
UMN International Week 2026: Merayakan Budaya, Membuka Perspektif Dunia
September 29, 2026
Foto bersama jajaran rektorat dan dekanat UMN bersama jajaran BKSAP DPR RI dalam kunjungan ke Kampus UMN (Dok. CorCom UMN)
Tangerang, (28/09/2026) – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menerima kunjungan Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI dalam rangka kunjungan kerja terkait perkembangan dan implementasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), Kunjungan ini menjadi ruang diskusi mengenai pemanfaatan AI, termasuk kebutuhan regulasi serta dampaknya terhadap berbagai sektor di Indonesia.
Perkembangan AI menjadi salah satu isu strategis yang turut dibahas dalam berbagai forum internasional. Dalam diskusi tersebut, BKSAP DPR RI membahas bagaimana perkembangan teknologi dapat terus diterima dan dimanfaatkan masyarakat, dengan tetap diiringi regulasi yang tepat untuk mengantisipasi berbagai dampak negatif, seperti deepfake dan isu privasi data. Diskusi diikuti oleh Ketua Panitia Kerja Sama, Bramantyo Suwondo, M.IR., bersama jajaran anggota BKSAP DPR RI.

Bramantyo dalam pemaparan materi dan diskusi bersama UMN (Dok. CorCom UMN)
“Regulasi perkembangan AI saat ini menjadi isu strategis dunia, ini kerap kita temukan dalam forum internasional. Indonesia sendiri perlu melihat bagaimana kita bisa terus menerima perkembangan teknologi yang ada bersamaan dengan regulasi yang tepat, mengingat perkembangan teknologi ini baik tetapi banyak juga dampak negatifnya seperti deepfake, data privacy, dan lainnya”, ujar Bramantyo dalam pembukaan diskusi.
Bramantyo juga menyoroti perkembangan AI yang turut membawa perubahan di dunia pendidikan, tidak hanya bagi siswa dan mahasiswa, tetapi juga pengajar. Menurutnya, AI dapat membuka berbagai lapangan kerja baru, sekaligus membawa perubahan bagi sejumlah industri.
“Kami tidak ingin masyarakat menghindari AI, namun sebaliknya bagaimana AI bisa membantu keseharian dan membuka berbagai peluang baru di masa depan. Melihat perkembangan AI ini sendiri, regulasi tidak bisa hanya dibahas bersama KOMDIGI (Kementerian Komunikasi dan Digital), tapi mencakup berbagai sektor di Indonesia, baik pendidikan, kesehatan, hingga perbankan”, tambahnya.
Bramantyo berharap diskusi ini dapat menjadi ruang bagi berbagai sektor, termasuk perguruan tinggi, untuk menyampaikan perspektif dan kebutuhan terkait implementasi AI. Menanggapi hal tersebut, Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran dalam memastikan perkembangan AI tetap berjalan dengan memperhatikan aspek etika dan integritas akademik.

Andrey dalam diskusi bersama BKSAP DPR RI (Dok. CorCom UMN)
“Bagi kami isu ini menjadi penting. Sejak tahun lalu UMN telah mengintegrasikan AI bersamaan dengan sustainability, baik dalam pembelajaran, riset, hingga tata kelola kampus. Utamanya AI, kami menyadari secara penuh bahwa perkembangan teknologi menjadi suatu hal yang tidak bisa lagi dihindari, termasuk juga di dunia pendidikan”, ungkap Andrey.
Andrey juga menyoroti pentingnya penerapan responsible AI di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, regulasi AI yang tepat tidak hanya diperlukan untuk menjaga ruang aman dan etis dalam perkembangan teknologi, tetapi juga dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat, inovator, dan industri.
“Bagi kami, isu ini menjadi tanggung jawab perguruan tinggi atas moral dan akademis. UMN hadir sebagai mitra strategis pemerintah, diskusi ini menjadi bukti kolaborasi triple helix antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Kami siap mendengar arahan legislatif dan terbuka terhadap berbagai kolaborasi lain nantinya yang diharapkan bisa berkelanjutan dan menjadi pondasi kokoh yang melahirkan generasi muda berdaya saing global”, ujar Andrey.
Dalam diskusi tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., turut menyampaikan penerapan AI yang telah dilakukan di seluruh program studi UMN. Menurut Friska, penerapan AI tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan teknologi kepada mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengasah kemampuan manusia (human skills).
“Hingga saat ini, kami masih terus mengembangkan bagaimana framework ini dapat diimplementasikan tidak hanya untuk mahasiswa saja, tapi juga pada dosen, hingga mengintegrasikan atau simulasi dengan berbagai sektor industri”, jelas Friska.
Diskusi turut dihadiri Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UMN, Dr. Eng. Niki Prastomo, S.T., M.Sc., serta Dekan Fakultas Seni dan Desain UMN, Muhammad Cahya Mulya Daulay, S.Sn., M.Ds. Sementara itu, delegasi BKSAP DPR RI yang hadir antara lain Irine Yusiana Roba Putri, S.Sos., M.Comn&MediaSt., Abraham Sridjaja, S.H., M.H., C.L.A., Surya Utama, S.I.P., dan Ruby Chairani Syiffadia, B.A. (Hons), M.Sc.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




