
Mahasiswa PPAr UMN Tampil di ARCH:ID 2026, Angkat Konsep Co-Housing “Lumbung Hunian”
Mei 5, 2026
Magister UMN Gelar Open House 2026, Tawarkan Beasiswa dan Kurikulum Berorientasi Masa Depan
Mei 5, 2026
Foto bersama tim ULD UMN, PORTADIN bersama peserta (Dok. UMN)
Tangerang, (29/04/2026) – Dalam rangka menyambut World Autism Month, ULD (Unit Layanan Disabilitas) UMN mengadakan kegiatan “Art for Autism: Meningkatkan Kesadaran dan Pemahaman melalui Kreativitas”. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMN dalam menghadirkan pendidikan inklusif serta mendorong dampak berkelanjutan bagi masyarakat.
Art for Autism merupakan kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait potensi penyandang autisme lewat art therapy. Dalam pelaksanaannya, UMN juga berkolaborasi dengan PORTADIN (Perkumpulan Orang Tua dengan Anak Disabilitas Indonesia).
Kegiatan ini diawali dengan launching SOP UMN terkait penanganan dan pewadahan kebutuhan akademis bagi mahasiswa penyandang disabilitas dan sivitas akademika UMN, yang nanti akan berkolaborasi dalam menciptakan lingkup pembelajaran yang inklusif dan strategis. Melanjuti kegiatan, Dr. Anne Nurfarina selaku Kepala ULD UMN juga turut memaparkan materi pada orang tua.
“Saya sendiri cukup concern dengan art therapy, khususnya bagi anak-anak disabilitas. Bagi saya mereka tidak sekedar menggambar saja, lebih dari itu art therapy dapat menjadi stimulus untuk anak-anak itu sendiri dan dapat membantu mereka untuk mencari fokus yang spesifik. Lewat art therapy juga, kita bisa melihat apa yang anak sukai, hobi sampai dengan cara mereka belajar”, jelasnya.
Bagi Anne, art therapy merupakan seni yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari manusia dan dapat melihat perilaku, serta mengidentifikasi apa yang terjadi pada anak. Hal-hal ini mencakup emosi, konsistensi, hingga kemampuan yang ada pada anak-anak. Anne juga menegaskan, pentingnya memahami ketertarikan anak, dan hal ini tidak bisa dilihat lewat garis keturunan.

Workshop art therapy bersama ULD UMN dan Portadini (Dok. UMN)
“Senang rasanya bisa mengikuti workshop yang diadakan oleh ULD UMN, bagi saya pelatihan ini penting untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua dengan anak disabilitas. Saya harap program-program ini bisa kembali diadakan dan bisa melibatkan lebih banyak lagi orang tua dan anak-anak”, ucap Tri Andayani selaku Ketua DPW PORTADIN Jawa Barat.
Tri sendiri melihat program ini dapat menjadi peluang usaha yang positif dan berdampak untuk masyarakat luas. Nantinya, Tri sendiri akan menularkan pengetahuan-pengetahuan yang telah didapatnya lebih luas lagi untuk para orang tua. Harapan Tri, kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin dan mendapatkan pendampingan dari UMN yang memiliki kepakaran pada bidangnya.
“Bagi saya ini menjadi suatu pengalaman yang berharga dapat belajar dan ikut serta secara langsung, ini menjadi pengalaman baru untuk saya. Lewat kegiatan ini, saya mempelajari banyak hal baru salah satunya bagaimana seni menjadi penting, serta bisa menjadi objek untuk mengetahui kreativitas dan bakat anak. Selain itu, saya juga mempelajari cara membuat desain pada Canva”, ucap Yuan Savitri, salah satu orang tua yang terlibat dalam workshop art therapy.
Yuan mengungkapkan dirinya mendapatkan banyak manfaat lewat workshop ini. Diharapkan workshop ini dapat dilakukan secara rutin, dan tidak hanya terkait autisme saja tapi juga ragam disabilitas lainnya. Kedepannya, Ia berharap semakin banyak kegiatan dari ULD UMN yang dapat melibatkan orang tua.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




