
Carpooling Adalah Solusi Hemat dan Ramah Lingkungan untuk Mahasiswa
Mei 12, 2026
Dosen Perhotelan UMN Borong Juara Nasional Lewat Inovasi Pembelajaran Digital di HOSPITOUR 2026
Mei 13, 2026
Mahasiswa Perhotelan UMN angkatan 2025, Glenn Marvell Handarto (ketiga dari kanan) bersama jajaran pemenang “Front Office Competition” HOSPITOUR 2026 usai pengumuman juara di Universitas Pelita Harapan.
TANGERANG – Mahasiswa Program Studi Perhotelan Universitas Multimedia Nusantara tahun angkatan 2025, Glenn Marvell Handarto, berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi “Front Office” pada ajang HOSPITOUR 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Pelita Harapan. Prestasi tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi Program Studi Perhotelan UMN sekaligus memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi kompetisi hospitality tingkat nasional.
Kompetisi tersebut diikuti oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Glenn menyebut beberapa finalis lain berasal dari UPH, Matana University, Universitas Kristen Petra, dan Politeknik Pariwisata Bali. Kehadiran peserta dari berbagai institusi tersebut membuat persaingan berlangsung cukup kompetitif, terutama pada tahap final yang menguji kemampuan praktik pelayanan tamu secara langsung.
“Momen paling berkesan untuk saya adalah ketika nama saya disebutkan sebagai pemenang juara 1 karena jujur saja saya tidak terlalu berekspektasi tinggi karena ini merupakan lomba FO pertama saya, dan belum ada kakak tingkat yang pernah mengikuti ini sehingga saya tidak begitu mengetahui seperti apa lomba yang akan dijalani,” ungkap Glenn.
Kompetisi yang berlangsung di kampus UPH Karawaci tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai 23-24 April 2026. Pada hari pertama, peserta mengikuti babak penyisihan berupa Kahoot yang berisi pertanyaan seputar Front Office dan pariwisata. Lima peserta dengan nilai tertinggi kemudian melaju ke tahap final.
Di tahap akhir, peserta menghadapi roleplay bertema “Handling Guest Complaints”. Setiap finalis memperoleh kasus berbeda yang diacak menggunakan Wheels of Fortune. Tantangan tersebut menuntut peserta untuk mampu berpikir cepat, menjaga profesionalisme, sekaligus memberikan solusi pelayanan terbaik dalam situasi yang menyerupai kondisi nyata di industri hospitality.
Keberhasilan Glenn tidak lepas dari proses pembelajaran yang dijalani selama menempuh pendidikan di Program Studi Perhotelan UMN. Menurutnya, standar pembelajaran Hotel Operations di UMN telah memberikan pemahaman dasar yang cukup baik mengenai pelayanan tamu melalui berbagai simulasi praktik selama perkuliahan.
Melalui simulasi tersebut, mahasiswa dibiasakan menghadapi berbagai situasi pelayanan secara langsung sehingga lebih siap dalam menerapkan service excellence ketika menghadapi tamu maupun kompetisi hospitality. Pendekatan pembelajaran tersebut dinilai membantu mahasiswa memahami dinamika industri yang terus berkembang.

Sertifikat dan plakat Juara 1 Front Office Competition HOSPITOUR 2026 yang berhasil diraih mahasiswa Perhotelan UMN, Glenn Marvell Handarto.
Deputy Head of Hotel Operations Department UMN, Adestya Ayu Armielia, S.ST.M.Si.Par. menjelaskan bahwa kurikulum Program Studi Perhotelan UMN disusun agar tetap relevan dengan kebutuhan industri hospitality. Penyusunan kurikulum dilakukan melalui diskusi bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk alumni dan pelaku industri perhotelan.
Menurutnya, sejumlah kompetensi yang sering dibutuhkan dalam perlombaan telah diintegrasikan ke dalam capaian pembelajaran mata kuliah. Selain itu, metode project-based learning dan competitive simulation juga diterapkan untuk melatih mental kompetisi, kemampuan menghadapi tekanan, dan menjaga kualitas hasil kerja mahasiswa.
“Kurikulum yang dibuat di Prodi Perhotelan tidak otomatis menghasilkan prestasi kompetisi karena memang kurikulum tidak dirancang secara eksplisit untuk kompetisi. Namun, pendekatan Prodi supaya kurikulum dapat mendukung siswa dan dosen berprestasi maka beberapa kompetensi yang diminta dalam kompetisi, kami integrasikan pada CLO&Sub-CLO di mata kuliah.”
Selain pembelajaran di kelas, Program Studi Perhotelan UMN juga menerapkan pendekatan talent scouting untuk mempersiapkan mahasiswa yang berpotensi mengikuti kompetisi. Tim dosen pembimbing melakukan observasi terhadap kemampuan, sikap, dan keterampilan praktik mahasiswa sejak awal semester sebelum menentukan peserta yang akan mendapatkan pembinaan intensif.
Pendekatan tersebut membuat pembinaan lomba tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan mental dan kemampuan praktik mahasiswa dalam menghadapi tekanan kompetisi. Prodi Perhotelan UMN pun menargetkan pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa berpotensi untuk mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
“Di Perhotelan UMN, tidak semua mahasiswa dipaksa ikut lomba, jadi ada semacam talent scouting dari tim dosen pembimbing untuk mengobservasi nilai, attitude, dan skill praktikum siswa di awal semester, lalu dosen pembimbing melakukan talent pool sehingga siswa-siswa terpilih tadi mendapat pembinaan intensif saat akan ada lomba,” jelas Adestya.
Pencapaian Glenn tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kompetensi profesional maupun soft skills dalam menghadapi kebutuhan industri hospitality yang dinamis.
“Memenangkan suatu kompetisi siswa dan dosen adalah bukti capaian kompetensi dan validasi eksternal terhadap kurikulum dan rekognisi prestasi dosen,” kata Adestya.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



