
Tertarik Software Engineering with AI? Kenali Jurusan Informatika UMN
Oktober 19, 2026
Mau Kerja di Bidang Big Data? Ini Jurusan yang Tepat di UMN
Oktober 19, 2026
Mungkin persepsi bahwa kita hanya harus bekerja di bidang yang sama dengan jalur pendidikan kita sebaiknya mulai dihilangkan pelan-pelan. Sebab, nggak selamanya kita bisa berkembang di jalur yang sama. Kadang, kita membutuhkan tantangan baru untuk meningkatkan kualitas diri, termasuk keluar dari zona nyaman dan membuka peluang menuju karir baru.
Perubahan ini yang membuat salah satu alumni UMN, yakni Wiena, kemudian bisa mengembangkan keterampilannya dari yang awalnya menulis berita, menjadi terjun ke dunia social media marketing.
Wiena, yang bernama lengkap I. A. Putu Wiena Vedasari, merupakan lulusan jurusan Jurnalistik UMN. Ia menempuh pendidikan di UMN sejak 2017 dan lulus pada 2021. Setelah lulus kuliah, Wiena berkesempatan bekerja di kanal internasional CNNIndonesia.com sebagai reporter (news developer).
Dari sana, jejak karirnya berkembang. Ia sempat bekerja sebagai Senior Content Writer di media yang berfokus pada Instagram, USS Feed, kemudian pindah ke Bali dan menitik karier di sebagai social media marketing di berbagai marketing agency. Saat ini, Wiena bekerja sebagai Social Media Marketing di Gaia Digital Agency yang berbasis di Ubud.
“Sebenarnya, yang membuat aku kemudian switch karier dari jurnalis ke social media marketing adalah pindah domisili. Ketika aku masih bekerja di Jakarta, duniaku terbatas di lingkup menulis. Namun, ketika aku pindah ke Bali, aku sadar kalau bidang pekerjaan di sini berbeda dengan di Jakarta. Dan dari sanalah kemudian aku tertarik terjun ke dunia social media,” kata Wiena kepada tim UMN News Service pada Jumat (25/09/2026).
Lalu, apa pembeda ketika bekerja sebagai jurnalis dan social media?
Wiena bercerita jika pekerjaan sebagai reporter dan content writer membutuhkan basis kreativitas menulis, sementara untuk social media membutuhkan basis kreativitas foto maupun video dan desain.
“Sebenarnya pekerjaannya sama-sama membutuhkan kreativitas, tetapi ruang lingkup kreatifnya jauh lebih bebas ketika bekerja sebagai social media marketing. Sebab, produk yang dikeluarkan tidak hanya berbentuk tulisan, tapi juga foto dan video,” kata Wiena.
“Tapi bukan berarti menjadi social media marketing membuat aku bisa take content dengan pro, jawabannya engga. Kenapa? karena aku tidak ada basic kemampuan di bidang tersebut dan tugas seorang social media marketing kebanyakan lebih fokus pada merencanakan konten yang akan dibuat. Biasanya flow kerjanya mulai dari memberikan brief konten kepada tim graphic design ataupun videographer, kemudian di upload dan dianalisis datanya dari Meta Business,” cerita Wiena lagi.
Jika membandingkan pengalamannya sebagai jurnalis ataupun social media marketing, Wiena mengatakan bahwa perbedaan terbesar ada pada audiens yang dituju dan tujuan konten itu dibuat.
“Ketika aku bekerja sebagai jurnalis ataupun penulis untuk media, audiens-ku adalah khalayak umum yang memang sedang scrolling ataupun lagi kepo sama suatu isu. Sementara itu, audiens-ku kala bekerja sebagai social media marketing adalah penggemar sebuah brand ataupun orang yang tertarik membeli barang atau jasa dari brand tersebut,” tutur Wiena.
“Dan sebagai penulis media, jarang sekali konten yang dibuat ditujukan untuk kegiatan promosi (kecuali konten berbayar). Namun, ketika menjadi social media marketing, semua konten yang di-upload ditujukan untuk mempromosikan bisnis. Jadi tujuan pembuatan kontennya sudah berbeda, yang satu untuk memberikan informasi, sementara satu lagi berfokus untuk meningkatkan awareness akan brand tertentu. Intinya, cara kita memposisikan kontennya lah yang berbeda,” katanya lagi.
UMN Dukung Wiena Untuk Keluar Dari Zona Nyaman

Belajar di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengajarkan Wiena untuk bersikap lebih berani dalam menghadapi tantangan dan mencoba hal baru.
“Aku inget banget ketika masih jadi mahasiswa, ada satu mata kuliah yang membuat aku dan teman-teman akhirnya datang meliput kampanye Prabowo dan Jokowi ketika masa pemilihan presiden. Ini benar-benar pengalaman yang memaksa aku untuk jadi berani, harus luwes membuka diri supaya bisa dapat informasi dari banyak orang,” cerita Wiena.
Nggak hanya dari mata kuliah yang diajarkan oleh dosen, berkuliah di UMN juga mengajarkan Wiena artinya disiplin dan tepat waktu.
“Di UMN, penting bagi kita untuk bisa membagi waktu antara kuliah, mengerjakan liputan, mengerjakan tugas online, dan menjalankan kegiatan kampus. Nah, ini kuncinya ada pada disiplin dan tepat waktu.”
Pengalaman-pengalaman tersebut, kata Wiena, menjadi salah satu alasan kemudian dia kini bisa bersikap lebih adaptif dan membuka diri untuk belajar hal baru.
Gimana UMN Membekali Wiena Untuk Pengembangan Kariernya?
“UMN memiliki banyak mata kuliah, di mana salah satunya mengajarkan kita tentang membuat konten berita di media sosial, pun menulis berita breaking news ataupun soft news. Aku juga sempat diajarkan tentang creative writing dan news graphic design. Berbagai kuliah tersebut kemudian menjadi bekalku kala bekerja sebagai reporter, senior content writer, dan social media marketing,” kata Wiena lagi.
Lewat berbagai mata kuliah yang diberikan UMN, Wiena belajar tak hanya tentang menulis, tetapi juga sedikit mengenai desain dan komunikasi, sehingga ruang lingkup kariernya pun tak hanya berfokus untuk menjadi penulis dan jurnalis, tetapi bisa berkembang ke arah digital marketing.
Pesan Wiena Buat Mahasiswa UMN yang Sedang Menitik Karier
“Penting banget bagi kita untuk bisa beradaptasi dan membuka diri. Jangan terpaku di satu keahlian karena kita nggak pernah tahu bidang apa yang akan membawa kita maju ke depan. Jangan takut untuk belajar dan mencoba banyak hal, karena semakin banyak ilmu dan pengalaman, akan semakin meningkat juga nilai diri kita,” pesan Wiena.
Cek hasil karya tulis Wiena untuk CNN Indonesia dan USS Feed.
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




