
Bumi Sedang Tidak Baik-Baik Saja, UMN ECO Ajak Mahasiswa Mulai Bergerak Lewat “Nirvana Roots”
Mei 28, 2026
Mahasiswa UMN Raih Juara 1 IIBC 2026, Buktikan Kapabilitas di Ajang Investment Banking Nasional
Juni 2, 2026
TANGERANG – Mengakhiri rangkaian perkuliahan Introduction to Sustainability, Program Studi Arsitektur Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar sesi kuliah tamu inspiratif bagi para mahasiswanya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada calon arsitek bahwa desain arsitektur tidak hanya berfokus pada bentuk dan estetika visual, melainkan juga memiliki pengaruh besar terhadap cara manusia hidup, bekerja, serta merasakan sebuah ruang.
Sesi kuliah tamu ini merupakan wujud implementasi kerja sama antara Center for Sustainability (CfS) UMN dengan Indonesian Society of Sustainability Professionals (IS2P). Kerja sama ini secara resmi tertuang dalam Implementation Agreement yang ditandatangani pada 22 Mei 2026 oleh Maria Advenita Gita Elmada selaku Manager Center for Sustainability UMN dan Satrio Dwi Prakoso selaku Ketua Umum IS2P. Kesepakatan ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik industri di bidang keberlanjutan, khususnya arsitektur hijau.
Mengangkat tema “Beyond Aesthetics: Designing Spaces for People, Performance, and Sustainability”, acara ini menghadirkan pakar industri Ir. Wiza Hidayat, S.T., GP., IPU., ASEAN Eng.. Beliau merupakan Board Member dari Green Building Council Indonesia (GBCI) yang aktif mengembangkan strategi lingkungan binaan berkelanjutan di Indonesia, sekaligus anggota aktif dari IS2P. Sebagai praktisi yang telah memimpin lebih dari 300 proyek transformasi ruang kerja, Wiza membagikan pengalamannya dalam merancang healthy and high performing workplaces melalui pendekatan yang berpusat pada manusia (human centric).
Dalam paparannya, Wiza menekankan pentingnya human centered design di dalam lingkungan binaan. Mahasiswa diajak untuk melihat arsitektur sebagai medium untuk menciptakan ruang yang lebih sehat, produktif, manusiawi, dan berkelanjutan. Saat ini, kualitas bangunan tidak lagi dinilai semata-mata dari tampilan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya dalam mendukung kesehatan mental, kesejahteraan (wellbeing), efisiensi energi, serta kolaborasi para penggunanya.
Selain memaparkan materi, sesi ini juga diintegrasikan secara langsung dengan tugas perkuliahan mahasiswa. Narasumber memberikan masukan serta perspektif praktis terkait tugas pengembangan sustainability pada rumah tinggal yang berlandaskan pada tiga pilar utama keberlanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Melalui diskusi tersebut, mahasiswa didorong untuk mulai memahami penerapan prinsip keberlanjutan dalam skala sederhana di kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Prodi Arsitektur UMN berharap wawasan mahasiswa mengenai hubungan antara desain ruang, manusia, dan pelestarian lingkungan dapat semakin meningkat. Ruang refleksi ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa menjadi calon arsitek dan desainer masa depan yang tidak hanya mengejar estetika, namun juga lebih peka, reflektif, dan bertanggung jawab terhadap peradaban serta kelestarian bumi.
By Sustainability Centre UMN
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



