
Kerja Sama Kampus yang Terasa Sampai ke Ruang Kelas
November 4, 2026
Bukan Sekadar Menang, Ini Manfaat Pengalaman Lomba untuk Karier
November 4, 2026
(Sumber: Unsplash/ThisisEngineering)
Hampir semua orang punya ide bisnis. Tanyakan kepada teman seangkatan, hampir pasti ada yang pernah memikirkan membuka kedai kopi, aplikasi, atau brand thrift sendiri. Yang membedakan biasanya bukan idenya, melainkan siapa yang menjalankannya sampai selesai.
Kabar baiknya, kemampuan yang menentukan itu sebagian besar bisa dilatih sejak kuliah, bahkan tanpa modal sepeser pun.
Baca juga: Apa Itu Freelance dan Freelancing?
5 Skill yang Dibutuhkan Mahasiswa untuk Jadi Entrepreneur
-
Keberanian untuk melakukan promosi
Inilah yang paling sering menghentikan langkah. Produknya sudah jadi, tetapi tidak ada keberanian untuk menawarkannya kepada orang lain.
Padahal latihannya tersedia di mana-mana: berjualan di bazar kampus, menawarkan jasa desain kepada senior, atau mempresentasikan ide di depan kelas. Intinya satu, yaitu terbiasa ditolak tanpa langsung patah semangat.
-
Paham angka, bukan hanya paham produk
Banyak usaha mahasiswa berhenti bukan karena produknya buruk, melainkan karena pemiliknya tidak pernah menghitungnya secara jujur. Harga jual ditentukan asal mengikuti kompetitor, biaya operasional lupa dimasukkan, dan modal bercampur dengan keuntungan di satu rekening.
Belajar menghitung harga pokok, margin, dan arus kas tidak memerlukan perangkat lunak mahal. Spreadsheet sederhana sudah cukup untuk memulai.
-
Ketekunan menyelesaikan hal yang dikerjakan
Kemampuan ini paling jarang dibicarakan, tetapi paling menentukan. Banyak proyek mahasiswa berhenti di tengah jalan karena bosan, bukan karena gagal.
Satu proyek kecil yang benar-benar tuntas jauh lebih berharga daripada lima ide besar yang berhenti di folder draf.
-
Soft skill kerja tim
Jarang ada usaha yang bisa dijalankan sendiri. Di sinilah tugas kelompok yang sering dikeluhkan itu sebenarnya berguna.
Pembagian kerja yang timpang, anggota yang sulit dihubungi menjelang tenggat waktu, serta perbedaan pendapat tentang arah proyek. Semuanya versi kecil dari persoalan yang muncul saat kamu punya rekan bisnis. Bedanya, risikonya masih sebatas nilai, belum uang.
Yang perlu dilatih: menyampaikan keberatan tanpa merusak suasana tim, menanyakan progres tanpa terdengar menuntut, dan mengakui ketika bagian kita sendiri yang terlambat.
-
Kesediaan belajar cepat
Tren berubah, platform berganti, aturan baru bermunculan. Kemampuan mempelajari hal baru dengan cepat sering kali lebih berguna daripada keahlian yang sudah dikuasai saat ini.
Baca juga: 5 Manfaat Magang bagi Mahasiswa yang Wajib Kalian Ketahui.
4 Cara Membangun Portofolio Sejak Kuliah
Pertanyaan pertama calon klien atau investor biasanya sederhana: sebelumnya pernah mengerjakan apa?
Portofolio tidak perlu menunggu sampai kamu punya usaha sendiri. Beberapa hal berikut bisa dikumpulkan mulai sekarang:
- Tugas kuliah yang hasilnya dipakai pihak luar: Beberapa mata kuliah di UMN mengerjakan proyek untuk mitra industri, dan hasilnya bisa langsung masuk portofolio.
- Proyek kecil milik sendiri: Toko daring, akun konten, atau jasa lepas. Skalanya tidak penting, selama prosesnya bisa dijelaskan.
- Pengalaman organisasi dan kepanitiaan: Terutama yang disertai angka: jumlah peserta, besar anggaran, atau sponsor yang berhasil didapat.
- Program inkubasi kampus: UMN memiliki Skystar Ventures, inkubator teknologi yang didirikan bersama Kompas Gramedia, lengkap dengan program mentoring dan ruang kerja bersama.
Satu kebiasaan yang membantu: catat prosesnya, jangan hanya menyimpan hasil akhirnya. Masalah apa yang muncul, keputusan apa yang diambil, dan bagaimana hasilnya. Cerita seperti itulah yang membuat portofolio terasa hidup.
Baca juga: Cara Cepat Dapat Kerja Setelah Lulus Kuliah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQs)
-
Apakah harus kuliah di jurusan bisnis untuk menjadi entrepreneur?
Tidak harus. Banyak pendiri usaha berlatar belakang teknik, desain, atau komunikasi. Yang dibutuhkan adalah kemampuan menawarkan, mengelola keuangan, dan bekerja dengan orang lain, dan ketiganya bisa dipelajari dari jurusan apa pun.
-
Kapan waktu yang tepat untuk mulai membangun portofolio?
Sejak semester pertama. Simpan tugas yang hasilnya baik, dokumentasikan proyek pribadi, dan catat peranmu di setiap kepanitiaan.
Tidak ada yang bisa menjamin bahwa suatu usaha akan berhasil. Namun, kelima kemampuan tadi membuat peluangnya jauh lebih masuk akal, dan semuanya bisa mulai dilatih minggu ini juga, tanpa perlu menunggu wisuda.
By Levina Chrestella Theodora
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




