
Kolaborasi Mahasiswa UMN dan Pradita University Tembus Juara Nasional Lewat Desain Pavilion Pascabencana
Mei 11, 2026
Sesi talkshow PPAr Clinic bersama Erick (Dok. UMN)
Tangerang, (09/05/2026) – Program Profesi Arsitektur (PPAr) UMN mengundang dua pembicara Ar. Erick Kristanto selaku Founder Principal Architect di Studio Kota dan Ar. Suwardana Winata selaku Deputi Badan Pendidikan Arsitek di IAI (Ikatan Arsitektur Indonesia) Nasional, dalam kegiatan PPAr Clinic. Lewat kegiatan ini, mahasiswa diajak memahami dinamika profesi arsitek secara lebih personal sekaligus profesional di tengah perkembangan industri dan teknologi.
Mengawali kegiatan PPAr Clinic kali ini diisi dengan talkshow bertajuk “Taking Architecture Personally & Professionally” bersama Ar. Erick Kristanto. Ia turut membagikan perspektifnya mengenai dunia profesi arsitektur serta bagaimana dirinya terus bangkit dan mengembangkan kemampuan dari waktu ke waktu.
“Perjalanan awal saya tentu tidak mulus, dulu saya pernah berada di fase depresi. Walau begitu, saya selalu memiliki pemikiran untuk tetap produktif apapun kondisi mentalnya. Perjalanan karir saya dimulai di tahun 2015, tidak ada koneksi sama sekali dalam memulai Studio Kota”, papar Erick.
Dalam perjalanan karirnya, Erick sendiri tidak tinggal diam dalam memulai Studio Kota. Ia mengikuti berbagai kompetisi arsitektur, baginya langkah ini tidak hanya memperluas koneksi dan mencari kemenangan saja. Lebih dari itu, Erick melihat kompetisi menjadi sarana eksperimen dalam mengukur kemampuannya serta menjadi aset intelektual.
“Saya terus mencari suatu hal yang spesifik, apa yang saya mau? Semakin kita cari apa yang kita inginkan, semakin banyak opsi yang muncul. Salah satu proyek saya di tahun 2019, “Tujuhari Coffee” menjadi tempat yang tidak hanya orang berkumpul tapi juga memiliki berbagai fungsi. Ruang tersebut berkembang menjadi tempat multifungsi yang menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari fashion show, art exhibition, hingga intimate wedding”, jelasnya.
Erick sendiri merasa konsep ini menjadi baik, sehingga bisa mendorong berbagai orang dengan ragam latar belakang dan interest berinteraksi. Bagi Erick, hal terpenting dalam arsitektur adalah melihat bagaimana fungsi dan desain terpakai jangka panjang, sehingga tidak berhenti sampai foto bangunan saja.
“Dalam menjalani proyek, kita harus bisa improvisasi lewat segala hal. Mengkesplorasi segala hal yang ada, ‘beauty and ugly’. Kita tidak bisa terus menerus lihat sisi baiknya saja tapi menyeimbangi sisi yang dianggap ‘jelek’, bisa saja hal tersebut menyimpan banyak sejarah dan filosofi yang bisa dikembangkan”, tambah Erick.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Erick juga menyoroti peran Artificial Intelligence (AI) dalam praktik arsitektur modern. Menurutnya, eksistensi AI cukup membantu pekerjaannya, karena bagi Erick seorang arsitek tidak hanya mendesain saja namun banyak hal repetitif yang terbantu oleh AI.
“Perlu diketahui AI tidak akan menggantikan maupun mengancam profesi arsitektur. Melihat tuntutan dunia yang semakin inovatif, saya yakin jika kita terus berpikir kritis dan kreatif seorang arsitektur tidak akan tergantikan oleh AI. Cukup banyak kemampuan manusia yang tidak bisa digantikan oleh AI”, tutupnya.

Pemaparan materi oleh Suwardana, dalam PPAr Clinic (Dok. UMN)
Dalam kegiatan PPAr Clinic kali ini, calon mahasiswa juga turut mendapatkan pemaparan materi singkat bersama Ar. Suwardana Winata, yang juga sebagai salah satu keunggulan dari PPAr UMN yang dimana mahasiswa nantinya dapat melakukan magang, serta rekognisi arsitektur dari IAI, Nasional.
“IAI merupakan organisasi khusus arsitek untuk membantu para arsitek berkembang dan meningkatkan kapabilitas sebagai arsitektur, baik secara hukum maupun teknis. PPAr sendiri menjadi bagian dari pendidikan IAI. Dengan bergabung dan mengikuti pembelajaran pada PPAr, tentu para mahasiswa nantinya bisa menjadi bagian dari IAI, dan melakukan magang, sampai ujian arsitektur di akhir”, jelas Suwardana.
Suwardana juga menegaskan bagaimana pembelajaran di PPAr menjadi penting bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan karirnya sebagai arsitektur. Selain karena durasi pembelajaran yang singkat, dalam pembelajaran PPAr khususnya UMN banyak mengintegrasikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan industri arsitektur UMN dan IAI Indonesia.
Melalui PPAr, UMN terus mendorong lahirnya arsitek muda yang tidak hanya memahami desain dan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan dinamika industri kreatif yang profesional dan berkelanjutan.
Ketahui informasi lebih lanjut tentang PPAr UMN di :
+6281282183889 (Flavia Kynesha)
+6287780833593 (Sorta Yocevina)
https://www.instagram.com/profesiarsitekumn/
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




