
Mau Jadi Game Developer? Ini Pilihan Kampus dengan Jurusan Game Design di Indonesia
April 28, 2026
Ilustrasi Perbedaan Konselor dan Psikolog (Sumber: Rencanamu.id)
Memilih jurusan kuliah di bidang sosial dan humaniora seringkali menimbulkan pertanyaan, terutama ketika dihadapkan dengan pilihan jurusan Bimbingan Konseling (BK) dan Psikologi. Sekilas keduanya terlihat sama, sama-sama berkaitan dengan perilaku manusia maupun membantu orang lain. Padahal sebenarnya keduanya memiliki fokus pembelajaran masing-masing serta tugas khusus di dalam profesinya.
Jika kamu tertarik menjadi pendengar yang baik, membantu menyelesaikan permasalahan orang lain, atau ingin terjun dalam dunia pendidikan, maka kamu bisa memilih jurusan BK atau psikolog. Pada artikel kali ini kita akan mengenali apa itu BK dan Psikologi, serta bedanya konselor dengan psikolog. Yuk, simak artikel ini bersama-sama!
Bimbingan Konseling
Bimbingan Konseling (BK) adalah bidang ilmu yang mempelajari cara membantu individu memahami diri, mengatasi masalah, serta mengembangkan potensi diri secara optimal melalui proses konseling. Jurusan ini mempelajari ilmu pendidikan seperti yang berhubungan dengan cara pembelajaran, pemahaman pendidikan dan pemahaman terhadap peserta didik. Sehingga fokus utama BK adalah memberikan pendampingan secara psikologis dan edukatif, terutama dalam konteks pendidikan seperti di sekolah.
Psikologi
Psikologi merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dalam hal perilaku maupun mempelajari jiwa manusia. Hal ini juga meliputi cara manusia berinteraksi dengan lingkungan sosial. Dalam jurusan psikologi terdapat banyak peminatan seperti psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi sosial, dan psikologi industri.
Baca juga: Kesehatan Mental Penting. Inilah Cara Kami Dapat Mendukung Perjalanan Sehari-hari Anda
Konselor vs Psikolog
Setelah mengetahui dengan lebih rinci terkait Bimbingan Konseling dan Psikologi, kita akan membahas lebih lanjut terkait profesi yang berkaitan dengan dua bidang ilmu tersebut. Perbedaan dari keduanya terletak pada pendekatan terhadap perawatan kesehatan mental. Konselor lebih berfokus pada membangun hubungan dengan klien dan membantu menciptakan lingkungan yang adil dan inklusif. Sedangkan psikolog biasanya mengevaluasi perilaku melalui eksperimen laboratorium terkontrol, psikoanalisis, atau psikoterapi.
Kedua profesi tersebut sama-sama memerlukan sertifikasi atau lisensi untuk menjalankan profesi mereka. Lisensi konselor umumnya perlu menyelesaikan minimal gelar master di bidang konseling, jam magang, sampai ujian nasional. Lisensi psikolog seringkali membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi dan melalui beberapa syarat seperti menyelesaikan jam magang dan mengikuti ujian praktik.
Memahami perbedaan diantara kedua profesi tersebut merupakan langkah penting sebelum menentukan pilihan jurusan. Keduanya sama-sama berperan dalam membantu individu namun memiliki pendekatan yang berbeda. Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung dengan minat dan tujuan karir.
Universitas Multimedia Nusantara telah menerapkan layanan konseling untuk mahasiswanya dan menyediakan fasilitas berupa layanan student support untuk menerima keluh dan kesah mahasiswa serta demi menjaga kesehatan mental mahasiswa. Mau tau lebih lanjut terkait layanan support di UMN? Bisa langsung cek disini!
Sumber:
by Latifah Uswatun Khasanah
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




