
Ini Beberapa Jurusan yang Punya Mata Kuliah Energi Terbarukan!
April 15, 2026Mahasiswa UMN Kembali Unjuk “Taring” Lewat Inovasi Bisnis di Ignite Future Fest 2026

Tim mahasiswa UMN meraih penghargaan Silver Medal pada kategori Pertanian, Pangan, & Peternakan dalam ajang “Ignite Future Fest 2026 – National Essay & Business Plan Competition” yang diselenggarakan pada 4–5 April 2026. (dok. Michael Romeo Allegro Da Cello Soentara)

Tim mahasiswa UMN meraih penghargaan Silver Medal pada kategori Pertanian, Pangan, & Peternakan dalam ajang “Ignite Future Fest 2026 – National Essay & Business Plan Competition” yang diselenggarakan pada 4–5 April 2026. (dok. Michael Romeo Allegro Da Cello Soentara)
TANGERANG – Prestasi kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kancah nasional. Lewat inovasi bisnis berbasis sorgum, tim mahasiswa UMN berhasil meraih penghargaan 3rd Place (Silver Medal) pada kategori Pertanian, Pangan, & Peternakan dalam ajang “Ignite Future Fest 2026 – National Essay & Business Plan Competition” yang diselenggarakan pada 4–5 April 2026. Pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa isu ketahanan pangan dapat dikembangkan menjadi solusi yang aplikatif.
Tim UMN yang mengikuti kompetisi ini terdiri dari tiga mahasiswa angkatan 2024 lintas prodi, yakni mahasiswa Komunikasi Strategis UMN, Audrey Aurantica Harjoto sebagai Chief Executive Officer (CEO); mahasiswa Sistem Informasi UMN, Michael Romeo Allegro Da Cello Soentara sebagai Chief Technology Officer (CTO); serta mahasiswa Manajemen UMN Peter Huang sebagai Chief Operating Officer (COO). Ketiganya membagi peran secara strategis dalam mengembangkan ide bisnis yang diusung hingga tahap presentasi di tingkat nasional.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji gagasan mereka secara nyata. Peserta dituntut untuk membangun sebuah ide bisnis yang matang. Hal ini membuat tantangan bergeser dari sekadar analisis menjadi eksekusi ide secara menyeluruh, mulai dari pemetaan masalah hingga strategi implementasi. Dalam proses tersebut, kemampuan menyusun narasi bisnis yang kuat menjadi kunci utama.
“Tantangan utama dalam kompetisi ini bukan berasal dari case yang diberikan, melainkan dari bagaimana kami mengembangkan dan mempresentasikan ide bisnis secara komprehensif. Kami harus mampu menunjukkan bahwa solusi yang kami tawarkan relevan, inovatif, dan memiliki potensi implementasi nyata,” ujar Michael.

Michael Romeo Allegro Da Cello Soentara (sebelah kiri) bersama Peter Huang (sebelah kanan) saat berfoto dengan medali dan sertifikat Silver Medal dalam perjalanan setelah mengikuti Ignite Future Fest 2026 di Bandung. (dok. Michael Romeo Allegro Da Cello Soentara)
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa UMN mengembangkan sebuah ide bisnis yang berfokus pada isu keberlanjutan dan ketahanan pangan melalui inovasi yang diberi nama “Sor-Go”. Di balik ide tersebut terdapat pendekatan yang cukup berbeda dibandingkan inovasi pangan pada umumnya.
Alih-alih menggunakan bahan pangan yang umum, tim mahasiswa UMN justru memilih sorgum sebagai bahan utama dalam ide bisnis “Sor-Go”. Komoditas yang belum populer ini dinilai memiliki potensi besar sebagai alternatif pangan. Michael menjelaskan bahwa sorgum dikenal lebih tahan terhadap kondisi kering, sehingga dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan.
Tidak hanya berhenti pada aspek produk, model bisnis yang dirancang juga mengintegrasikan pemberdayaan petani lokal sebagai bagian dari rantai produksi. Dengan demikian, inovasi yang dihadirkan tidak hanya berdampak pada konsumen, tetapi juga pada kesejahteraan produsen di tingkat akar rumput.
“Kami juga memberdayakan petani lokal sebagai bagian dari rantai produksi, sehingga memberikan dampak ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan,” jelas Michael.
Pendekatan ini memperkuat gagasan yang mereka usung sebagai solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif. Lebih dari sekadar kompetisi, pengalaman ini juga menjadi ruang bagi tim untuk menguji dan memvalidasi ide secara langsung. “Kompetisi seperti ini sangat penting bagi mahasiswa karena menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan komunikasi,” kata Michael.
Michael pun menekankan bahwa dalam mengikuti kompetisi, mahasiswa perlu menghadirkan ide yang unik, memiliki nilai yang jelas, serta mampu memberikan dampak nyata. Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan inovasi yang orisinal, didukung dengan kemampuan berpikir kritis dan problem solving agar solusi yang ditawarkan tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dan dapat diimplementasikan.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



