
Gimana Cara Mahasiswa Bisa Mengurangi Food Waste di Kampus?
Mei 6, 2026
Pelaksanaan bincang hangat bersama rektorat UMN yang diikuti oleh mahasiswa UMN (Dok. UMN)
Tangerang, (05/06/2026) – Rektorat UMN kembali menyelenggarakan bincang hangat bersama mahasiswa-mahasiswi UMN. Bincang hangat ini ditujukan untuk membuka dialog dan aspirasi mahasiswa sebagai salah satu stakeholder utama UMN. Lewat bincang hangat, UMN bisa terus melakukan continuous improvement untuk menunjang akademik mahasiswa.
Bincang hangat kali ini diwadahi oleh student engagement UMN dengan menghadirkan keempat jajaran rektorat UMN. Dr. Andrey Andoko, selaku Rektor UMN, Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi, Dr. Ika Yanuarti, S.E., M.S.F, CSA., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Keberlanjutan.
“Momen ini menjadi sangat penting untuk kami, mewakili keluarga besar UMN. Kami bisa mendengar aspirasi mahasiswa dan berdiskusi bersama. Bagi saya, segala aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa menjadi bentuk cinta mereka kepada UMN, lewat forum ini mereka mendiskusikan sarana, prasarana, akademik, dan berbagai hal yang dapat ditingkatkan oleh UMN”, jelas Andrey.
Bagi Andrey, mahasiswa UMN sendiri yang memiliki mata dan telinga terkait fasilitas dan pembelajaran yang ada di UMN. Hal ini sejalan dengan komitmen UMN untuk terus menyediakan sarana dan prasarana yang berkualitas. Andrey juga menegaskan nantinya akan terus mengusahakan dan mendukung mahasiswa.
“Saya harap dengan kegiatan ini mahasiswa bisa terbuka dan menyampaikan segala aspirasi mereka, sehingga UMN dapat melakukan perbaikan secara cepat dan tepat atas berbagai hal yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, forum ini juga menjadi ruang bagi kami untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dan berkelanjutan dengan mahasiswa,” tambahnya.
Memperkaya forum ini, Friska juga turut terbuka dengan berbagai perbaikan pada bidang akademik, mulai dari penggunaan fasilitas lab, tutor pembelajaran dalam kelas, sistem servis akademik UMN, sampai dengan program-program internasionalisasi sebagai penunjang akademik yang ada di UMN.
“Masukan dari mahasiswa menjadi penting bagi kami, sehingga lewat forum ini kami bisa mengetahui masalah yang dihadapi oleh mahasiswa, mengevaluasi dan memberikan solusi yang tepat. Kami ingin mahasiswa mendapatkan pengetahuan akademik yang berkualitas tapi tidak mengesampingkan faktor pendukung pembelajaran itu sendiri”, tegas Friska.
Pada forum ini juga Friska menjelaskan berbagai pencapaian internasionalisasi yang tengah dicapai oleh UMN, mulai dari QS Rank World University, QS Rank By Subject, QS Rank Sustainability, UI Green Greenmetric, THE Impact, SCImago Institution Ranking, dan akreditasi internasional yang telah diperoleh oleh Fakultas. Friska berharap, lewat forum ini mahasiswa dapat mengetahui berbagai pencapaian UMN yang telah digarap. Melanjutkan diskusi, Ika juga menyampaikan pandangannya.
“Berbicara tentang kegiatan akademik dan non-akademik, kami akan terus berusaha mendukung pengembangan kemampuan mahasiswa. Tidak hanya dalam pembelajaran, kami juga memberi perhatian pada kegiatan mahasiswa baik Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun program-program yang ada. Kami yakin, kegiatan ini tidak semata-mata aktivitas mahasiswa saja, tapi juga meningkatkan kemampuan softskill”, papar Ika.
Pada momen ini, Ika juga mengajak para mahasiswa untuk memberi perhatian pada program keberlanjutan yang dilaksanakan di UMN. Salah satunya dengan penghematan listrik, bagi Ika langkah kecil dalam menghemat listrik dapat memberikan dampak yang besar juga. Hal ini juga menjadi salah satu bentuk Caring terhadap lingkungan pada nilai-nilai 5C UMN (Caring, Credible, Competent, Competitive, dan Customer Delight). Sari juga turut memberikan pandangannya terkait penguatan implementasi keberlanjutan di lingkungan UMN.
“Selaras dengan roadmap dan topik-topik yang kami gaungkan di UMN, saat ini memang banyak kegiatan di UMN yang menekankan pada topik-topik sustainability. Tentu hal ini berlaku untuk seluruh sivitas akademika UMN, termasuk mahasiswa UMN. Implementasi ini juga tidak hanya pada kegiatan tapi juga fasilitas dan infrastruktur UMN”, ucap Sari.
Lewat forum ini, Sari berharap para mahasiswa dapat semakin aktif berperan dalam mendukung berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan kampus. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan institusi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih bertanggung jawab, inovatif, dan berkelanjutan.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




