
Cara Membagi Waktu Kuliah dan Organisasi
Agustus 6, 2026
Dari Bangku Kuliah Ilmu Komunikasi UMN ke Posisi Senior Marketing Communication Manager Hotel Bintang Lima: Perjalanan Karier Ananda Wondo
Agustus 6, 2026
Potret Nico Febriady, Alumni Program Studi Manajemen UMN (Sumber Gambar: UMN)
Jakarta, Senin (3/8/2026) – Perjalanan karier sering kali dibangun dari bekal yang diperoleh sejak di bangku kuliah. Hal inilah yang dirasakan oleh alumni Program Studi Manajemen Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Nico Febriady, yang kini berkarier sebagai Global Procurement Manager Plastics Sustainability di Unilever. Baginya, pengalaman belajar di UMN menjadi fondasi penting untuk menghadapi tantangan dunia bisnis yang terus berubah.
Sejak awal, Nico memilih Program Studi Manajemen UMN karena melihat ilmu manajemen sebagai bidang yang dinamis dan selalu berkembang mengikuti perubahan ekonomi global. Menurutnya, dunia bisnis menghadirkan tantangan baru yang menuntut setiap profesional untuk mampu beradaptasi dan terus belajar sepanjang kariernya.
“Saya merasa Ilmu Manajemen adalah ilmu yang terus berkembang mengikuti global trends. Selalu ada peristiwa baru dalam dunia ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini menuntut semua orang yang ingin berkarier untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Nico.
Selain itu, UMN menjadi pilihan karena lokasinya yang dekat dari rumah serta reputasinya sebagai universitas yang berada di bawah naungan Kompas Gramedia. Menurut Nico, hal tersebut memberikan keyakinan bahwa UMN mampu menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Mata Kuliah yang Masih Relevan hingga Dunia Kerja
Selama menempuh pendidikan di UMN, Nico merasa seluruh mata kuliah memiliki kontribusi terhadap perkembangan kariernya. Namun, jika harus memilih satu mata kuliah yang paling berpengaruh, ia menyebut mata kuliah keuangan sebagai bekal yang paling sering digunakan hingga saat ini.
Menurutnya, pemahaman mengenai total value, profitabilitas, dan cash flow menjadi dasar penting dalam mengambil keputusan bisnis. Pengetahuan tersebut kini membantunya memberikan rekomendasi strategi pembelian kepada para stakeholder berdasarkan dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
“Kami belajar cara menghitung total value dan bagaimana proses keuangan berpengaruh dalam pengambilan keputusan perusahaan. Ilmu tersebut sangat membantu saya untuk memberikan pandangan kepada stakeholder mengenai strategi pembelian dan dampaknya terhadap profitabilitas maupun cash flow perusahaan.”
Selain kemampuan teknis, Nico juga menilai nilai entrepreneurship yang ditanamkan selama kuliah menjadi bekal penting dalam perjalanan kariernya. Cara berpikir layaknya seorang entrepreneur membuatnya terbiasa berpikir kritis, memahami kebutuhan bisnis, serta menawarkan solusi yang relevan bagi perusahaan.
“Selama di UMN kami diajarkan untuk berpikir sebagai entrepreneur. Hal itu membantu saya untuk tetap relevan dan memberikan kontribusi terbaik kepada perusahaan melalui solusi yang dibutuhkan stakeholder.”
Menurut Nico, UMN juga terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia profesional. Ia melihat kurikulum yang terus diperbarui, dosen yang memahami perkembangan ekonomi terkini, hingga kolaborasi dengan berbagai universitas menjadi kekuatan tersendiri bagi UMN dalam menyiapkan lulusan bisnis dan manajemen.
Berani Mencoba Berbagai Peran hingga Menemukan Passion
Menariknya, ketertarikan Nico pada bidang procurement dan sustainability justru berkembang setelah lulus kuliah. Ia memperoleh kesempatan berpindah peran secara vertikal maupun horizontal di perusahaan yang sama, mulai dari business analyst, operasional pabrik, project manager, hingga akhirnya menemukan passion di bidang procurement.
Menurutnya, setiap perpindahan posisi menjadi pengalaman berharga yang membentuk kemampuan analitis sekaligus memperluas pemahaman terhadap proses bisnis perusahaan. Kesempatan tersebut juga diperoleh karena konsisten mencapai target kinerja yang telah ditetapkan perusahaan.
