
UMN dan Embassy of Canada Perluas Peluang Pendidikan Internasional
Oktober 9, 2026
Pemberian plakat oleh jajaran Program Studi Ilmu Komunikasi kepada Dr. Ryan (Dok. FIKOM UMN)
Tangerang, 8 Oktober 2026 – Program Studi Komunikasi Strategis Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk What I Learned from My Experience as a Travelling Academician pada Kamis (8/10), pukul 09.00–11.00 WIB di Ruang Borneo, Gedung D lantai 20, UMN. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Al Ryanne Gabonada Gatcho, Associate Professor di School of Foreign Languages and Literature, Hunan Institute of Science and Technology. Sekitar 90 mahasiswa dan dosen mengikuti kegiatan ini untuk memperluas pemahaman mengenai komunikasi antarbudaya melalui perspektif akademik dan pengalaman lintas budaya yang dibagikan oleh akademisi asal Manila, Filipina.
Kehadiran Dr. Ryan di UMN merupakan bagian dari hubungan akademik dan personal yang terjalin dengan Dr. Hendar Putranto, koordinator mata kuliah Intercultural Communication (MSC3123). Keduanya pertama kali bertemu ketika berpartisipasi dalam program International Visiting Professor di Parul University, India, pada Februari 2026. Perjumpaan tersebut menjadi awal relasi kolegial yang terus dipelihara dan kemudian berkembang menjadi kesempatan untuk berbagi pengetahuan serta memperkaya pengalaman belajar mahasiswa UMN.
Kuliah tamu dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMN, Lilik Dwi Mardjianto, Ph.D., yang menyambut baik inisiatif menghadirkan akademisi dari luar negeri untuk memperkaya kurikulum. Kehadiran akademisi internasional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan perspektif akademik yang berbeda sekaligus memperluas wawasan mengenai dinamika komunikasi dalam masyarakat multikultural.
Dalam pemaparannya, Dr. Ryan membagikan pengalaman bepergian ke berbagai negara dan menjelaskan bagaimana perjalanan tersebut membantunya memahami perbedaan budaya serta cara berkomunikasi dalam berbagai konteks sosial. Baginya, perjalanan bukan sekadar hobi, melainkan kesempatan untuk mempelajari bagaimana latar belakang budaya mempengaruhi cara seseorang menyampaikan pesan, memilih kata, dan membangun interaksi dengan orang lain.
“Saya cukup menyukai bepergian ke berbagai negara. Tentu, ini menjadi kesempatan yang baik bagi saya untuk mempelajari dan memahami kebudayaan suatu negara, salah satunya dari sisi komunikasi,” ungkap Dr. Ryan.
Pengalaman lintas budaya tersebut mengantarkannya pada pemahaman bahwa perbedaan gaya komunikasi tidak seharusnya langsung dinilai sebagai sesuatu yang aneh atau keliru. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan penerimaan (acceptance) dan kesadaran (awareness) terhadap keragaman nilai, kebiasaan, serta cara berinteraksi dalam konteks budaya tertentu.

Pemaparan materi kuliah tamu oleh Dr. Ryan (Dok. CorCom UMN)
“Walaupun perbedaan budaya dan cara berkomunikasi terlihat seperti tantangan, saya justru melihatnya sebagai sesuatu yang perlu dipelajari. Perbedaan antar budaya mengajarkan saya tentang penerimaan (acceptance) dan kesadaran (awareness) bahwa setiap orang dari negara yang berbeda memiliki kebudayaan yang juga berbeda,” jelasnya.
Secara teoritis, Dr. Ryan memperkenalkan Communication Accommodation Theory yang dikembangkan oleh Howard Giles. Teori ini menjelaskan bagaimana individu menyesuaikan atau mempertahankan pola komunikasinya ketika berinteraksi dengan orang lain. Tiga konsep yang dibahas adalah convergence, yaitu kecenderungan menyesuaikan gaya komunikasi dengan lawan bicara; divergence, yaitu kecenderungan mempertahankan atau menonjolkan perbedaan gaya komunikasi; dan maintenance, yaitu kecenderungan mempertahankan pola komunikasi sendiri tanpa melakukan penyesuaian yang berarti. Ketiga konsep ini membantu mahasiswa memahami bahwa pilihan komunikasi berkaitan dengan identitas, konteks interaksi, dan tujuan komunikasi.
Antusiasme mahasiswa terlihat melalui beragam pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Pertanyaan mereka mencakup persoalan praktis dalam interaksi lintas budaya hingga pembahasan teoritis, termasuk identitas budaya. Diskusi ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengalaman sehari-hari dengan konsep-konsep dalam kajian komunikasi antarbudaya, sekaligus menguji relevansi teori dalam memahami situasi komunikasi yang konkret.
Menjelang akhir kuliah tamu, Dr. Ryan menekankan pentingnya menghormati perbedaan budaya tanpa kehilangan identitas diri. Keterbukaan terhadap budaya lain, menurutnya, tidak berarti seseorang harus meninggalkan identitas budayanya sendiri. Sebaliknya, penghormatan terhadap perbedaan yang disertai kesadaran akan identitas diri memungkinkan kebudayaan terus bertumbuh dan relasi antarpribadi lintas budaya berkembang menjadi lebih matang.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kompetensi komunikasi antarbudaya tidak berhenti pada kemampuan mengenali perbedaan atau menyesuaikan gaya komunikasi. Kompetensi ini juga mencakup kemampuan membangun relasi yang saling menghormati, mempertahankan identitas secara reflektif, serta membuka ruang bagi orang lain untuk hadir dan berinteraksi dengan latar belakang budayanya masing-masing. Dengan demikian, komunikasi antarbudaya bukan semata-mata persoalan adaptasi, melainkan juga proses membangun hubungan yang memungkinkan perbedaan tetap hadir tanpa menjadi penghalang bagi pemahaman timbal balik.
Melalui kuliah tamu internasional ini, mahasiswa UMN memperoleh kesempatan untuk menghubungkan teori komunikasi antarbudaya dengan pengalaman nyata dalam kehidupan global. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kontribusi mobilitas akademisi dan internasionalisasi pendidikan tinggi dalam memperluas pertukaran pengetahuan, mempertemukan perspektif lintas negara, dan memperkaya pengalaman pembelajaran. Relasi kolegial yang berkembang menjadi kolaborasi akademik menunjukkan bahwa internasionalisasi tidak hanya berlangsung melalui program formal, tetapi juga melalui inisiatif interpersonal yang membuka ruang bagi dialog, pembelajaran, dan pengembangan wawasan bersama.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




