
Peran Dosen Pembimbing dalam Kompetisi Internasional, Support System Terbaik bagi Mahasiswa!
November 4, 2026
Etika Penggunaan AI: Mengapa Critical Thinking Sangat Penting?
November 4, 2026
(Sumber: Dok. UMN)
Sejak AI masuk ke keseharian mahasiswa, pertanyaan di kampus bergeser. Bukan lagi soal boleh atau tidak boleh dipakai, melainkan bagaimana cara mengajarkannya dengan benar.
UMN menjawabnya dengan sesuatu yang cukup konkret: sebuah ruang khusus. Pada 27 Agustus 2026, UMN meresmikan AI Learning Center hasil kolaborasi dengan Google for Education Indonesia, dan menyebut diri sebagai kampus pertama di Jabodetabek yang memilikinya.
Yang membuatnya menarik bukan peresmiannya, melainkan apa yang ada di dalamnya.
Apa Itu AI Learning Center UMN?
Fasilitas ini terbagi menjadi tiga zona, masing-masing dengan Chromebook yang spesifikasinya disesuaikan dengan kebutuhan.
- Training Zone untuk pelatihan, sertifikasi, dan workshop, dengan kapasitas hingga 30 peserta.
- Research Zone berupa ruang kerja terbuka untuk riset individu maupun kelompok, termasuk pemrosesan AI secara lokal atau berbasis cloud, analisis data, dan riset visual.
- Focus Zone berupa ruang tertutup untuk pekerjaan yang menuntut konsentrasi tinggi: analisis data skala besar, pelatihan model machine learning, riset menggunakan Vertex AI, hingga pengolahan data sensitif yang membutuhkan privasi penuh.
Seluruh fasilitas ini terbuka bagi segenap sivitas akademika UMN, bukan hanya mahasiswa jurusan teknologi.
Kerja Sama UMN dengan Google for Education: Lebih dari Sekadar Perangkat
Mudah mengira kolaborasi semacam ini hanya soal pengadaan perangkat. Bagian yang lebih berpengaruh justru ada dalam kurikulum.
UMN menyatakan tidak berhenti pada penggunaan AI sebagai alat bantu belajar, melainkan mengintegrasikannya ke dalam kurikulum melalui pendekatan Sustainability for AI. Selain itu, kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pelatihan dan sertifikasi yang diakui secara global.
Perbedaannya terasa saat lulus. Sertifikat yang diakui secara internasional memberikan bukti tambahan selain transkrip nilai.
Peran Google dalam Pendidikan AI Indonesia
Olivia Husli Basrin, Country Lead Google for Education Indonesia dan Malaysia, menyampaikan bahwa teknologi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia saat ini. Ia berharap kehadiran AI Learning Center dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Ir. Teddy Surianto, Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, menyebut AI sebagai bahasa baru yang kegunaannya melintasi banyak bidang, tidak terbatas pada ilmu komputer atau teknik.
Kalimat itu layak digarisbawahi. Mahasiswa akan bekerja di lingkungan yang dipenuhi AI, dan ketiganya membutuhkan pemahaman yang tidak sebatas cara menggunakan aplikasi.
Teknologi Saja Tidak Cukup
Ada satu catatan menarik dari Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko. Ia berharap fasilitas ini tidak hanya menyiapkan kompetensi teknologi, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif, empati, serta karakter.
Penekanan seperti ini tidak selalu muncul dalam peluncuran fasilitas teknologi, padahal justru relevan. Ketika banyak pekerjaan teknis bisa dipercepat oleh mesin, kemampuan menilai hasilnya, menjelaskannya kepada orang lain, dan memutuskan kapan sebaiknya tidak digunakan menjadi semakin berharga.
UMN sendiri menyatakan telah menerapkan AI dalam pembelajaran sejak tahun sebelumnya, sehingga fasilitas ini lebih tepat dibaca sebagai kelanjutan, bukan sebagai titik awal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)
-
Apa itu AI Learning Center UMN?
Pusat pembelajaran dan pengembangan keterampilan AI hasil kolaborasi UMN dengan Google for Education Indonesia, diresmikan pada 27 Agustus 2026. Fasilitasnya terdiri atas tiga zona, yaitu Training Zone, Research Zone, dan Focus Zone.
-
Siapa saja yang bisa menggunakan fasilitas ini?
Seluruh sivitas akademika UMN, termasuk mahasiswa dari program studi non-teknologi.
-
Apakah mahasiswa bisa mendapatkan sertifikasi?
Kolaborasi ini mencakup program pelatihan dan sertifikasi yang diakui secara global. Informasi jadwal dan persyaratannya dapat ditanyakan ke pihak kampus.
Fasilitas memang tidak otomatis menghasilkan lulusan yang paham AI. Yang menentukan tetap bagaimana ruangan itu dipakai sepanjang semester. Namun menyediakan tempat yang benar adalah langkah pertama yang sulit dilewati.
By Levina Chrestella Theodora




