
140 Mahasiswa dari 13 Negara Ikuti UMN Sustainability Immersion Program 2026
Juli 20, 2026
Mahasiswa Catat! Kenapa Semua Industri Mulai Butuh Skill Data Analytics?
Juli 23, 2026
Foto bersama peserta UMN SIP 2026 (Dok. UMN)
Tangerang, (22/07/2026) – UMN Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 tidak sekadar mengajarkan mahasiswa mengenai keberlanjutan. Lebih dari itu, program ini mengajak peserta memahami bahwa keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga lingkungan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dan pemahaman lintas perspektif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Para peserta UMN SIP 2026, mengikuti rangkaian pembelajaran dan praktik yang diberikan langsung oleh para dosen UMN dari Fakultas Ilmu Komunikasi, Fakultas Teknik dan Informatika, Fakultas Seni dan Desain, serta Fakultas Bisnis. Selain itu, para mahasiswa juga mendapatkan pemaparan materi dari Skystar Ventures dan Sustainability Centre UMN.
“Saya belajar bahwa untuk mencapai keberlanjutan, kita harus mengidentifikasi akar penyebab dari suatu permasalahan secara konkret. Satu permasalahan dapat memiliki berbagai aspek dan disebabkan oleh berbagai faktor. Oleh karena itu, jika kita tidak memahami permasalahan dan akar penyebabnya secara spesifik, akan sulit untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan karena kita tidak benar-benar memahami bagaimana permasalahan tersebut terjadi”, jelas Yunhye Cho, mahasiswa dari CHA University, Korea Selatan.
Yunhye juga menceritakan pengalamannya berdiskusi dan berkolaborasi bersama mahasiswa dari berbagai negara untuk membandingkan peringkat Sustainable Development Goals (SDGs) masing-masing negara. Baginya, kesempatan untuk memahami isu keberlanjutan dari berbagai perspektif negara merupakan pengalaman yang menarik sekaligus langka dan berharga.

Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh peserta UMN SIP 2026 di Kampus UMN (Dok. UMN)
“Saya mendapatkan berbagai pengetahuan baru yang saya rasa penting untuk diketahui para mahasiswa, terutama mengenai bagaimana setiap negara di dunia memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, bagi saya, hal terpenting yang harus dimiliki suatu negara adalah pendidikan yang berkualitas. Pendidikan menjadi salah satu fondasi bagi suatu negara untuk berkembang dan mendukung berbagai aspek kehidupan”, ucap Koji Lim Zhen Hoeng, mahasiswa dari National University of Singapore, Singapura.
Selain itu, Koji juga membagikan salah satu hal penting yang didapatkan selama mengikuti pembelajaran di UMN, yakni nilai kebersamaan. Melalui berbagai pembelajaran dan workshop, Ia merasakan pentingnya kolaborasi dan membangun kedekatan antarmahasiswa. Baginya, pengalaman selama program tidak hanya menjadi kesempatan untuk memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga membangun koneksi dan memperluas perspektif melalui interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Melalui rangkaian kegiatan ini, UMN SIP 2026 tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa mengenai keberlanjutan, tetapi juga mendorong pengembangan green skills dan human skills melalui proses diskusi dan kolaborasi, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dalam memahami berbagai isu keberlanjutan dari perspektif yang beragam.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



