
Global Classroom: 36 Mahasiswa dari Eropa hingga Asia Ikuti Pertukaran Pelajar di UMN
Agustus 30, 2026
Foto bersama jajaran rektorat dan ketua senat UMN bersama Firdaus Ali (Dok. UMN)
Tangerang, (01/09/2026) – Center for Sustainability UMN menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Beyond The Spotlight: Kepemimpinan Pramono Anung Dalam Mendukung Sustainable Development Goals Jakarta” bersama Prof. Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., selaku Koordinator dan Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta. Kuliah tamu ini membahas bagaimana kepemimpinan Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dari perspektif keberlanjutan.
Dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda menjadi salah satu hal yang penting. Kuliah tamu ini mengajak mahasiswa UMN untuk mengulik bagaimana Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), diimplementasikan di DKI Jakarta, khususnya dalam kepemimpinan Pramono Anung, baik dari aspek infrastruktur, sampah, air, maupun berbagai isu keberlanjutan lainnya. Kuliah tamu ini disambut oleh Pramono Anung secara daring.
“Kuliah tamu ini kami dedikasikan untuk UMN, sebagaimana UMN tidak hanya mendukung SDGs tapi benar-benar mengimplementasikannya. Diharapkan lewat agenda ini, para mahasiswa serta dosen mendapatkan perspektif baru untuk membangun Jakarta lebih baik lagi”, sambut Pramono Anung secara daring.
Bagi Anung, pembangunan berkelanjutan di Jakarta tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat serta rasa memiliki untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Ia berharap generasi muda, termasuk mahasiswa UMN, dapat turut berkontribusi melalui berbagai inovasi, ide, dan gagasan kreatif dalam membangun Jakarta. Lebih lanjut, kuliah tamu ini juga mendapatkan respons positif dari Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko.
“Tema yang diusung pada kuliah tamu ini sejalan dengan visi UMN yang sejak awal berfokus pada keberlanjutan, baik dari infrastruktur, tata kelola dan operasional, riset, kegiatan mahasiswa, dan saat ini menjadi kerangka pembelajaran mahasiswa. Keberlanjutan tidak sekedar materi, tetapi bagaimana membekali dan menyiapkan mahasiswa dengan green skills, sebagaimana yang dibutuhkan di industri”, sambut Andrey.
Bagi Andrey, komitmen UMN terhadap keberlanjutan telah mengantarkan UMN meraih berbagai prestasi internasional, mulai dari UI GreenMetric hingga THE Impact Rankings. Komitmen tersebut juga diterapkan dalam berbagai kegiatan dan praktik mahasiswa. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh perspektif dan pemahaman baru untuk terus mewujudkan keberlanjutan melalui berbagai gagasan dan praktik.
Bagaimana Kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Mendukung Keberlanjutan

Pelaksanaan Kuliah Tamu bersama Firdaus Ali (Dok. UMN)
Dalam kuliah tamu bersama Prof. Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc., ia turut menyampaikan bagaimana saat ini kekhawatiran tentang planet dan keberlanjutan menjadi perhatian dunia. Firdaus juga menyadari bagaimana pembangunan berkelanjutan di Jakarta harus benar-benar dijalankan yang dibungkus dalam visi Transformasi Jakarta Menuju Kota Global.
“Target SDGs di Jakarta harus bisa memenuhi target. Dengan strategi ini, kami harap bisa memenuhi target nasional juga. Tentu cakupan fokusnya cukup banyak, mulai dari perluasan transportasi umum untuk dapat mengurangi kemacetan di Jakarta sehingga emisi karbon juga berkurang. Kemacetan itu merugikan. Program tentang penggunaan transportasi umum jadi komitmen Bapak Pramono, di mana setiap hari Rabu ASN wajib menggunakan transportasi umum”, ujarnya.
Selain transportasi umum, Firdaus juga mengungkapkan permasalahan sampah. Berdasarkan data, Indonesia merupakan negara ke-2 penghasil metana terbesar di dunia. Penumpukan sampah terjadi akibat belum adanya pemilahan sampah antara organik, anorganik, dan B3. Maka dari itu, program pemilahan sampah juga terus digencarkan di Jakarta.
“Tentu kami juga memperhatikan isu kemanusiaan, yakni keadilan sosial dan pendidikan inklusif. Fokus prioritas kami pada tahun 2026 adalah meningkatkan modal manusia yang berdaya saing. Program ini nantinya akan berkolaborasi dengan 103 sekolah swasta untuk program sekolah gratis dengan daya tampung mencapai 10.119 siswa, layanan kunjungan rumah bagi warga Jakarta melalui 584 Pasukan Putih, serta program pengembangan kapasitas dan daya saing pemuda”, papar Firdaus.
Tak sekadar program saja, Firdaus juga memberi atensi pada transformasi digital untuk warga Jakarta dengan mengutilisasi teknologi. Dengan menyediakan platform ‘JAKI’, masyarakat nantinya dapat menggunakan berbagai layanan digital Jakarta, mulai dari informasi dan kebijakan, pengaduan, akses layanan kesehatan, layanan publik, respons darurat, hingga data yang transparan.
“Target kami pada 2030, Jakarta menjadi kota global dan tentunya harus seimbang dengan sumber daya manusianya. Maka dari itu, kalian sebagai generasi muda buatlah gagasan dan inovasi. Jangan takut untuk melangkah lebih lanjut, carilah masalah dan lakukan riset. Saya yakin kreativitas para generasi muda dapat membangun masa depan yang baik,” pesan Firdaus kepada mahasiswa UMN.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




