
5 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Masa Depan Karier di Bidang AI
Oktober 9, 2026
Ilustrasi mendalami bahasa pemrograman (Sumber Gambar: Unsplash/Fotis Fotopoulos)
Perkembangan artificial intelligence (AI) membuat sejumlah profesi di bidang teknologi semakin sering dianggap memiliki tugas yang sama. Sebagai contoh, software engineer, AI engineer, dan data scientist. Ketiganya sama-sama berhubungan dengan pemrograman, data, machine learning, hingga pengembangan produk digital.
Meskipun memiliki beberapa keterampilan yang beririsan, ketiganya tetap memiliki fokus pekerjaan yang berbeda. Software engineer lebih berfokus pada pengembangan dan pemeliharaan perangkat lunak, AI engineer mengintegrasikan teknologi AI ke dalam aplikasi atau sistem, sedangkan data scientist menggunakan data untuk menemukan pola dan menghasilkan insight yang dapat membantu pengambilan keputusan. Lantas, sejauh mana batasan antara software engineer, AI engineer, dan data scientist? Simak penjelasannya sobat UMN!
1. Software Engineer
Software Engineer bertanggung jawab merancang, mengembangkan, menguji, dan memelihara perangkat lunak. Pekerjaannya tidak hanya berkaitan dengan menulis kode, tetapi juga bagaimana sebuah sistem dapat berjalan secara stabil, aman, efisien, dan mudah dikembangkan. Dalam proyek tertentu, software engineer dapat bekerja pada pengembangan website, aplikasi mobile, sistem perusahaan, hingga berbagai layanan berbasis cloud.
Contohnya, ketika sebuah perusahaan ingin membuat aplikasi e-commerce, software engineer dapat bertanggung jawab terhadap sistem login, keranjang belanja, pembayaran, database, hingga integrasi dengan layanan lainnya. Melalui semakin luasnya penggunaan AI, software engineer juga mulai berinteraksi dengan teknologi AI. Mereka dapat menggunakan AI untuk membantu proses coding, membangun fitur berbasis AI, atau mengintegrasikan model AI yang sudah tersedia ke dalam aplikasi.
Baca Juga: Bukan Hanya Kerja di Lapangan, Engineer Juga Bisa Remote Working
2. AI Engineer
AI Engineer memiliki fokus yang lebih spesifik yaitu bagaimana teknologi artificial intelligence dapat dikembangkan atau diintegrasikan menjadi sebuah sistem yang dapat digunakan dalam produk riil. Pekerjaan AI engineer dapat mencakup pengembangan aplikasi berbasis machine learning, integrasi large language model (LLM), pembuatan sistem rekomendasi, computer vision, natural language processing, hingga pengembangan pipeline untuk model AI.
Misalnya, sebuah perusahaan ingin membuat chatbot layanan pelanggan. AI engineer dapat berperan dalam memilih atau mengintegrasikan model AI, menyiapkan sistem agar model dapat berinteraksi dengan data perusahaan, dan memastikan respons AI dapat digunakan secara efektif dalam aplikasi. Disinilah batasan antara software engineer dan AI engineer mulai terlihat. AI Engineer tetap membutuhkan kemampuan software engineering karena model AI pada akhirnya harus diintegrasikan ke dalam sistem yang dapat digunakan pengguna.
3. Data Scientist
Berbeda dari software engineer dan AI engineer yang lebih dekat dengan pengembangan sistem, data scientist berfokus pada pemanfaatan data untuk menjawab pertanyaan bisnis atau menemukan pola tertentu. Data Scientist dapat melakukan proses pengolahan data, exploratory data analysis, statistical modeling, machine learning, hingga visualisasi dan interpretasi hasil.
Contohnya, perusahaan ritel ingin mengetahui faktor yang menyebabkan pelanggan berhenti berbelanja. Data Scientist dapat menganalisis data transaksi dan perilaku pelanggan untuk menemukan pola, membuat model prediksi, dan memberikan insight yang dapat digunakan perusahaan dalam menentukan strategi. Karena machine learning merupakan salah satu bagian dari pekerjaan data science, data scientist juga dapat menggunakan algoritma machine learning. Namun, fokusnya tidak selalu pada bagaimana model tersebut dioperasikan sebagai bagian dari sebuah produk digital.
4. Software Engineering with AI vs Data Science, Mana yang Lebih Menjanjikan?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki satu jawaban untuk semua orang. Software engineering with AI dan data science memiliki arah karier yang berbeda. Software engineering with AI dapat menjadi pilihan bagi orang yang tertarik membangun aplikasi dan sistem, tetapi ingin memanfaatkan AI sebagai bagian dari proses pengembangan maupun fitur produk. Jalur ini juga memungkinkan seseorang tetap memiliki fondasi software engineering sambil mempelajari teknologi AI.
Sementara itu, data science lebih cocok bagi mereka yang tertarik dengan data, statistik, pemodelan, eksperimen, dan proses menemukan insight dari data. Jika seseorang senang membangun sesuatu yang dapat langsung digunakan pengguna, software engineering with AI bisa menjadi pilihan yang menarik. Jika lebih tertarik mencari pola, menguji hipotesis, dan menggunakan data untuk menjawab pertanyaan, data science dapat lebih sesuai. Yang perlu diperhatikan, prospek sebuah profesi tidak hanya ditentukan oleh nama pekerjaannya. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, memahami masalah bisnis, berkomunikasi, dan membangun fondasi teknis yang kuat juga semakin penting.
Baca Juga: Informatika UMN: Jurusan Buat Kamu yang Penasaran Sama Dunia AI dan Coding!
5. Jadi, Mana yang Harus Dipilih?
Tidak perlu melihat software engineer, AI engineer, dan data scientist sebagai tiga jalur yang sepenuhnya terpisah. Ketiganya justru dapat membentuk spektrum keahlian di bidang teknologi. Software engineer dapat bergerak ke AI engineering. Data Scientist dapat memperdalam machine learning dan engineering. AI engineer sendiri berada pada persimpangan antara software engineering, machine learning, data, dan kebutuhan produk.
Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan hanya “profesi mana yang paling menjanjikan?”, tetapi “masalah seperti apa yang ingin saya selesaikan dan kemampuan apa yang perlu saya bangun untuk menyelesaikannya?”
Punya ketertarikan pada teknologi dan ingin berkarier sebagai software engineer yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan? Kenali lebih dalam skill yang dibutuhkan untuk jadi software engineer berbasis AI, mulai dari pemrograman, pengembangan software, hingga pemahaman AI dan machine learning. Temukan program studi dan fasilitas pembelajaran yang dapat mendukung perjalananmu di bidang teknologi melalui Universitas Multimedia Nusantara. Mari persiapkan diri untuk menghadapi kebutuhan industri digital masa depan.
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




