
Pentingnya Data-Driven Decision Making dan Keterampilan Data Analytics
Maret 27, 2026
Keterampilan green skills menjadi kunci menghadapi tantangan ekonomi masa depan (Sumber Gambar: Unsplash/John Power)
Transisi menuju green economy menuntut kesiapan skill yang serius. Mengutip The Adecco Group, lebih dari 1,47 miliar pekerjaan di dunia bergantung pada stabilitas iklim dan 85 persen jenis pekerjaan pada 2030 bahkan belum tercipta saat ini. Maka dari itu, reskilling dan upskilling justru dapat membuka peluang besar untuk menciptakan green economy. Lalu, apa saja skill kunci yang bisa mendukung percepatan transisi menuju green economy yang berkelanjutan? Simak penjelasannya sobat UMN!
- Skill Pendukung Efisiensi Sumber Daya
Skills pendukung efisiensi sumber daya mencakup kemampuan manajemen bisnis strategis untuk membangun model usaha yang hemat energi dan material, sekaligus siap menghadapi regulasi lingkungan yang semakin ketat. Perusahaan juga membutuhkan keterampilan akuntansi bisnis dan keuangan yang mencakup perhitungan karbon serta lingkungan alam agar dampak operasional dapat diukur secara akurat.
- Skill Pendukung Industri Rendah Karbon
Skills pendukung industri rendah karbon berfokus pada pengembangan energi bersih dan pengurangan emisi di sektor dengan kebutuhan energi tinggi. Diperlukan ilmuwan dan insinyur yang memiliki pelatihan atau pengetahuan yang dapat diterapkan pada energi nuklir dan terbarukan seperti angin dan laut. Selain itu, teknisi yang mampu memasang teknologi efisiensi energi serta melakukan retrofit di rumah tangga dan bangunan bisnis menjadi sangat penting.
- Skill Pendukung Ketahanan Iklim
Skills pendukung ketahanan iklim menuntut kemampuan ilmiah dan teknis untuk memodelkan serta menafsirkan proyeksi perubahan iklim sebagai dasar perencanaan jangka panjang. Dunia usaha juga memerlukan keterampilan manajemen risiko, termasuk penilaian terhadap ketersediaan sumber daya di masa depan.
Baca juga: Mengembangkan Masa Depan dengan Standar Bangunan Ramah Lingkungan.
- Skill untuk Mengelola Aset Alam
Skills untuk mengelola aset alam mencakup kemampuan akuntansi lingkungan guna menilai nilai ekonomi dan ekologis dari sumber daya alam yang digunakan. Pemahaman tentang analisis dampak lingkungan, peraturan, dan target legislasi lingkungan menjadi sangat penting agar kegiatan bisnis tetap berada dalam koridor keberlanjutan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman tentang layanan ekosistem, perencanaan tata guna lahan, serta desain dan pengelolaan ekosistem.
Secara keseluruhan, keempat kelompok skill ini menunjukkan bahwa green economy membutuhkan kombinasi kemampuan strategis, teknis, dan operasional yang saling terintegrasi sehingga transisi menuju ekonomi berkelanjutan tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing bisnis dan membuka peluang kerja baru di masa depan.
UMN menerapkan konsep kampus hijau melalui bangunan dan fasilitas gedungnya, yang berfokus pada pengurangan emisi karbon, penggunaan energi hemat, serta pengelolaan limbah yang terstruktur. Upaya ini mendukung SDG 7 (Energi Bersih) dan SDG 13 (Aksi Iklim). Jika kamu ingin cari kampus yang tidak hanya peduli terhadap lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan pembelajaran dengan teknologi hijau, maka UMN adalah pilihan yang tepat! Yuk, daftar sekarang dan jadi bagian dari generasi hijau yang siap membangun masa depan berkelanjutan!
Sumber:
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id



