KAMI UMN: KAMI Industrial Insight and FMCG Update

KAMI UMN: KAMI Industrial Insight and FMCG Update

KAMI UMN: KAMI Industrial Insight and FMCG Update (dok. UMN)

TANGERANG – Keluarga Alumni Universitas Multimedia Nusantara (KAMI UMN mengadakan acara KAMI Professional Update secara daring. Mengusung tema “KAMI Industrial Insight and FMCG Update”,  KAMI UMN mengundang Maria Cynthia – Junior Supervisor Packaging Designer, Mayora Group – (Alumni Desain Komunikasi Visual UMN 2013) sebagai pembicara dan Primadianti Purbandini – Consumer Communications, Ogilvy PR & Influence Domain. (Alumni Ilmu Komunikasi UMN 2013) sebagai moderator.

Maria Cynthia  atau yang akrab disapa Marcyn mengungkapkan di dalam Industri FMCG selain pergerakan barang, orang yang bekerja di dalamnya juga harus bergerak dengan cepat.

“Kalau temen-temen tertarik di dunia FMCG, jangan lupa siapkan mental, speed, dan flexibility itu. Harus siap ditempa melalui kunci itu,” ujar Marcyn saat live Instagram @kami_umn  , Selasa (23/6).

Menurutnya, nilai kecepatan dalam industri FMCG menjadi tantangan tersendiri dan tidak bisa dihindari. Hal ini berkaitan erat dengan perilaku konsumsi sehari-hari yang selalu berubah. Di awal karirnya di industri FMCG, Marcyn mengaku sempat mengalami gegar budaya (culture shock) karena harus mengerjakan beragam desain produk secara cepat.

Sebagai tim New Development Design  di Mayora Group, ia turut dituntut memiliki kreativitas mendesain setiap saat.

“Tapi, somehow, setelah kita sudah overcome tantangannya itu (dan) kita bisa handle, rasanya tuh puas dan ada pride-nya gitu sih,” lanjut Marcyn.

KAMI UMN: KAMI Industrial Insight and FMCG Update (dok. UMN)

Senada dengan Marcyn, Ogilvy PR & Influence Domain, Primadianti Purbandini juga menyetujui bahwa dunia FMCG sangat menuntut budaya kerja yang cepat.

Terkait isu COVID-19 saat ini, Primadianti menjelaskan industri FMCG masih mampu bertahan, bahkan ada peningkatan angka penjualan. Meskipun demikian, ada perubahan perilaku konsumen, seperti sistem belanja dari offline menjadi online.

“Jadi, misalkan tadi yang biasanya belanja untuk FMCG products di supermarket offline, toko retail. Sekarang jadi pindah nih, belanjanya jadi online. Selain harganya lebih murah, sering promo, lebih nyaman, dan lebih mudah, (kita) enggak harus keluar rumah gitu untuk tetap bisa belanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Primadianti.

Pada kesempatan ini, Marcyn membagikan tips untuk kesiapan kerja di industry FMCG – khususnya bagi mahasiswa. Pertama adalah mengerjakan tugas dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin. Menurutnya, ini dapat menjadi ajang latihan daya tahan diri sebelum terjun di dunia kerja FMCG. Selain itu, Marcyn juga mengatakan tugas-tugas ini dapat menjadi portofolio saat melamar pekerjaan. Terakhir, ia juga menyarankan mahasiswa untuk rajin mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi, maupun kepanitiaan di kampus.

“Ketika kita ada di kepanitiaan dan organisasi, di situ kita sudah terlatih tuh untuk ibaratnya masuk ke dunia kerja yang pastinya struktural. Ada banyak macem-macem orang, sikap, personality, penugasan. Nah, di situ kita jadi belajar gimana menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi,” ujar Marcyn.

Acara ini adalah seri ke-2 dari program “KAMI Professional Update” yang diselenggarakan oleh KAMI UMN. Tujuan dari acara ini adalah sebagai wadah diskusi, sekaligus menjalin relasi antara alumni UMN. Secara umum, KAMI UMN adalah wadah yang menghimpun seluruh alumni UMN untuk memberi aspirasi dan kontribusi. Untuk melihat tayangan ulang “KAMI Industrial Insight and FMCG Update” dapat diakses melalui tautan ini, (MC/RK)

 

*by Melinda Chang – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id