
Apakah Green Campus Memengaruhi Kualitas Pendidikan? Ini Fakta dan Datanya
Juni 26, 2026
Sharing session Magister Desain UMN tentang Speculative Design (Dok. UMN)
Tangerang, (27/06/2026) – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), desainer dituntut tidak hanya mampu menciptakan karya yang estetis, tetapi juga berpikir kritis dalam merancang berbagai kemungkinan di masa depan. Menjawab tantangan tersebut, Magister Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar sharing session bertajuk “Speculative Design: Co-Creating Future Ecosystem with AI” bagi calon mahasiswa baru.
Menghadirkan pembicara Dr. Teddy Hendiawan, S.Ds., M.Sn., selaku Dosen Magister Desain UMN, serta Dr. Anne Nurfarina, S.Sn., M.Sn., selaku Kepala Program Studi Magister Desain UMN, kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan program studi, tetapi juga memberikan pengalaman belajar secara langsung mengenai bagaimana AI dalam speculative design yang berperan dalam membentuk ekosistem desain di masa depan.
“Perlu kita ketahui sebelumnya AI itu tidak hanya Chat GPT, Claude, Gemini atau bentuk generative AI lainnya. Mungkin tanpa kita sadari sebetulnya kita banyak bersinggungan dengan AI mulai dari lampu merah, maps, prediksi cuaca, dan berbagai hal lainnya. Melihat kita banyak bersinggungan dengan AI, tidak bisa kita hindari pada ranah desain juga akan banyak melibatkan AI”, jelas Teddy.
Membahas tentang speculative design, bagi Teddy hal ini merupakan bagaimana merancang pertanyaan yang tepat tentang masa depan. Teddy juga menegaskan bagaimana dalam ranah speculative desain dibutuhkan peran AI baik sebagai mitra, alat bantu pikir, namun perannya yang tidak akan menggantikan manusia.
“Hal terpenting yang perlu diketahui kita harus tahu apa mitigasi kita sebagai manusia dengan hadirnya teknologi-teknologi baru, dan itu peran kita dalam speculative design”, tegasnya.
Bagi Teddy, masa depan adalah material desainer nantinya. Kedepan, desainer tidak hanya dituntut tentang estetika seni saja tapi memikirkan mitigasi hal terburuk yang terjadi dan tidak memikirkan konsep desain saja.
Selain pemaparan materi tentang speculative design, para peserta yang terlibat dalam sharing session juga turut melihat beberapa proyek hasil mahasiswa Magister Desain batch 2, kelas Design & Technopreneur tentang Speculative Design.
Selain membahas konsep speculative design, peserta juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana perkuliahan di Magister Desain UMN. Sesi pengenalan pembelajaran ini dibawakan langsung oleh Dr. Anne Nurfarina, S.Sn., M.Sn. selaku Kepala Program Studi Magister Desain UMN. Anne menjelaskan secara rinci terkait mata kuliah, kurikulum, hingga program-program untuk mendukung pembelajaran mahasiswa nantinya.
“Pada program Magister Desain, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk melihat estetika dalam desain saja, tapi juga bagaimana memperkenalkan konteks desain secara spesifik dan berkaitan dengan masa depan nantinya”, jelas Anne.
Anne sendiri menegaskan bagaimana Magister Desain UMN ditujukan untuk para mahasiswa bisa bertumbuh, meneliti, dan berkontribusi lewat desain. Anne berharap lewat program Magister Desain dapat membangun cara berpikir yang kritis dan juga strategis.
Ingin menjadi desainer yang berorientasi masa depan? Yuk segera daftarkan diri kamu di Magister Desain UMN dan dapatkan beasiswa studi hingga 50%! Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kontak berikut :
+6281282183889 (Flavia Kynesha)
+6287780833593 (Sorta Yocevina)
https://www.instagram.com/umngraduate
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




