Upaya UMN Dalam Hadapi Pandemi COVID-19

Upaya UMN Dalam Hadapi Pandemi COVID-19

Kampanye Pemberian Hand Sanitizer oleh Kemahasiswaan UMN di Lingkungan Kampus UMN (dok. UMN)

TANGERANG – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada Kamis (12/3).  Atas penetapan status tersebut oleh WHO, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dengan sigap melakukan tindakan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 di lingkungan kampus UMN.

Langkah pertama yang dilakukan UMN adalah meningkatkan kebersihan lingkungan dalam kampus, mulai dari menyediakan hand sanitizer di beberapa titik hingga meningkatan kebersihan ruangan dan fasilitas kampus UMN.

Upaya UMN Mencegah Penyebaran Corona Virus : Kebersihan Kelas, Laboratorium, Lift (dok. UMN)

Kampanye pencegahan penyebaran virus COVID-19 juga dilakukan oleh Kemahasiswaan UMN bekerjasama dengan Dewan Keluarga Besar Mahasiswa (DKBM) UMN, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala, serta relawan mahasiswa dengan pemberian hand sanitizer. Kampanye ini ditujukan bagi seluruh sivitas akademika dan tamu baik sebelum memasuki kampus dan saat berada di lingkungan kampus UMN.

Mahasiswa Strategic Communication 2017 UMN Marselinus Theodorus Eduardus Dhae menyambut baik adanya hand sanitizer di beberapa titik kampus UMN.

“Sebagai mahasiswa tentunya senang dan mahasiswa menyambut hal baik tersebut (adanya hand sanitizer di kampus UMN) mengingat saat ini ketersediaan hand sanitizer sangat langka,” ungkap Marselinus.

Kampanye Peningkatan Awareness Mengenai Virus Covid-19 bagi Sivitas Akademika UMN oleh Unit K3L UMN bersama UMN Medical Center (dok. UMN)

Tak hanya itu, Unit K3L UMN UMN bersama UMN Medical Center dan relawan mahasiswa melakukan sosialisasi untuk meningkatkan awareness sivitas akademika UMN mengenai Virus COVID-19. Sosialisasi ini dilakukan di Kantin Gedung C UMN yang menjadi salah satu pusat berkumpulnya sivitas akademika UMN.

Kebijakan UMN Mengenai Pencegahan Penyebaran Virus COVID-19

Berbagai upaya terus dilakukan UMN untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, salah satunya adalah dengan terbitnya Surat Edaran No. 01/WRIII/03/2020 rektorat UMN membuat beberapa kebijakan untuk pencegahan virus COVID-19.

Kebijakan tersebut diantaranya adalah anjuran menunda kegiatan kampus yang berhubungan dengan kunjungan luar negeri bagi seluruh sivitas akademika UMN, himbauan untuk menerapkan pola hidup sehat. Serta mahasiswa yang sedang mengalami sakit dan menunjukkan gejala-gejala tertentu, diperkenankan untuk tidak masuk kuliah dengan mengajukan surat dokter dari rumah sakit.

Ilustrasi UTS dan Kuliah Daring UMN (dok. UMN)

Tak berhenti disitu, sebagai bukti keseriusan UMN untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, UMN menerbitkan Surat Keputusan Rektor No.075/SK-R/III/2020 tentang Pelaksanaan Ujian Tengah Semester dan Perkuliahan Semester Genap 2019/2020.

Dalam surat keputusan tersebut, UMN mengambil kebijakan untuk melaksanakan Ujian Tengah Semester (UTS) secara daring sehingga mahasiswa UMN tidak perlu datang ke kampus. UTS akan dilakukan dengan sistem take home test. Soal ujian dapat diakses oleh mahasiswa pada Sabtu (14/3) dan jawaban UTS akan dikumpulkan sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Biro Informasi Akademik (BIA) UMN pada 16-28 Maret 2020.

Wakil Rektor II UMN, Andrey Andoko menjelaskan UMN telah mengantisipasi terselenggaranya UTS daring sejak pekan lalu. Para dosen sudah diminta untuk membuat soal ujian cadangan apabila UTS terpaksa dilaksanakan secara daring.

“Sebenarnya ini bukan hal baru karena sudah sering digunakan dalam kuliah yang menggunakan e-learning untuk mengumpulkan tugas, yang berbeda adalah skalanya yang lebih besar,” ujar Andrey.

Pada Surat Keputusan Rektor No.075/SK-R/III/2020 UMN juga akan melaksanakan mata kuliah secara daring. Langkah perkuliahan daring ini diambil sebagai antisipasi bila mahasiswa tidak dapat hadir di kampus, maka perkuliahan tetap bisa berlangsung.

Untuk menghadapi UTS dan perkuliahan secara daring, UMN telah menyiapkan dan menambahkan infrastruktur perangkat teknologi informasi untuk e-learning agar dapat diakses oleh seluruh Mahasiswa UMN.

Langkah lainnya yang dilakukan UMN adalah dengan melakukan sterilisasi seluruh lingkungan kampus dan dormitori UMN menggunakan disinfektan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap virus, jamur dan bakteri di lingkungan kampus dan dormitory UMN.

Selain itu, UMN juga memberikan imbauan bagi Mahasiswa UMN untuk menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang, memantau kondisi kesehatan masing-masing dan memeriksakan diri segera ke rumah sakit apabila memiliki gejala sakit tertentu. UMN juga menganjurkan bagi mahasiswa agar selalu menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rajin mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir. (RK)

*by Reviana Kristin – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id