
Dari Kehangatan Kelas hingga Pengalaman Akademik Lintas Negara, Ini Cerita Pertukaran Mahasiswa UMN
Juni 19, 2026Tembus Top 3 Nasional! Mahasiswa Akuntansi UMN Tunjukkan Kolaborasi dan Ketajaman Analisis di Accounting Festival 2026

Mahasiswa Program Studi Akuntansi UMN, Cordelie Kesita Tecia (kiri kedua), Vania Gita Gunawan (kiri ketiga), dan Hieronimus Daniel berhasil (paling kanan) meraih Juara 3 pada “Accounting Festival 2026” tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara (UNTAR).

Mahasiswa Program Studi Akuntansi UMN, Cordelie Kesita Tecia (kiri kedua), Vania Gita Gunawan (kiri ketiga), dan Hieronimus Daniel berhasil (paling kanan) meraih Juara 3 pada “Accounting Festival 2026” tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara (UNTAR).
TANGERANG – Program Studi Akuntansi Universitas Multimedia Nusantara kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui capaian tim mahasiswa yang meraih posisi 3rd Place Winner dalam “Accounting Festival 2026” yang diselenggarakan Universitas Tarumanagara (UNTAR) pada 26 Mei 2026. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, menjadikannya salah satu ajang dengan tingkat kompetisi yang ketat di bidang akuntansi.
Sejak tahap awal, peserta dihadapkan pada rangkaian seleksi yang berlapis, mulai dari penyisihan berbasis soal akuntansi, semifinal berupa studi kasus dan pembuatan paper, hingga babak final yang menggabungkan berbagai tantangan berbasis strategi, kecepatan, dan ketepatan analisis. Format ini membuat kompetisi tidak hanya menguji pemahaman teori, tetapi juga kemampuan berpikir kritis dalam kondisi tekanan waktu.
Tim UMN terdiri dari mahasiswa Akuntansi UMN angkatan 2023, yaitu Hieronimus Daniel, Vania Gita Gunawan, dan Cordelie Kesita Tecia. Salah satu perwakilan tim, Hieronimus, menjelaskan bahwa struktur kompetisi menjadi salah satu hal yang membedakan Accounting Festival 2026 dari lomba akuntansi lainnya.
“‘Accounting Festival 2026’ merupakan kompetisi akuntansi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara. Kompetisinya terdiri dari beberapa tahap, mulai dari babak penyisihan yang berisi soal-soal akuntansi, kemudian semifinal berupa penyelesaian studi kasus dan pembuatan paper, hingga babak final yang terdiri dari berbagai tantangan seperti Accounting Escape Challenge, Accounting Quiz, dan Accounting Auction,” jelas Hieronimus.
Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam kompetisi ini terletak pada kemampuan mengaplikasikan pengetahuan akuntansi dalam waktu terbatas, sekaligus menjaga kekompakan tim dalam pengambilan keputusan.
“Pembagian tanggung jawab dan kesadaran untuk saling menyesuaikan kekurangan masing-masing adalah kunci dari tim kami,” jelas Hieronimus.
Dibandingkan kompetisi akuntansi pada umumnya, “Accounting Festival 2026” menghadirkan format yang lebih variatif dengan kombinasi soal, studi kasus, dan tantangan berbasis strategi. Salah satu yang paling menonjol, kata Hieronimus, adalah sesi Accounting Auction pada babak final yang menuntut peserta mengambil keputusan berbasis risiko.
Sebagai kompetisi tingkat nasional, “Accounting Festival 2026” mempertemukan mahasiswa dari berbagai kampus ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, BINUS, Universitas Gadjah Mada, hingga PKN STAN, sehingga menciptakan persaingan yang sangat kompetitif sejak awal.
Menjelang kompetisi, tim melakukan persiapan secara sistematis dengan membagi fokus pembelajaran sesuai kekuatan masing-masing anggota. Materi yang dipelajari mencakup berbagai bidang, seperti PSAK, audit, pajak, hingga akuntansi manajemen, yang kemudian diperkuat dengan latihan soal dan simulasi studi kasus dalam batas waktu tertentu.
