
Bumi Sedang Tidak Baik-Baik Saja, UMN ECO Ajak Mahasiswa Mulai Bergerak Lewat “Nirvana Roots”
Mei 28, 2026
Tim SENBOKICHI menerima penghargaan Juara 1 Indonesia Investment Banking Competition (IIBC) 2026 di Universitas Prasetiya Mulya. Dari kiri ke kanan: Nathanael Gudfried dari Binus, Fidel Mervin Effendi dari UMN, Nicholas Jonathan Hendraja dari Binus, dan perwakilan penyelenggara IIBC 2026. (dok. Fidel Mervin Effendi)
TANGERANG – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang Indonesia Investment Banking Competition (IIBC) 2026. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya di BSD pada 24 April 2026 tersebut, tim SENBOKICHI berhasil meraih Juara 1 setelah bersaing dengan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim SENBOKICHI terdiri atas Fidel Mervin Effendi dari Program Studi Manajemen UMN angkatan 2023, Nathanael Gudfried dari Program Studi Finance Universitas Bina Nusantara angkatan 2022, serta Nicholas Jonathan Hendraja dari Program Studi Accounting Universitas Bina Nusantara angkatan 2023. Kolaborasi lintas universitas tersebut berhasil membawa tim mereka unggul dalam kompetisi yang dikenal sebagai salah satu ajang paling bergengsi di bidang investment banking di Indonesia.
Indonesia Investment Banking Competition (IIBC) merupakan kompetisi yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dan menjadi salah satu tolok ukur kemampuan mahasiswa dalam bidang investment banking. Persaingan yang dihadapi pun tidak sederhana karena peserta berasal dari berbagai universitas negeri maupun swasta dengan latar belakang akademik dan pengalaman yang kuat di bidang keuangan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, IIBC diikuti oleh lebih dari 160 tim atau sekitar 480 peserta. Tidak sedikit peserta yang telah memiliki pengalaman profesional melalui program magang di perusahaan sekuritas, investment banking, maupun bidang capital market. Situasi tersebut menjadikan kompetisi berlangsung dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menyusun analisis mendalam terkait strategi merger dan akuisisi di sektor energi terbarukan. Tidak hanya dituntut memahami aspek keuangan, peserta juga harus mampu menganalisis kondisi industri, strategi perusahaan, hingga dinamika ekonomi makro yang memengaruhi keputusan bisnis.
“Hal tersebut membuat persaingan IIBC 2026 menjadi sangat tinggi,” ungkap Mervin sebagai perwakilan tim dari UMN.
Bagi Mervin, kemenangan yang diraih tim SENBOKICHI tidak hanya menjadi pencapaian dalam sebuah perlombaan. Ia melihat IIBC sebagai bentuk evaluasi terhadap proses pembelajaran dan perkembangan dirinya selama menekuni dunia kompetisi serta menjalani pengalaman magang di bidang investment banking.
Selama kurang lebih satu tahun terakhir, Mervin aktif mengikuti berbagai kompetisi di bidang keuangan. Pengalaman tersebut membentuk kemampuan analitis yang kemudian diterapkan secara langsung dalam penyelesaian kasus yang diberikan pada IIBC 2026. Ia juga menilai kemenangan ini menjadi bentuk pembuktian bahwa mahasiswa UMN mampu bersaing dalam kompetisi finansial tingkat nasional.
“Aku juga bangga membawa nama UMN dalam meraih Juara 1 di IIBC 2026, sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh UMN mulai dari awal saya pertama kali mengikuti kompetisi hingga saat ini, dan juga membuktikan bahwa mahasiswa UMN juga dapat bersaing dalam ranah finance, terutama investment baking competition,” kata Mervin.
Keberhasilan tim SENBOKICHI juga lahir dari proses kolaborasi yang kuat antaranggota. Meskipun berasal dari universitas yang berbeda, mereka memiliki visi yang sama sejak awal, yaitu menargetkan kemenangan dalam kompetisi tersebut.
Proses pembentukan tim dilakukan dengan mempertimbangkan kesamaan nilai dan etos kerja. Bagi mereka, kemampuan teknis saja tidak cukup. Komitmen untuk bekerja melampaui tugas masing-masing menjadi faktor penting dalam membangun sinergi selama kompetisi berlangsung.
“Kolaborasi bersama Mahasiswa BINUS tentunya tidak hanya sekedar kolaborasi biasa, dari awal kami telah membuat target untuk tim kami agar dapat menjuarai kompetisi ini,” tegas Mervin.
Dalam menyelesaikan studi kasus yang diberikan, tim SENBOKICHI mengandalkan kemampuan analisis yang mendalam. Mereka tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga berupaya memahami cerita dan kondisi bisnis yang berada di balik laporan keuangan perusahaan.
Kemampuan membangun model keuangan yang kompleks, membaca laporan keuangan, memahami kondisi industri, menganalisis keunggulan kompetitif perusahaan, hingga mengkaji faktor ekonomi makro menjadi kekuatan utama yang membedakan tim mereka dari peserta lain. Kemampuan tersebut diperoleh melalui kombinasi pengalaman akademik dan praktik profesional selama menjalani internship.
Di balik pencapaian tersebut, Mervin mengakui bahwa perjalanan akademik dan organisasinya di UMN memiliki peran besar dalam membentuk kemampuan yang dimiliki saat ini. Salah satu lingkungan yang paling berpengaruh baginya adalah Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) UMN.
Melalui KSPM UMN, ia tidak hanya mempelajari dasar-dasar pasar modal, tetapi juga mengembangkan pola pikir analitis, kemampuan melakukan riset, serta membangun koneksi dengan para profesional industri. Lingkungan yang suportif juga menjadi faktor yang mendorong dirinya untuk terus berkembang dan mengejar berbagai peluang di bidang finance.
“Mungkin bisa dibilang, kalau enggak ada KSPM UMN, enggak bakalan ada aku yang sekarang,” ujar Mervin.
Menurut Mervin, pembelajaran yang diperoleh selama berkuliah di UMN turut membantu proses kompetisi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Kemampuan berpikir kritis, problem solving, komunikasi profesional, hingga keterampilan presentasi menjadi bekal penting saat menghadapi studi kasus dan sesi penjurian.
Ia juga menilai keberadaan KSPM UMN menjadi salah satu faktor yang mendukung perkembangan mahasiswa yang ingin mendalami dunia finance dan investment banking. Berbagai seminar, pelatihan, kompetisi, serta kegiatan bersama praktisi industri memberikan ruang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa dari berbagai program studi.
“KSPM UMN tidak hanya sekedar organisasi, namun juga menjadi wadah belajar bagi mahasiswa,” kata Mervin.
Setelah berhasil meraih Juara 1 IIBC 2026, Mervin mengaku memperoleh banyak pembelajaran baru, terutama terkait kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan manajemen waktu. Pengalaman tersebut menjadi semakin berharga karena seluruh anggota tim harus membagi waktu antara kompetisi dan aktivitas magang yang sedang dijalani.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengikuti berbagai kompetisi lain di bidang finance. Sejumlah ajang seperti ICMSS dan Deloitte M&A Case menjadi target berikutnya yang ingin dicapai.
“Jangan takut untuk mulai, perbanyak ilmu, skill dan relasi,” tutup Mervin.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



