
UMN dan UiTM Perkuat Kolaborasi Internasional, Bahas Masa Depan AI dalam Industri Kreatif
Maret 5, 2026
UMN Tembus SCImago Institutions Rankings 2026 untuk Pertama Kalinya dengan Aspek Inovasi di Q1, dan Aspek Societal pada peringkat 32.
Maret 6, 2026
(Kegiatan field-visit dan testing ketika membuat aplikasi MySalak. Dok. tim dokumentasi MySalak UMN)
Tangerang – Aplikasi MySalak yang dibuat oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan tim dari Universitas Gajah Mada berhasil meraih paten sederhana dari pemerintah. Paten sederhana sendiri merupakan bentuk perlindungan kekayaan intelektual yang diberikan oleh negara untuk suatu inovasi teknologi yang memiliki unsur kebaruan dan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap pemberian paten sederhana ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat pengembangan inovasi teknologi pertanian di Indonesia. Melalui MySalak, petani diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai kondisi lingkungan dan potensi kemunculan hama, sehingga dapat mengambil langkah pengendalian yang lebih cepat dan tepat,” ujar dosen UMN yang ikut serta dalam pembuatan MySalak ini, Nabila Husna, yang juga merupakan dosen Teknik Komputer UMN.
Membahas soal dampak pemberian paten sederhana ini, Nabila menjelaskan jika ini merupakan bentuk pengakuan resmi bahwa teknologi MySalak ini memiliki nilai inovasi.
“Hal ini menjadi langkah penting untuk mendorong pengembangan teknologi MySalak ke tahap yang lebih luas, baik dari sisi pengembangan produk, maupun implementasi di lapangan. Dengan adanya perlindungan paten, kami juga memiliki dasar yang lebih kuat untuk memperluas kolaborasi dengan mitra industri, pemerintah, maupun komunitas petani. Selain itu, paten ini juga membuka potensi komersialisasi MySalak di masa depan,” tuturnya lagi.
Proses Aplikasi MySalak Mendapatkan Hak Paten
“Proses pengajuan paten sederhana dimulai dari identifikasi inovasi teknologi yang memiliki unsur kebaruan dan manfaat praktis. Setelah itu, tim menyusun dokumen paten yang menjelaskan secara rinci mengenai latar belakang teknologi, permasalahan yang dihadapi, solusi yang ditawarkan, serta klaim inovasi yang diajukan,” tutur Nabila.
Setelah itu, dokumen yang disiapkan tadi diajukan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM. Dari sana, dilakukan proses pemeriksaan administratif dan pemeriksaan substantif untuk menilai apakah inovasi tersebut memenuhi kriteria paten sederhana. Jika dinyatakan memenuhi syarat, paten sederhana lalu diberikan sebagai bentuk perlindungan hukum terhadap inovasi yang diajukan.

(Salah satu alat yang digunakan dalam aplikasi MySalak. Dok. tim dokumentasi MySalak UMN)
Bagaimana cara kerja aplikasi MySalak?
“Dalam sistem ini, kami mengembangkan IoT node yang dilengkapi dengan berbagai sensor dan ditempatkan di area perkebunan. Perangkat tersebut secara berkala mengumpulkan data mikroklimat, kemudian mengirimkan data tersebut ke sistem untuk dianalisis menggunakan model AI,” kata Nabila.
Hasil data dan analisisnya ini lalu ditampilkan dalam aplikasi MySalak, yang juga memberikan informasi terkait prediksi kondisi cuaca mikro dan potensi kemunculan hama kepada petani. Harapannya, informasi ini bisa membantu petani mengambil langkah pengendalian yang lebih cepat dan tepat, dengan tujuan meningkatkan efektivitas pengelolaan perkebunan dan menjaga kualitas hasil panen.
Tentang MySalak
MySalak merupakan aplikasi berbasis AI dan IoT yang dikembangkan untuk membantu petani salak dalam menangani hama, yang notabene adalah output dari Grant EPICS di IEEE. MySalak juga tepilih sebagai salah satu penerima 117 Inovasi Indonesia oleh Business Innovation Center (BIC).
Tak hanya itu, MySalak pernah disinggung dalam Buletin Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY edisi Juni 2025 oleh Prof. Subejo (Wadek Kerjasama Fakultas Pertanian UGM).
#ResearchCenterSmartFarming #SDG
Sumber:
By Putu Wiena | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