“Persiapan kami dimulai dengan membagi materi yang perlu dipelajari, kemudian melakukan review kembali berbagai topik akuntansi yang sering muncul dalam kompetisi, seperti akuntansi keuangan, audit, perpajakan, PSAK, dan akuntansi manajemen. Selain itu, kami juga berlatih mengerjakan soal-soal kompetisi tahun sebelumnya dan berdiskusi mengenai pendekatan yang dapat digunakan dalam menyelesaikan studi kasus. Menjelang final, kami lebih banyak melakukan simulasi diskusi dan latihan menjawab soal dalam kondisi yang dibatasi waktu,” jelas Hieronimus.
Pembagian peran juga menjadi faktor penting dalam efektivitas tim. Setiap anggota memiliki fokus keahlian berbeda, namun seluruh keputusan tetap diambil melalui diskusi bersama untuk memastikan hasil yang paling optimal. Hieronimus mengatakan komunikasi yang terbuka dan saling percaya menjadi kunci utama selama kompetisi berlangsung. Selain itu, ia mengungkapkan juga dibutuhkan strategi yang tepat dalam menangani tiap bagian dari kompetisinya, bagaimana meraih dan mempertahankan posisi.
Dari sisi kompetensi, tim menilai bahwa kemampuan analisis, kecepatan berpikir, dan pengambilan strategi menjadi aspek yang paling banyak diuji dalam kompetisi ini.
“Tidak cukup hanya mengetahui teori atau standar akuntansi, tetapi seluruh peserta dari lomba ini juga harus mampu berpikir secara cepat dan memahami pertanyaan dari soal. Menentukan strategi untuk menanggapi tindakan tim lain pun juga merupakan strategi dari kami. Selain itu, kemampuan bekerja di bawah tekanan dan mengatur strategi juga sangat menentukan hasil akhir kompetisi. Kecepatan dalam menanggapi dan menjawab soal sangat diuji dalam lomba ini,” kata Hieronimus.
Menurut Hieronimus, dukungan akademik dari Prodi Akuntansi UMN pun menjadi faktor penting dalam pencapaian ini. Pembelajaran yang menggabungkan teori, studi kasus, dan diskusi kelas dinilai membantu mahasiswa membangun kemampuan analitis dan manajemen waktu.
“Pembelajaran di Prodi Akuntansi UMN sangat membantu kami, terutama dalam membangun dasar pemahaman yang kuat terkait konsep-konsep akuntansi dan kemampuan berpikir kritis. Selama perkuliahan, kami tidak hanya belajar mengenai teori, tetapi juga sering diberikan studi kasus dan tugas yang melatih kemampuan analisis soal secara cepat juga,” ujar Hieronimus.
Dosen pembimbing tim sekaligus dosen di Prodi Akuntansi UMN, Patricia Diana, S.E., M.B.A., CPA., Cert SF, menilai bahwa capaian ini merupakan refleksi dari sistem pembelajaran Prodi Akuntansi UMN yang telah disusun sesuai kebutuhan industri sekaligus penguatan soft skill mahasiswa.
“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata program pembelajaran Prodi Akuntansi sepanjang mahasiswa kuliah di UMN karena kurikulum prodi sudah disusun sesuai dengan kebutuhan industri dan juga sesuai dengan ilmu akuntansi yang dibutuhkan. Tidak hanya terkait akademik, namun prestasi ini membuktikan bahwa prodi akun terus menciptakan soft skill bagi mahasiswa agar lengkap soft skill dan hard skill-nya,” kata Patricia.
Ia juga menyoroti kompetensi utama yang terlihat dari tim mahasiswa, mulai dari kemampuan akademik hingga kesiapan berkompetisi. Selain itu, Prodi Akuntansi UMN juga memberikan dukungan melalui kelas tutorial, komunikasi intensif antara dosen dan mahasiswa, serta program pelatihan bagi mahasiswa yang mengikuti kompetisi.
“Semua mata kuliah [di Prodi] Akuntansi UMN dilengkapi dengan kelas tutorial, komunikasi dosen dan mhasiswa yang selalu terjaga sehingga bisa mendorong kemauan mahasiswa dan proram pelatihan bagi mahasiswa yang bersedia ikut lomba,” kata Patricia.
Bagi tim mahasiswa, pencapaian ini tidak hanya dimaknai sebagai kemenangan, tetapi juga sebagai proses pembelajaran yang memperkuat kemampuan kerja sama, ketenangan dalam tekanan, dan keberanian dalam mengambil keputusan. Mereka menilai pengalaman ini menjadi langkah awal untuk menghadapi tantangan akademik dan profesional yang lebih besar di masa depan.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



