
Mencari Kampus Swasta Terbaik di Tangerang? Kenali UMN
Juni 26, 2026
Ilustrasi mahasiswa yang mengetahui teknik Pomodoro (Sumber: Magnific.com)
Pernah duduk berjam-jam di depan laptop, tapi begitu selesai, masih merasa tidak ada yang masuk sama sekali? Atau malah kebanyakan scroll media sosial dibanding beneran belajar?
Kalau iya, sebenarnya banyak mahasiswa dari yang baru masuk kampus sampai yang udah semester akhir mengalami hal yang sama. Susah fokus itu wajar, tapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Salah satu solusi yang dipercaya efektif adalah Teknik Pomodoro.
Secara sederhana, Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang membagi sesi belajar menjadi 25 menit fokus penuh dan 5 menit istirahat. Cocok untuk mahasiswa, teknik ini efektif mencegah kejenuhan mental (burnout), melawan prokrastinasi, dan menjaga produktivitas selama mengerjakan tugas atau persiapan ujian.
Kalau kamu masih kesulitan dalam teknik belajar, mungkin teknik ini bisa kamu coba. Yuk, simak selengkapnya di artikel ini.
Baca juga: Dormitory Kampus untuk Mahasiswa Rantau: Hal yang Perlu Diketahui
Apa Itu Teknik Pomodoro?
Teknik Pomodoro adalah metode manajemen waktu yang diciptakan oleh Francesco Cirillo pada akhir tahun 1980-an. Saat itu, ia masih mahasiswa dan kesulitan fokus belajar. Dia pun mencoba eksperimen sederhana, yaitu belajar dalam sesi-sesi pendek dengan waktu yang terstruktur. Untuk menghitung waktunya, ia menggunakan timer dapur berbentuk tomat. Menariknya, dalam bahasa Italia, pomodoro artinya tomat dan dari situlah nama metode ini lahir.
Ide dasarnya sangat mudah, otak manusia tidak dirancang untuk fokus terus-menerus dalam waktu lama. Jadi, daripada memaksa otak untuk belajar 3 jam nonstop tapi setengahnya hanya melamun, lebih baik belajar 25 menit penuh konsentrasi, lalu istirahat sebentar. Diulang beberapa kali.
Cara Menerapkan Teknik Pomodoro
Berikut adalah langkah-langkah penerapan Teknik Pomodoro yang bisa langsung dipraktikkan:
1. Tentukan Tugas yang Akan Dikerjakan
Sebelum memulai, tetapkan terlebih dahulu tugas yang ingin diselesaikan. Apakah itu membaca materi kuliah, mengerjakan esai, atau mempersiapkan diri untuk ujian? Memiliki target yang jelas sejak awal akan membantu menjaga arah fokus selama sesi berlangsung.
2. Atur Timer Selama 25 Menit
Nyalakan timer selama 25 menit. Dalam rentang waktu ini, pusatkan seluruh perhatian hanya pada satu tugas. Hindari membuka media sosial, membalas pesan, atau melakukan hal lain yang tidak berkaitan. Satu sesi 25 menit ini disebut sebagai satu Pomodoro.
3. Kerjakan Tugas hingga Timer Berbunyi
Jika di tengah sesi muncul pikiran atau hal lain yang ingin dilakukan, catat sebentar di kertas lalu lanjutkan kembali. Tujuannya adalah menyelesaikan satu Pomodoro secara penuh tanpa gangguan.
4. Ambil Istirahat Singkat Selama 5 Menit
Setelah timer berbunyi, berhenti sejenak selama 5 menit. Berdiri dan meregangkan badan, minum air, atau sekadar mengalihkan pandangan dari layar. Waktu jeda ini penting untuk membantu otak beristirahat sebelum kembali bekerja.
5. Ulangi Siklus Ini
Setelah istirahat 5 menit selesai, mulailah Pomodoro berikutnya. Kerjakan tugas selama 25 menit, lalu istirahat 5 menit lagi, dan seterusnya.
6. Setelah 4 Pomodoro, Ambil Istirahat Panjang Selama 15–30 Menit
Setelah menyelesaikan 4 sesi Pomodoro yang berarti sekitar 2 jam belajar produktif, ambil istirahat yang lebih panjang, antara 15 hingga 30 menit. Gunakan waktu ini untuk benar-benar beristirahat seperti makan, berjalan-jalan sebentar, atau tidur sejenak.
Baca juga: Manfaat Perpustakaan Digital untuk Mahasiswa: Akses Jurnal Internasional
Situasi yang Cocok untuk Teknik Pomodoro
Teknik Pomodoro dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas belajar, antara lain:
- Mengerjakan tugas esai, laporan, atau makalah
- Mempersiapkan diri menjelang ujian tengah semester maupun akhir semester
- Membaca dan merangkum jurnal ilmiah atau buku teks
- Mengerjakan skripsi atau tugas akhir
- Mempelajari materi teknis yang membutuhkan konsentrasi tinggi, seperti pemrograman atau analisis data
Mulai dari Mana?
Tidak diperlukan persiapan khusus untuk mencoba Teknik Pomodoro, lho! Pilih satu tugas, atur timer selama 25 menit, dan mulai. Kamu bisa mulai dengan menerapkan empat sesi hari ini dan perhatikan sendiri perbedaan yang dirasakan.
Pada akhirnya, tujuan utama dari Teknik Pomodoro bukan semata-mata untuk belajar lebih lama, melainkan untuk belajar dengan lebih cerdas. Semakin sering dipraktikkan, semakin mudah otak untuk memasuki kondisi fokus yang maksimal.
By Chrismonica
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




