
Circular Economy Adalah Jalan Karier Baru, Skill Apa Saja yang Dibutuhkan?
Mei 4, 2026
Mahasiswa PPAr UMN Tampil di ARCH:ID 2026, Angkat Konsep Co-Housing “Lumbung Hunian”
Mei 5, 2026Akuntansi UMN Mendunia! Sukses Ungguli PKN STAN hingga Kampus Malaysia di NAC x IContAct 2026

Tim mahasiswa Akuntansi UMN angkatan 2023 yang terdiri dari Hieronimus Daniel, Vania Gita Gunawan, dan Cordelie Kesita Tecia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang “International Competition of Accounting 2026 (NAC x IContAct 2026)”.

Tim mahasiswa Akuntansi UMN angkatan 2023 yang terdiri dari Hieronimus Daniel, Vania Gita Gunawan, dan Cordelie Kesita Tecia berhasil meraih Juara 1 dalam ajang “International Competition of Accounting 2026 (NAC x IContAct 2026)”.
TANGERANG – Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kancah internasional. Tim mahasiswa Akuntansi UMN angkatan 2023 yang terdiri dari Hieronimus Daniel, Vania Gita Gunawan, dan Cordelie Kesita Tecia berhasil meraih 1st Place Winner dalam ajang “International Competition of Accounting 2026 (NAC x IContAct 2026)” yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Bali.Kemenangan ini menjadi bukti nyata kemampuan mahasiswa UMN dalam bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi ternama, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kompetisi ini diikuti oleh 35 tim yang berasal dari berbagai institusi, termasuk PKN STAN, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, serta Management & Science University (MSU) Malaysia. Dengan tingkat persaingan yang tinggi, keberhasilan tim UMN menunjukkan kualitas akademik dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang akuntansi yang terus berkembang.
“Perasaan pertama kami jujur sangat kaget. Kami sangat bersyukur, senang, dan tidak menyangka karena semua usaha selama proses persiapan akhirnya terbayar,” ungkap Hieronimus Daniel.
Dalam kompetisi tersebut, peserta melewati dua tahapan utama yang menuntut kemampuan analisis dan presentasi yang komprehensif. Tahap pertama berupa penyusunan paper ilmiah berdasarkan subtema yang dipilih. Sementara itu, tahap final mengharuskan tim yang lolos untuk menyusun feasibility study, serta mempresentasikannya di hadapan dewan juri. Proses ini tidak hanya menguji pemahaman teoritis, tetapi juga kemampuan peserta dalam mengaplikasikan konsep secara praktis.
Tahap final kompetisi diselenggarakan secara daring pada 22 April 2026. Meskipun dilakukan secara online, atmosfer kompetisi tetap terasa intens dengan kualitas presentasi dan argumentasi dari setiap tim yang menunjukkan kesiapan mereka dalam menghadapi isu-isu akuntansi kontemporer.

