Mahasiswa Arsitektur UMN Ciptakan Produk Inovasi Untuk Hadapi COVID-19

Mahasiswa Arsitektur UMN Ciptakan Produk Inovasi Untuk Hadapi COVID-19

Produk Inovasi Masa Pandemi Covid-19 oleh Mahasiswa Arsitektur UMN (dok. UMN)

TANGERANG – Mahasiswa Program Studi Arsitektur UMN merancang desain produk sebagai solusi menghadapi pandemi COVID-19 pada Ujian Akhir Semester (UAS) Genap 2019-2020 untuk mata kuliah Digital Fabrication. Tak hanya desain, Dosen mata kuliah Digital Fabrication, Rizki Tridamayanti Siregar memamparkan bahwa terdapat hasil akhir berupa prototipe (produk awal) untuk desain berskala kecil ataupun maket (miniatur tiga dimensi) untuk desain berskala besar.

“Kita tidak fokus pada masalah, tetapi fokus pada solusinya. Tugas ini memang tidak dibatasi mau membuat apa, itu terserah mahasiswanya. Mau dia itu product kecil, produk arsitektur, atau interior,” papar Rizki pada forum daring bertajuk “Produk Inovasi pada Masa Pandemic COVID-19”, Minggu (21/6).

Dosen mata kuliah Digital Fabrication, Rizki Tridamayanti Siregar (dok. UMN)

Pada awalnya tema UAS Digital Fabrication bukanlah isu COVID-19, namun adanya pandemi COVID-19 memunculkan ide baru untuk menjawab permasalahan masyarakat menghadapi COVID-19 dalam kehidupan sehari-hari. Melalui karya inovatif ini, ia berharap masyarakat juga dapat mengembangkan ide lainnya.

“Sebelumnya, (kami) berencana membuat instalasi atau paviliun yang akan dibangun di tempat umum. Namun karena ada pandemi, kami harus membelokkan sedikit tugasnya (untuk projek akhir Digital Fabrication),” jelas Rizki.

Dalam pemaparan Rizki, durasi pengerjaan projek akhir ini berkisar antara 2-3 minggu. Untuk teknik pengerjaan produk, ia menjelaskan masih menggunakan perpaduan antara metode manual (keterampilan tangan) dan digital (mesin).

Adapun metode digital yang digunakan, misalnya 3D printing – mesin pencetak objek tiga dimensi – dan lasser cutting – mesin pemotong bahan menggunakan laser.

Di UMN, Digital Fabrication adalah mata kuliah pilihan Program Studi Arsitektur. Berikut beberapa inovasi karya UAS Digital Fabrication oleh mahasiswa Arsitektur UMN terkait isu COVID-19:

  1. “No-Touch” oleh Adriel Frederick (Arsitektur UMN 2016)

    “No-Touch” oleh Adriel Frederick (Arsitektur UMN 2016)

Adriel membuat penyanitasi tangan (hand sanitizer) tanpa menekan tuasnya menggunakan tangan. Sebagai alternatif, ada tuas tambahan yang dapat diinjak dengan kaki untuk mengeluarkan cairan hand sanitizer. Ini menjadi solusi mencegah penularan COVID-19 melalui medium benda yang kerap disentuh tangan.

  1. “Shopping Bag Holder” oleh Aldo Cerena (Arsitektur UMN 2016)

    “Shopping Bag Holder” oleh Aldo Cerena (Arsitektur UMN 2016) (dok. UMN)

Aldo  meminimalkan kontak langsung pada kantong belanjaan yang mungkin terpapar COVID-19. Desain produk ini dibuat minimalis agar dapat dibawa ke mana saja. Adapun pegangan pada produk ini berbentuk lingkaran untuk mengurangi rasa sakit saat membawa beban belanjaan. Selain itu, “Shopping Bag Holder” juga dapat berfungsi untuk membuka pintu.

  1. “Sterilising Lamp” oleh Naufal Rizky Pratama (Arsitektur UMN 2016)

    “Sterilising Lamp” oleh Naufal Rizky Pratama (Arsitektur UMN 2016) (dok. UMN)

Pada desain ini Naufal membuat desain untuk mensterilisasi benda yang sering dibawa ke mana saja – handphone, jam tangan, dompet, maupun kunci – dengan memanfaatkan lampu bersinar ultraviolet. Selain itu, “Sterilising Lamp” juga dilengkapi lampu LED putih biasa yang berfungsi sebagai perabotan (furniture).

  1. “The Quarantine Pods” oleh Reza Meidyawan (Angkatan 2016)

    “The Quarantine Pods” oleh Reza Meidyawan (Angkatan 2016) (dok. UMN)

Reza membuat kursi jaga jarak (physical distancing) di stasiun kereta api tanpa menghilangkan estetika desain. Kursi dapat dirotasikan 90 derajat sesuai kebutuhan, seperti untuk kapasitas satu ataupun dua orang – tetap dilengkapi pembatas. Selain itu, juga terdapat pelindung layar (screen shield) bening untuk pembatasan jarak antarkursi. Adapun hasil akhir dari desain ini berupa maket.

  1. “Co-Stick (Covid-Stick)” oleh Catherine Mulyadi (Arsitektur UMN 2017)

    “Co-Stick (Covid-Stick)” oleh Catherine Mulyadi (Arsitektur UMN 2017) (dok. UMN)

Catherine membuat alat bantuan untuk orang yang harus beraktivitas di luar rumah saat pandemi COVID-19 ini. Terdapat tiga alat utama dalam desain produk “Co-Stick”, yaitu (1) button presser: untuk menekan tombol misalnya tombol di lift, (2) money clip: untuk menjepit uang kertas, (3) kait: untuk membuka pintu atau membawa plastik belanjaan. Ketiga alat ini pun dapat dilipat menjadi satu sehingga praktis dibawa.

  1. “Handfull Sanitizer” oleh Ricky Sintiadi Tjitra (Arsitektur UMN 2017)

    “Handfull Sanitizer” oleh Ricky Sintiadi Tjitra (Arsitektur UMN 2017) (dok. UMN)

Ricky membuat konsep desain untuk memudahkan orang untuk membawa dan menggunakan hand sanitizer di mana saja. Hand sanitizer diletakkan di pergelangan tangan dan ditekan untuk penggunaannya. Inspirasi konsep kerja produk ini dari penembak jaring Spider-Man – pahlawan yang dijuluki manusia laba-laba dari Marvel Comics.

  1. “Hand-Timer” oleh Stephanie Vania (Arsitektur UMN 2017)

    “Hand-Timer” oleh Stephanie Vania (Arsitektur UMN 2017) (dok, UMN)

Stephanie membuat produk yang mampu menunjukkan waktu mencuci tangan sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 20-30 detik. Mencuci tangan adalah salah satu cara yang efektif untuk membersihkan tangan, termasuk dari paparan COVID-19. Saat ingin mencuci tangan, terdapat bandul yang dilepaskan dari tingkat atas hingga bawah dengan total durasi kecepatan sekitar 20 detik. Bandul juga akan melalui 7 segmen lintasan dalam produk ini. Angka pembagian ini didasarkan atas jumlah gerakan mencuci tangan oleh WHO. (MC/RK)

*by Melinda Chang-Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id