tingkat nasional masih terus akan berjalan, terbuka sangat luas, dan berkelanjutan. Ini seharusnya tidak hanya terlihat dengan ranking dan peringkat, namun bisa dirasakan dan berdampak nyata di masyarakat hingga lingkup nasional dengan adanya peran dan kepercayaan publik terhadap kompetensi dan keunggulan sivitas akademik UMN dalam bidang seni dan desain melalui prestasi dan penghargaan dari karya-karya seni dan desain yang berkompetisi baik dalam dan luar negeri,” jelas Rizaldi.
Rizaldi turut menilai keterlibatan dosen UMN dalam kepengurusan nasional tersebut dapat membuka berbagai peluang bagi mahasiswa. Salah satunya melalui perluasan jejaring akademik dan kemahasiswaan di tingkat regional maupun nasional.
Mahasiswa berpeluang terlibat dalam berbagai kegiatan kolaboratif, mulai dari kegiatan kemahasiswaan bidang seni dan desain, pertukaran mahasiswa, kelas kolaborasi antarkampus, hingga riset bersama yang melibatkan dosen dari berbagai universitas. Kesempatan tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar sekaligus memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan dunia desain.
Selain itu, keterhubungan yang lebih kuat dengan berbagai institusi pendidikan dan pemangku kepentingan juga dapat membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif masa depan.
“Mahasiswa akan memiliki jejaring yang luas melalui kegiatan kemahasiswaan di bidang seni dan desain di tingkat nasional, seperti Ultigraph, KMDGI atau yang relevan. Lalu, adanya aktivitas kolaborasi akademik antaruniversitas di tingkat regional maupun nasional, dan juga memungkinkan adanya pertukaran mahasiswa atau kelas kolaborasi yang berbasis MoU antar universitas, termasuk kemungkinan terlibat riset kolaboratif dengan dosen antar universitas,” ujar Rizaldi..
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), media interaktif, dan industri kreatif digital, Rizaldi menilai tantangan utama pendidikan DKV bukan terletak pada teknologinya itu sendiri. Menurutnya, perkembangan teknologi justru dapat memperkuat ekosistem dan konten pendidikan DKV di Indonesia.
Tantangan yang lebih penting adalah bagaimana membangun kepakaran melalui riset dan karya DKV yang memiliki daya saing serta mampu memberikan dampak terhadap penguatan subsektor ekonomi kreatif nasional. Pengakuan terhadap kualitas riset dan kepakaran tersebut diyakini akan membuka peluang rekognisi dan kolaborasi internasional yang lebih luas.

Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds., yang dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum ASPRODI DKV Indonesia menyampaikan paparan di Silaturahmi Nasional & Rakornas ASPRODI DKV Indonesia 2026 di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang, pada 21 Mei 2026.
Melalui perannya sebagai Wakil Ketua Umum ASPRODI DKV Indonesia, Rizaldi bersama rekan-rekan dosen lainnya ingin mendorong terbentuknya ekosistem yang mampu melahirkan kepakaran keilmuan DKV yang diakui secara nasional maupun internasional.
“Kontribusi kami dalam menjawab tantangan tersebut melalui peran di pengurusan nasional yang sesuai mandat dari Ketua Umum, salah satunya adalah membentuk ekosistem dan dorongan terhadap munculnya kepakaran keilmuan DKV yang diakui secara nasional dan internasional dengan menyusun koridor payung riset DKV Indonesia yang strategis, kolaboratif, dan berdampak,” jelas Rizaldi.
Rizaldi, yang saat ini tengah menempuh studi Ph.D. in Arts and Design di Faculty of Art and Design, Universiti Teknologi MARA, Malaysia, berharap ASPRODI DKV Indonesia dapat memainkan peran yang semakin signifikan dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan DKV di Indonesia.
“Harapan utamanya adalah asosiasi program studi DKV Indonesia punya peran yang signifikan dalam akselerasi peningkatan kualitas pendidikan DKV di Indonesia untuk menjadi unggul dan berdampak dalam mendukung kontribusi peran nyata DKV di masyarakat sebagai salah satu sub sektor ekonomi kreatif di Indonesia,” tutup Rizaldi.
By Melinda Chang| UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



