
Integrasikan Teori Bisnis dan Teknologi, MMT UMN Sambangi PT Odoo Software Indonesia
Agustus 10, 2026
Menghidupkan Warisan: Buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia Hadir sebagai Legacy dan Inspirasi Bangsa
Agustus 12, 2026
Foto Bersama Sesi Talkshow Buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia (Dok. UMN)
Tangerang, 12 Agustus 2026 — Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan bangga meresmikan peluncuran buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia, karya berbasis Intellectual Property (IP) mahasiswa yang berhasil dikembangkan hingga diterbitkan secara nasional bersama Penerbit BIP.
Peluncuran buku ini menjadi bukti konkret komitmen UMN dalam mendukung kreativitas, profesionalisme, dan kesiapan industri bagi para mahasiswa UMN. Karya ini berawal dari proses riset dan pengembangan yang dilakukan mahasiswa UMN, lalu difasilitasi oleh para dosen dan kepala Prodi DKV UMN dalam bentuk mentoring, penyempurnaan naratif, hingga kolaborasi penerbitan.
Dalam sambutannya, Ir. Teddy Surianto selaku Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, menyampaikan bahwa buku “Kisah Para Perintis Kompas Gramedia” berisi nilai nilai Kompas Gramedia yang mudah dipahami, yaitu; Peduli terhadap sesama dan lingkungan, dapat dipercaya dan diandalkan, cakap dan terampil, menjadi unggul, dan melayani dengan baik.

Sambutan Peluncuran Buku Para Perintis Kompas Gramedia oleh Teddy Surianto (Dok. UMN)
Teddy mengungkapkan bahwa inovasi dan transformasi digital memang penting. Tapi Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai dan karakter yang kuat tetap perlu ditanamkan pada generasi muda. Teknologi tanpa integritas dapat kehilangan arah, dan kecerdasan tanpa nilai dapat kehilangan makna.
Pada kesempatan ini, Teddy juga menyatakan bahwa komitmen Yayasan Multimedia Nusantara (YMN) telah membangun sebuah ekosistem pendidikan yang utuh, mulai dari jenjang pendidikan Preschool, Primary, Junior High school, Senior High School, Sarjana (S1), Magister (S2), dan Doktoral (S3) dalam satu naungan Yayasan.
Dalam talkshow peluncuran buku para perintis, Andrey Andoko, selaku Rektor UMN, menekankan bahwa nilai-nilai para perintis Kompas Gramedia juga sejalan dengan filosofi pendidikan UMN. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, tetapi juga karakter dan nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan.
“Nilai-nilai para perintis tercantum pada Visi UMN, yakni menghasilkan lulusan berbudi pekerti luhur. Lewat visi ini, UMN tidak hanya menghasilkan lulusan yang pintar, tetapi juga memiliki sikap yang baik. Maka, UMN sendiri juga mengadopsi dan mengintegrasikan nilai-nilai 5C (Caring, Credible, Competent, Competitive, and Customer Delight)“, ucap Andrey.
Bagi Andrey, nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan teknologi, salah satunya Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI). Di tengah perubahan teknologi dan industri yang semakin pesat, kemampuan teknis perlu diimbangi dengan karakter dan human skills agar manusia tetap mampu menggunakan pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab.
“Banyak nilai-nilai para perintis yang bisa kita pelajari dan implementasikan dalam keseharian kita, baik dalam pekerjaan maupun kehidupan, salah satunya kejujuran. Saya harap nilai-nilai ini bisa menjadi teladan untuk kita semua”, tutup Andrey.
Nilai-nilai tersebut juga menjadi bagian dari proses penulisan buku ini oleh Bintang Gutama, alumni DKV UMN sekaligus penulis buku Kisah Para Perintis Kompas Gramedia. Berawal dari tugas akhir, Bintang melihat kesempatan untuk mengangkat kisah para perintis Kompas Gramedia ke dalam bentuk buku cerita anak yang dapat memperkenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
“Karya ini berangkat dari tugas akhir, serta dorongan pada saat saya melihat bagaimana cerita ini belum pernah diangkat dan dikemas dalam buku cerita anak-anak. Bagi saya, cukup banyak nilai-nilai Para Perintis P.K. Ojong dan Jakob Oetama yang bisa menjadi bekal penting untuk dipahami anak-anak”, ungkap Bintang.
Dalam proses pengembangan karyanya, Bintang juga menguraikan bagaimana ia menghadapi berbagai proses pengerjaan hingga akhirnya dapat menyelesaikan buku tersebut. Nilai “Bekerja dengan Suara Hati” yang diterapkan oleh para perintis turut menjadi salah satu dorongan bagi Bintang dalam menyelesaikan karyanya.
Peluncuran buku ini menjadi bukti bahwa ekosistem kreatif UMN mampu melahirkan karya berbasis IP yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki nilai komersial dan dampak sosial.
Ke depan, UMN berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya, mengembangkan ide, dan berani membawa karya mereka menjadi produk nyata yang memberi kontribusi bagi masyarakat dan industri.
By UMN Public Relations
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