“Tidak ada momen khusus. Setelah beberapa kali moving roles dari business analyst, operation di plant, project manager, hingga procurement, saya akhirnya memutuskan untuk fokus di procurement.”

Potret Nico Febriady dalam Supplier Conference 2025 di Unilever (Sumber Gambar: UMN)
Nico juga mengungkapkan bahwa perbedaan terbesar antara dunia perkuliahan dan dunia kerja terletak pada proses penerapan ilmu. Saat kuliah, mahasiswa memiliki ruang untuk belajar sekaligus mencoba berbagai pendekatan tanpa konsekuensi besar. Sebaliknya, di dunia profesional setiap keputusan harus dipertanggungjawabkan karena berdampak langsung terhadap perusahaan.
“Perkuliahan adalah safe space untuk belajar dan gagal dalam aplikasi. Dalam pekerjaan tidak ada safe space. You’re responsible for your work and the result.”
Berkontribusi Mendorong Sustainability di Unilever
Sebagai Global Procurement Manager Plastics Sustainability di Unilever, Nico bertanggung jawab mencari solusi pengadaan material, khususnya plastik daur ulang, yang kompetitif sekaligus sesuai dengan target keberlanjutan perusahaan. Pekerjaannya tidak hanya berfokus pada negosiasi harga, tetapi juga menyusun strategi sourcing yang mampu memberikan efisiensi biaya sekaligus mendukung target sustainability.
Dalam kesehariannya, Nico melakukan evaluasi performa bisnis bersama berbagai stakeholder, berdiskusi dengan supplier, menganalisis proposal, hingga menyusun pipeline project untuk menghasilkan cost saving. Seluruh proses tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan strategi pengadaan jangka pendek maupun jangka panjang.
Tidak berhenti di situ, ia juga harus memahami dinamika pasar plastik daur ulang secara menyeluruh. Nico dan tim aktif berinteraksi dengan berbagai pelaku industri, mulai dari supplier, pricing agency, collection center, junk shop, hingga pemulung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan pasar.
“Kami harus menjadi pihak yang paling memahami pasar plastik daur ulang, mulai dari pemain baru, teknologi terbaru, hingga apakah Unilever perlu berinvestasi di pasar tersebut.”
Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menyusun proyeksi harga dalam jangka waktu kuartalan maupun tahunan. Hasil analisis itu menjadi dasar bagi perusahaan dalam menentukan anggaran, strategi pengemasan produk, hingga berbagai keputusan bisnis lainnya.
Sustainability Kini Menjadi Fokus Utama Bisnis
Bagi Nico, sustainability kini bukan lagi sekadar program pendukung perusahaan, melainkan telah menjadi bagian dari strategi inti bisnis global. Di Unilever, fungsi procurement memiliki peran penting dalam mencari solusi yang tersedia di pasar agar selaras dengan roadmap keberlanjutan perusahaan.
“Procurement menjadi tombak dalam mencari solusi yang tersedia di market dan cocok diterapkan di Unilever. Kami juga mendapat dukungan dari global leadership dan global sustainability team agar keputusan yang diambil selalu relevan dengan perkembangan pasar dan regulasi.”
Salah satu pencapaian yang paling membanggakan selama kariernya adalah keberhasilan Unilever meningkatkan penggunaan plastik daur ulang hingga mencapai 25 persen pada seluruh kemasan produknya pada tahun 2025. Menurut Nico, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Terus Belajar dan Tetap Relevan
Menutup sesi wawancara, Nico mengajak mahasiswa Manajemen UMN untuk terus mengikuti perkembangan dunia sustainability yang berubah sangat cepat. Menurutnya, regulasi, teknologi, maupun tren bisnis akan terus berkembang sehingga kemampuan untuk terus belajar menjadi salah satu kunci utama dalam membangun karier.
“Keep update & keep relevant. Topik sustainability berkembang sangat pesat. Akan selalu ada peraturan baru, metode baru, dan perkembangan baru, sehingga kita harus terus belajar dan tetap relevan dengan core knowledge yang kita miliki.”
Sebagai pesan penutup bagi mahasiswa yang sedang merintis karier di dunia bisnis dan manajemen, Nico membagikan satu kalimat sederhana namun penuh makna.
“Push yourself. Because no one else is going to do it for you.”
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