Vania Gita Gunawan (kiri), Hieronimus Daniel (tengah), dan Cordelie Kesita Tecia (kanan) berfoto bersama usai memenangkan ajang kompetisi internasional “International Competition of Accounting 2026 (NAC x IContAct 2026)”.
Mengusung tema “Accounting Ethics in the Digital Era”, kompetisi ini menyoroti pentingnya integritas di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Bagi tim UMN, tantangan terbesar terletak pada bagaimana menjaga nilai-nilai etika ketika teknologi, termasuk kecerdasan buatan yang semakin mendominasi proses kerja di bidang akuntansi.
Mereka menilai bahwa kemudahan yang ditawarkan teknologi justru dapat menjadi pedang bermata dua apabila tidak diimbangi dengan kesadaran etika yang kuat. Oleh karena itu, pendekatan yang mereka gunakan tidak hanya berfokus pada efisiensi, tetapi juga pada pengendalian dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
“Menurut kami, tantangan paling susah itu menjaga integritas di tengah teknologi yang makin canggih, apalagi dengan adanya AI. Kadang teknologi bisa bikin proses jadi lebih cepat, tapi juga bisa bikin orang ‘terlalu bergantung’ tanpa ngecek lagi. Cara kami mengatasinya, kami selalu balik ke prinsip dasar akuntansi—integritas, transparansi, dan tanggung jawab. Jadi, teknologi tetap dipakai, tapi tetap dikontrol,” jelas Hieronimus.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari persiapan intensif yang dilakukan oleh tim, mulai dari riset literatur, diskusi mendalam, hingga simulasi presentasi. Proses tersebut menunjukkan keseriusan tim dalam memahami permasalahan secara komprehensif dan menyusun solusi yang relevan serta aplikatif.
Selain itu, materi perkuliahan yang diperoleh selama studi di UMN turut memberikan kontribusi signifikan. Mata kuliah seperti “Business Ethics”, “Sustainability”, dan “Management Control Systems” membantu membentuk pola pikir kritis dan sistematis yang dibutuhkan dalam kompetisi ini.
“Kami melakukan persiapan cukup intens, mulai dari mencari jurnal, diskusi tim, hingga simulasi presentasi. Materi perkuliahan yang sangat membantu antara lain, ‘Business Ethics’, ‘Sustainability’, dan ‘Management Control Systems’. Karena materi tersebut membantu kami berpikir kritis dan terstruktur dalam menyusun solusi,” kata Hieronimus.
Di tengah persaingan yang ketat, khususnya dengan tim dari Malaysia yang dikenal memiliki analisis kuat, tim UMN mampu menonjolkan keunggulan melalui pendekatan yang lebih aplikatif dan solutif. Tidak hanya berhenti pada teori, mereka mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kondisi nyata, serta menyampaikannya secara terstruktur. Kemampuan komunikasi yang jelas dan sistematis dalam presentasi juga menjadi faktor penting yang memperkuat posisi mereka di hadapan juri.
Di sisi lain, keberhasilan ini juga merefleksikan kualitas pendidikan yang diterapkan di Program Studi Akuntansi UMN. Kurikulum yang terus diperbarui sesuai kebutuhan industri, baik nasional maupun global, menjadi fondasi utama dalam membentuk lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, keterlibatan praktisi sebagai dosen, dan pembagian peran antara dosen tetap dan praktisi dalam pengajaran turut memperkuat kualitas pembelajaran. Pendekatan ini memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks nyata.
“Kurikulum akuntansi UMN selalu kami update sesuai dengan kebutuhan industri, baik nasional maupun global yang selalu berkembang dan selalu menggunakan standard keuangan yang berlaku internasional. Salah satu strategi kami adalah menggunakan praktisi sebagai dosen part time & home base. Semua mata kuliah basic atau fundamental di semester awal selalu dipercayakan ke dosen full time dengan dedikasi, kompetensi & experience yang tinggi, sehingga Akuntansi UMN yakin mampu bersaing di tingkat internasional. Hal ini jg membuktikan akreditasi unggul di level nasional dan internasional memang tercermin dalam proses pendidikan di Prodi akuntansi,” kata dosen Prodi Akuntansi UMN sekaligus pembimbing tim mahasiswa UMN di lomba “International Competition of Accounting 2026”, Patricia Diana, S.E., M.B.A, CPA., Cert SF.
Aspek etika juga menjadi perhatian utama dalam proses pembelajaran di Prodi Akuntansi UMN. Mahasiswa didorong untuk memahami berbagai regulasi yang berlaku, sehingga mampu menyadari konsekuensi dari setiap tindakan yang diambil dalam praktik profesional. Pendekatan ini bertujuan untuk menanamkan integritas sejak dini. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki landasan moral yang kuat dalam menghadapi tantangan di era digital.
“Prodi Akuntansi UMN berusaha selalu mendorong mahasiswa untuk mengetahui peraturan dengan membaca buku panduan dan peraturan yang berlaku. Karena dengan mengetahui, maka mahasiswa mengerti konsekuensi dan diharapkan menghindari pelanggaran yang terjadi. Semua mata kulaih Akuntansi UMN yang diajarkan juga berbasis pada peraturan yang berlaku nasional dan internasional sehingga aspek etika tertanam dalam hampir semua mata kuliah yang diajarkan,” jelas Patricia.
Lebih jauh, Patricia berharap prestasi ini tidak hanya berhenti sebagai pencapaian individu, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi mahasiswa lainnya. Regenerasi dan kolaborasi antarangkatan dinilai penting dalam membangun budaya prestasi yang berkelanjutan di lingkungan akademik. Dengan adanya ikatan yang kuat antara mahasiswa dan alumni, diharapkan tercipta ekosistem yang saling mendukung dalam mendorong kemajuan institusi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menutup perjalanannya dalam kompetisi ini, tim UMN juga menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya untuk tidak ragu mencoba peluang di tingkat internasional. Mereka menekankan bahwa keberanian untuk memulai merupakan langkah awal yang penting dalam meraih pengalaman berharga.
“Jangan takut untuk mencoba, meskipun kompetisinya internasional. Kadang kita ngerasa belum siap atau takut buat coba, tapi justru dari situ kita belajar. Yang penting mulai dulu aja, karena pengalaman itu yang paling berharga,” tutup Hieronimus.
By Melinda Chang | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



