
UMN Resmikan Kolaborasi Rekrutmen Bersama VIVERE Group
Agustus 3, 2026
Open Studio bersama alumni dan Kepala Program Studi PPAr UMN (Dok. Tim PPAr UMN)
Tangerang, (01/08/2026) – Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melaksanakan Open Studio PPAr UMN, yang mengupas secara detail tentang kurikulum, pengalaman pembelajaran, hingga prospek kerja sebagai Arsitek Profesional. Seluruh materi dipaparkan langsung oleh alumni dan Kepala Program Studi PPAr UMN.
PPAr UMN merupakan program pendidikan profesi yang mempersiapkan lulusan arsitektur menjadi Arsitek Profesional. PPAr UMN tidak hanya menjembatani mahasiswa untuk memperoleh legalitas profesi arsitek, tetapi juga membekali mahasiswa dengan pengalaman praktik serta kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini disampaikan oleh alumni PPAr UMN, Ar. Elysa Yuanita Simahendali, yang saat ini berkarier sebagai Arsitek di PT Summarecon Agung, Tbk. PDV 2 (Gading Serpong).
“Awalnya saya berkarir sebagai architectural designer, dan seiring berjalannya waktu saya ingin menjadi arsitek yang legal dan diakui di Indonesia. Dengan keinginan tersebut, saya memutuskan untuk bergabung di PPAr UMN. Harapannya, saya bisa lebih bertanggung jawab dan memberikan nilai serta kepercayaan lebih bagi perusahaan tempat saya bekerja nantinya”, jelas Elysa.
Elysa juga menceritakan bagaimana dirinya mendapatkan berbagai pengetahuan baru yang sebelumnya belum pernah dipelajari, salah satunya mengenai green building. Baginya, pembelajaran ini menjadi penting mengingat saat ini industri mulai bergerak ke arah pembangunan yang berkelanjutan.
“Selain belajar tentang green building, saya juga mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran mulai dari site visit, merancang housing, hingga mempelajari budgeting, mengelola RAB, sampai proses finishing”, tambahnya.
Bagi Elysa, seluruh pembelajaran yang didapatkan menjadi bekal penting untuk mendukung karirnya. Ia juga menilai mata kuliah di PPAr UMN selaras dengan pekerjaannya saat ini.
“Tidak sekadar mendapatkan pengalaman baru yang berharga, lewat PPAr UMN saya juga mengembangkan kemampuan, mulai dari mengatur waktu, bekerja dalam tim, membagi pekerjaan, hingga membangun komitmen”, tutup Elysa.
Selain pemaparan pengalaman belajar dari alumni, Open Studio kali ini juga diperkaya dengan pemaparan akademik mengenai kurikulum yang dibawakan langsung oleh Kepala Program Studi PPAr UMN, Ar. Irma Desiyana, S.Ars., M.Arch.
“PPAr UMN tentu tidak semata-mata menjadi program studi lanjutan untuk profesi arsitek saja. Lebih dari itu, melalui PPAr lulusan akan diakui secara hukum dan memiliki legalitas profesi. Mengingat profesi arsitek banyak beririsan dengan kementerian serta diatur melalui kode etik profesi”, jelas Irma.
Bagi Irma, kepemilikan Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) setelah menyelesaikan PPAr menjadi salah satu bentuk komitmen sebagai arsitek profesional. Tidak hanya itu, dengan legalitas tersebut lingkup pekerjaan arsitek tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga dapat membuka peluang untuk berkarier di luar negeri.
“Keunggulan utama pembelajaran PPAr UMN berpacu pada dua topik utama, yakni Sustainability dan Artificial Intelligence (AI). Sustainability menjadi bekal mahasiswa dalam memahami bangunan hijau, sementara AI menjadi kemampuan penting mengingat perkembangan teknologi akan terus dimanfaatkan oleh arsitek di masa depan”, ujar Irma.
Irma juga menegaskan bahwa pembelajaran di PPAr UMN tidak hanya menuntut mahasiswa untuk merancang bangunan atau proyek. Mahasiswa juga mendapatkan pembekalan praktik nyata serta pembelajaran langsung dari para praktisi industri.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



