
Debut Perdana Kompetisi Front Office, Mahasiswa Perhotelan UMN Sabet Juara 1 HOSPITOUR 2026
Mei 13, 2026
Dosen Program Studi Perhotelan UMN berhasil meraih juara 1 dan juara 2 pada kategori “Creative Online Teaching Competition” di HOSPITOUR 2026.
TANGERANG – Prestasi dosen Program Studi Perhotelan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dalam ajang HOSPITOUR 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan menjadi bukti bagaimana inovasi pembelajaran digital terus berkembang di tengah perubahan industri hospitality global. Pada kompetisi “Creative Online Teaching Competition”, Rudolf Liska Bikardi, S.S.T.Par., M.S.M.M. berhasil meraih posisi pertama, sedangkan Tri Ananti Listiana, S.Si., M.M. meraih posisi kedua setelah bersaing dengan 32 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Pengumuman pemenang dilakukan secara daring pada 21 April 2026 melalui Zoom, sebelum seremoni onsite diselenggarakan pada 24 April 2026.
Mengusung tema besar EVOLVE (Empowering Visionary Oriented Local and Virtual Experiences), kompetisi ini menantang peserta untuk merancang proses pembelajaran daring yang kreatif, interaktif, serta relevan dengan kebutuhan industri hospitality masa kini. Para peserta diminta membuat video online teaching dengan ketentuan teknis tertentu.
Dalam kompetisi tersebut, Rudolf Liska Bikardi mengembangkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teknologi digital dengan pengalaman industri hospitality secara virtual. Melalui video interaktif dan studi kasus, materi pembelajaran dirancang tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses belajar.
“Saya percaya bahwa pembelajaran hospitality saat ini harus mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tetap relevan,” kata Rudolf.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menerjemahkan tema virtual experiences ke dalam proses pembelajaran yang aplikatif. Pada materi yang dibawakannya, Rudolf menghadirkan simulasi pengalaman industri secara virtual agar mahasiswa dapat memahami praktik hospitality secara lebih kontekstual. Menurutnya, pembelajaran hospitality tidak lagi cukup hanya berfokus pada operasional konvensional, tetapi juga harus mampu merespons perkembangan digital hospitality.
Materi creative teaching yang dibawakan juga menyoroti berbagai perkembangan teknologi dalam industri hospitality, mulai dari virtual guest experience, digital service innovation, penggunaan artificial intelligence dalam pelayanan, hingga pentingnya kemampuan komunikasi digital. Hal tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi disrupsi teknologi yang kini semakin nyata dalam industri global.
“Untuk mengatasi tantangan global berupa disruptif teknologi di industry hospitality. Maka dari itu, materi creative teaching yang saya bawakan dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami operasional hospitality secara konvensional, tetapi juga memahami perkembangan digital hospitality, seperti virtual guest experience, digital service innovation, penggunaan AI dalam pelayanan, serta pentingnya digital communication skills,” jelas Rudolf.
Sementara itu, Tri Ananti Listiana menerjemahkan konsep “Visionary” melalui modul pembelajaran bertema “Sustainable Hotel” yang berangkat dari mata kuliah “Principles of Management”. Menurutnya, konsep visionary tidak hanya berbicara mengenai kepemimpinan masa depan, tetapi juga kemampuan melihat dampak jangka panjang dari keputusan yang diambil saat ini.
Dalam modul tersebut, mahasiswa diajak memahami isu sustainability melalui pendekatan yang reflektif dan kontekstual. Sebelum memasuki teori, mahasiswa terlebih dahulu dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan pemantik mengenai dampak industri hotel terhadap global warming dan climate change. Ilustrasi banjir, kehilangan wisatawan, hingga tingginya konsumsi energi hotel digunakan untuk membangun kesadaran mahasiswa terhadap tantangan lingkungan di industri hospitality.
“Dengan pertanyaan-pertanyaan dan ilustrasi semacam itu pada modul online membuat mahasiswa berpikir tentang hotel juga bisa menimbulkan dampak buruk di kemudian hari jika tidak ditangani dan dimanajemeni dengan suistanailble principles yang baik,” kata Tri.
Tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, modul tersebut juga dirancang aplikatif melalui tugas kolaboratif berbasis tim. Mahasiswa diminta menyusun action plan hotel yang berfokus pada penghematan finansial sekaligus penerapan prinsip sustainable hotel. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun pengalaman belajar virtual yang tetap terasa dekat, manusiawi, dan efektif.
Keberhasilan kedua dosen tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak di lingkungan UMN. Tri menjelaskan bahwa elemen penting dalam keberhasilan materi pengajaran yang dibawakan meliputi teaching cycle yang terstruktur, lesson plan yang terorganisasi, ilustrasi visual yang kuat, subtitle yang jelas, hingga dukungan teknologi dari Departemen E-Learning UMN.
“Ini kemenangan team, bukan kemenangan saya,” ungkap Tri dengan senyum hangat.
Di sisi lain, Deputy Head of Hotel Operations Department UMN, Adestya Ayu Armielia, S.ST.M.Si.Par. menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi validasi eksternal terhadap kualitas kurikulum dan inovasi pembelajaran yang dikembangkan di lingkungan Program Studi Perhotelan UMN. Menurutnya, kurikulum tidak dirancang secara eksplisit untuk kompetisi, tetapi berbagai kompetensi yang dibutuhkan industri dan perlombaan telah diintegrasikan melalui CLO dan Sub-CLO dalam mata kuliah.
Selain itu, pembelajaran di Program Studi Perhotelan UMN juga banyak menerapkan project-based learning dan competitive simulation yang melatih mahasiswa maupun dosen untuk menghadapi tekanan, membangun kualitas output, serta menghasilkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Saya berharap, prestasi lomba baik dosen dan mahasiswa akan semakin banyak di tahun-tahun mendatang. Selain itu, prestasi ini semoga dapat berdampak pada kepercayaan industri untuk memilih lulusan Prodi Perhotelan UMN untuk bekerja, dan juga untuk calon mahasiswa baru tidak ragu dalam memilih Prodi Perhotelan UMN untuk studi lanjut,” tutur Adestya.
Ke depan, inovasi creative teaching yang dikembangkan dalam kompetisi ini diharapkan dapat terus diterapkan di kelas-kelas Program Studi Perhotelan UMN. Baik Rudolf maupun Tri sama-sama menekankan pentingnya pembelajaran berbasis industri, collaborative learning, digital simulation, serta isu sustainability agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi industri hospitality global yang terus berkembang secara digital dan berkelanjutan.
“Ke depannya, saya ingin lebih banyak mengintegrasikan pembelajaran berbasis industri, digital simulation, project-based learning, dan collaborative learning agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan global hospitality industry, serta terlibat aktif dalam pembelajaran itu,” ungkap Rudolf.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



