
Perbandingan Data Science dan Artificial Intelligence: Dari Jurusan Hingga Prospek Kerja
April 15, 2026
Ilustrasi penggunaan kecerdasan buatann (Sumber: Freepik.com)
Kemunculan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam beberapa tahun terakhir semakin marak. Dari kemunculan ChatGPT hingga berbagai platform AI lain, teknologi ini menawarkan kemudahan untuk berbagai aspek, mulai dari brainstorming hingga membantu mengecek kredibilitas.
Meski begitu, kemunculan AI ini juga menimbulkan kekhawatiran baru. Dari aspek pembelajaran anak-anak misalnya, Ying Xu dari Harvard University sempat menyebutkan kalau kita cenderung berpikir jika anak-anak akan kehilangan interaksinya dengan teman sebayanya. Padahal jika dilihat dari sisi lain, AI bisa membantu kita dalam mengajar anak-anak, itu kalau kita melihatnya dari segi konteks pengajar.
Baca juga: Kuliah Artificial Intelligence: Jurusan Masa Depan di Era Teknologi
Nah, kalau kita menempatkan diri sebagai mahasiswa, teknologi AI bisa mempermudah kita ketika kita ingin mengecek skor plagiasi ketika membuat karya ilmiah. Nggak hanya itu, AI juga bisa jadi ‘teman ngobrol’ kita ketika stuck mengerjakan tugas dan butuh inspirasi baru. Bahkan, beberapa orang menggunakan teknologi AI layaknya Google untuk mencari dan memvalidasi informasi tertentu.
Tapi tetap, penggunaan AI dalam pembelajaran harus dilakukan dengan bijak. Jangan sampai kita terlalu bergantung, apalagi sampai menggunakannya untuk menjawab soal ujian. Selain itu, penting juga untuk selalu cross-check informasi dari AI, karena belum tentu semuanya akurat dan bebas bias.
Lalu, apa saja peran AI dalam membantu proses belajar mengajar?
1. Proses Belajar Jadi Lebih Engaging
Kalau diperhatikan, beberapa program seperti Kahoot! Dan Minecraft: Education Edition menggunakan AI untuk membuat kuis interaktif yang bisa memberikan stimulus positif pada siswa, membuat mereka jadi lebih termotivasi dan terfokus mengikuti pelajaran.
2. Teman Brainstorming
Platform AI seperti ChatGPT, Gemini, ataupun Meta AI kadang bisa kita ‘ajak ngobrol’ untuk mencari inspirasi. Misalnya gini, kalian sedang bingung menulis laporan terkait energi terbarukan karena minimnya informasi yang dimiliki. Nah, platform AI tadi bisa membantu kalian mendapatkan rangkuman informasi tentang energi terbarukan dan memberikan kalian sudut pandang baru, membuat kalian bisa saja jadi terinspirasi dalam menulis laporan tersebut.
Baca juga: Mau Semakin Dekat dengan AI? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pilih
3. Mengecek Plagiarisme
Teknologi AI juga bisa membantu kita mendeteksi plagiarisme ketika membuat esai ataupun karya ilmiah lain. Contohnya aplikasi Turnitin, yang bisa mengukur kadar plagiarisme dari karya siswa.
4. Memudahkan Hal-hal Kecil
Kadang ketika ingin menyusun sebuah laporan ataupun mengikuti rapat, kita seringkali merekam hasil diskusi untuk menunjang laporan yang dibuat. Nah, AI bisa mempermudah kita dalam mengubah hasil diskusi yang tadinya berbentuk suara menjadi tulisan, dan kemudian hasil tersebut bisa kita olah menjadi laporan.
Ingin tahu lebih lanjut soal teknologi kecerdasan buatan? Baca informasi lainnya di situs resmi UMN!
Sumber:
By: Wiena
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id



