
UMN dan Dongseo University Resmikan Kolaborasi Strategis, Buka Peluang Internasional bagi Mahasiswa
Mei 26, 2026
Pelaksanaan kegiatan UMN ECO “Nirvana Roots” (Dok. UMN)
TANGERANG – UMN ECO menggelar seminar dan workshop Ecoprint bertajuk “Nirvana Roots” di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada Kamis (21/05/2026). Rangkaian kegiatan ini menjadi langkah awal UMN ECO 2026 dalam mengajak mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan, khususnya reforestasi dan keberlanjutan ekosistem daratan.
Kegiatan dibuka melalui seminar bertema “Peran Mahasiswa dalam Gerakan Reforestasi Berbasis Keberlanjutan” yang berlangsung di Ruang Nias, Gedung D, UMN. Seminar tersebut menghadirkan Partnership of Lindungi Hutan, Maharani Ayu Shandraputri, sebagai pembicara untuk membahas peran mahasiswa sebagai generasi yang mampu membawa perubahan melalui langkah-langkah sederhana dan konsisten.
Melalui rangkaian kegiatan pertama ini, UMN ECO 2026 mengajak seluruh peserta untuk lebih memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pada daratan dengan pendekatan yang inovatif dan juga berkelanjutan.
Student Development Officer UMN, Yovidia Yovran Very Agista, S.Psi., menjelaskan bahwa “Nirvana Roots” lahir dari keresahan terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, isu deforestasi dan pengelolaan sumber daya alam menjadi persoalan yang semakin sering muncul dan perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama dari generasi muda.
Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan sejak sekarang. Melalui seminar dan workshop yang diadakan, UMN ECO ingin mengajak mahasiswa untuk memahami bahwa kondisi Bumi saat ini sedang tidak baik-baik saja dan membutuhkan kontribusi nyata dari berbagai pihak.
“Ini salah satu hal yang pengen kita build ataupun yang kita kembangkan dari teman-teman UMN di sini adalah kita pengen ningkatin awareness teman-teman semuanya supaya kita tahu bahwa bumi sedang tidak baik-baik saja,” kata Yovidia.
Selain seminar, peserta juga diajak mengikuti workshop Ecoprint yang berlangsung di area taman Gedung D UMN. Dalam workshop tersebut, peserta mempraktikkan teknik ecoprint menggunakan dedaunan dan bunga alami pada media kantong serut kain. Aktivitas ini menjadi bentuk pendekatan kreatif untuk memperkenalkan isu lingkungan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Yovidia berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berhenti sebagai seminar dan workshop semata, tetapi juga menjadi awal dari perubahan perilaku mahasiswa dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, kepedulian terhadap bumi perlu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Dan juga semoga harapannya dengan adanya workshop dan juga seminar kali ini adalah suatu bentuk aksi nyata dari teman-teman online semuanya. Semoga nanti ke depannya teman-teman semakin cinta bumi dan mau melestarikan bumi kita secara bersama-sama,” ungkap Yovidia
Ketua BEM UMN, Josephine Arumi, turut menyampaikan harapannya agar UMN ECO dapat menjadi wadah yang memberikan pengalaman baru sekaligus membangun kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Ia menilai kegiatan seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas.
Menurut Josephine, mahasiswa tidak hanya perlu memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga mulai menyadari peran mereka dalam menjaga alam melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini, sebenarnya kita ngajak kalian semua untuk peduli terhadap lingkungan serta menyadari pentingnya peran kita dalam menjaga alam,” ujar Josephine.
Dalam sesi seminar, Maharani Ayu Shandraputri menyoroti bagaimana isu lingkungan saat ini sering kali hanya menjadi tren sesaat. Ia mengaku khawatir apabila gerakan lingkungan hanya berhenti pada kampanye sementara, tanpa membangun perubahan perilaku yang nyata di masyarakat.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam sustainability bukan terletak pada kurangnya informasi, melainkan pada konsistensi seseorang dalam menjalankan kebiasaan peduli lingkungan. Maharani menilai bahwa menjaga idealisme terhadap lingkungan menjadi tantangan tersendiri ketika seseorang mulai dihadapkan pada tekanan dunia kerja, keluarga, maupun lingkungan sosial.
“Aku tuh agak concern gitu ya, apakah idealisme yang sekarang sudah semakin normalize ini nanti jadi luntur. Contohnya, adalah kalau misalnya hari ini kita masih idealis, tapi nanti kita dihadapkan terhadap situasi yang lumayan bikin pressure,” ungkap Maharani.
Ia juga menjelaskan bahwa gerakan lingkungan seharusnya tidak dibangun dengan pendekatan yang saling menyalahkan. Sebaliknya, kampanye lingkungan perlu menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama agar lebih banyak orang merasa nyaman untuk ikut terlibat dalam perubahan.
Maharani menilai sebuah movement dapat berjalan lebih panjang apabila mampu menciptakan value dan perubahan pola pikir di masyarakat. Baginya, keberhasilan kampanye lingkungan bukan hanya soal exposure atau popularitas, tetapi tentang bagaimana gerakan tersebut dapat mengubah kebiasaan dan budaya secara perlahan.
“Nah, yang kedua itu value benefits. Apakah dari campaign atau movement yang kita inisiasi itu menggerakkan perubahan behavior dan mindset,” kata Maharani.
Dalam seminar tersebut, Maharani juga menekankan pentingnya membangun sistem yang memudahkan orang untuk peduli terhadap lingkungan. Ia mencontohkan UMN ECO sebagai salah satu langkah yang mampu menciptakan ruang aman bagi mahasiswa untuk mulai terlibat dalam gerakan keberlanjutan.
Menurutnya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh satu orang, kemudian berkembang menjadi komunitas dan gerakan yang lebih luas. Dari kebiasaan sederhana tersebut, kesadaran lingkungan dapat menyebar hingga menciptakan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.
Melalui seminar dan workshop ecoprint “Nirvana Roots”, UMN ECO berupaya menghadirkan ruang refleksi sekaligus aksi nyata bagi mahasiswa untuk mulai lebih dekat dengan isu lingkungan. Tidak hanya memahami persoalan deforestasi dan keberlanjutan, peserta juga diajak untuk melihat bahwa perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.
Rangkaian kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Kesadaran, kebiasaan kecil, dan konsistensi menjadi fondasi penting dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dapat terus hidup lintas generasi.
UMN ECO merupakan kegiatan mahasiswa di bawah naungan BEM UMN yang bertujuan meningkatkan kesadaran mahasiswa melalui aksi nyata dalam melestarikan lingkungan. Nama ECO sendiri berasal dari tiga kata, yaitu Earth, Caring, dan Operation, yang merepresentasikan semangat menjaga lingkungan tanpa merusak alam. Kegiatan “Nirvana Roots” ini menjadi salah satu rangkaian UMN ECO, di mana acara ini juga berkaitan dengan salah satu Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 15 yang berfokus pada “Ekosistem Daratan”.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




