Pentingnya Lembaga Riset Digital dalam Dunia Akademisi

Pentingnya Lembaga Riset Digital dalam Dunia Akademisi

Pemberian plakat kepada Diani Citra oleh Wakil Rektor II UMN Andrey Andoko (Dok. UMN)

TANGERANG – Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mengadakan diskusi tentang pentingnya lembaga riset digital di Collabohub Lt. 7, Gedung D UMN, pada Rabu (11/3). Diskusi ini diisi oleh Diani Citra selaku alumni Columbia University, dan dimoderatori oleh Ignatius Haryanto selaku salah satu dosen prodi Jurnalistik UMN. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor II UMN Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Andrey Andoko dan beberapa dosen UMN di berbagai fakultas.

“Di Indonesia masih belum ada lembaga riset digital yang komprehensif, yang mana lembaga riset itu harus dimulai dari academia. Karena kadang orang bawaannya gak percaya kalau yang mendirikan korporat atau pemerintah,” ujar Citra saat membuka diskusi, Rabu (11/3).

Selain itu, Ignatius berpendapat bahwa akademisi merupakan pihak yang lebih netral. Diharapkan, dari pihak akademisi yang bersikap lebih netral, riset yang dibuat bisa lebih baik, lebih dipercaya, objektif, dan tidak ada bias kepentingan.

Di dalam diskusi ini, Citra memaparkan apa saja kiat-kiat dalam membentuk sebuah lembaga riset digital yang sustainable atau dikenal dengan digital research center. Ignatius mengatakan, digital research center adalah lembaga riset yang terkait dengan masalah-masalah digital.

“Kita memakai handphone saja menunjukkan kalau kita sudah masuk ke dalam dunia digital. Artinya handphone bukan hanya untuk menelpon, tapi juga digunakan untuk mengirim gambar, mengirim pesan, berinternet, dan lain sebagainya,” ujar Ignatius saat diwawancara, Rabu (11/3).

Isu digital sendiri merupakan hal yang penting untuk ditelusuri, sebab hal itu dapat menambah ilmu pengetahuan di dalam bidang digital bagi akademisi, mengangkat kepentingan industri, atau bahkan menentukan regulasi digital yang lebih baik dalam pemerintah.  Maka dari itu, sebuah lembaga riset digital yang sustainable menjadi kunci keberlangsungan manusia untuk dapat beradaptasi dan terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi digital.

Acara ini ditutup dengan pemberian plakat kepada Diani Citra oleh Andrey Andoko, dan diakhiri dengan foto bersama peserta diskusi. (*/YC)

 

*by Ida Ayu Putu Wiena Vedasari – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id