
Nico Febriady Ungkap Bekal Berharga dari Manajemen UMN hingga Berkarier di Unilever
Agustus 6, 2026
Mengenal Tipe Morning Learner Mahasiswa: Apakah Kamu Salah Satunya?
Agustus 6, 2026
Ananda saat acara Peluncuran Program Kuliner Mustikarasa di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. (dok. Ananda Wondo)
TANGERANG (6/7/2026) – Ketertarikan pada dunia komunikasi ternyata bisa tumbuh jauh sebelum seseorang duduk di bangku kuliah. Itulah yang dialami Ananda Wondo, Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) angkatan 20210, yang kini telah meniti karir hingga ke posisi Senior Marketing Communication Manager di sejumlah hotel bintang lima ternama, termasuk Hotel Indonesia Kempinski Jakarta dan Hotel Four Seasons.
Ketertarikan Ananda pada bidang Komunikasi sudah muncul sejak kelas 12 SMA, “Saat itu, saya tertarik dengan tantangan menjadi seorang marketing communication atau juru bicara yang mewakili sebuah institusi,” ujar Ananda saat di wawancarai.
Ananda juga melihat bahwa dunia komunikasi akan terus berkembang, sehingga kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi keterampilan yang akan selalu dibutuhkan.
Keputusannya untuk melanjutkan studi Ilmu Komunikasi di UMN bukan tanpa alasan. Bagi Ananda, nama besar Kompas Gramedia Group yang menaungi UMN menjadi salah satu pertimbangan utama.
“Saya memilih Program Studi Ilmu Komunikasi di UMN, karena kampus ini berada di bawah naungan Kompas gramedia Group yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik di industri media. Hal tersebut membuat saya yakin akan kualitas pendidikan yang ditawarkan,” jelasnya.
Selain reputasi, kunjungan langsung ke kampus turut memantapkan pilihannya. Ia melihat fasilitas yang memadai serta lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif untuk mendukung proses perkuliahan.

Ananda (paling kiri) mengadakan media gathering untuk memperkenalkan menu makanan Ramadhan di restoran Signature Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. (dok. Ananda Wondo)
Dari sekian banyak mata kuliah yang ditempuh, Ananda menyebut Marketing Public Relations sebagai yang paling berpengaruh terhadap perjalanan karirnya. Melalui mata kuliah tersebut, ia mempelajari cara merancang kampanye komunikasi yang strategis serta memiliki nilai berita (newsworthy), sehingga mampu menarik perhatian media dan membangun keterlibatan publik.
Namun ilmu di kelas saja tidak cukup. Menurutnya, kombinasi antara soft skill dari para dosen profesional dan praktisi, serta hard skill dari pengalaman berorganisasi di kampus menjadi bekal yang saling melengkapi.
Melalui organisasi, mahasiswa dapat langsung mempraktikkan negosiasi, komunikasi antarbudaya, manajemen waktu, dan berbagai keterampilan lain yang mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja.
“UMN tidak hanya membekali mahasiswanya dengan keterampilan profesional yang dibutuhkan di dunia kerja, tetapi juga menanamkan kebiasaan dan nilai-nilai positif seperti disiplin, rasa hormat, dan tanggung jawab,” tambahnya.
Setelah lulus, karir Ananda banyak berkutat di industri hospitality sebelum kini merambah ke retail elektronik. Salah satu posisi yang pernah diembannya adalah Senior Marcomm Manager di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Di posisi ini, ia bertanggung jawab merancang dan menjalankan strategi komunikasi serta pemasaran untuk meningkatkan brand awareness dan mendukung pencapaian target bisnis.

Ananda (pertama dari kanan) saat media gathering untuk memperkenalkan menu Afternoon Tea terbaru Four Seasons Hotel Jakarta. (dok. Ananda Wondo)
“Dinamikanya cukup tinggi, karena harus mengelola berbagai campaign, berkolaborasi dengan banyak divisi, serta memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai standar brand dan kebutuhan bisnis,” ungkapnya.
Sementara pengalaman karirnya di Four Seasons, fokus pekerjaannya bergeser ke ranah Digital Marketing, mulai dari mengelola website dan media sosial hotel, online travel agents, hingga Google Ads untuk memastikan setiap strategi digital berjalan optimal dan tepat sasaran pada target market yang telah ditentukan. Ananda juga bertanggung jawab memastikan setiap kampanye digital menghasilkan return on investment (ROI) yang optimal.
Ananda menekankan, bahwa setiap pesan yang dikomunikasikan ke publik harus disepakati bersama pihak manajemen hotel. Selanjutnya perlu dikomunikasikan juga ke tim operasional agar pesan yang disampaikan tetap konsisten, baik kepada media maupun tamu hotel.
Kini, ia berkarir di industri Retail Elektronik sebagai Marketing di Blibli Store, jaringan toko gadget multi brand yang merupakan bagian dari Blibli.
“Dinamika pekerjaan dibidang saat ini sangat cepat, karena kami menangani berbagai brand ternama. Masing-masing brand memiliki strategi dan kampanye pemasaran yang berbeda, sehingga kami harus memastikan setiap program dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh toko Blibli,” ungkapnya.

Ananda (pertama dari kiri depan) saat acara Global Wellness Day 2024 Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. (dok. Ananda Wondo)
Ananda juga berbagi cerita pencapaian yang paling berbekas dalam karirnya, yaitu terjadi saat momen Asian Games 2018. Pihak manajemen Hotel Indonesia Kempinski Jakarta saat itu ingin membuat acara menyambut Asian Games, dengan latar belakang sejarah Hotel Indonesia yang dahulu dibangun untuk menyambut Asian Games pertama di Indonesia pada tahun 1962.
Ia berkesempatan memberikan nama tema besar untuk kampanye tersebut, yakni “Welcoming Back Asian Games 2018”. Ia juga mengelola kampanye media dengan mengangkat nilai sejarah Hotel Indonesia, sehingga berhasil meraih publikasi satu halaman penuh di Harian Kompas hingga wawancara eksklusif di Net TV.
Kampanye itu bahkan mendapatkan publisitas gratis melalui kanal YouTube Arief Muhammad.
“Kami spesifik ingin bekerja sama dengan Arief Muhammad, karena aware audience Arief yang didominasi para remaja dan kami ingin mengedukasi generasi muda tentang sejarah Hotel Indonesia,” jelasnya.

Ananda (ketiga dari kanan) saat Grand Opening Huawei Experience Store, di salah satu mall Jakarta Barat. Dimana store ini di-manage oleh Blibli. (dok. Ananda Wondo)
Bekerja di perusahaan multinasional memberinya pelajaran tersendiri. Ia menyadari bahwa kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris sama pentingnya dengan kemampuan teamwork dan marketing. Mengingat kerap kali harus berkolaborasi dengan ekspatriat yang menempati posisi-posisi strategis.
Ananda juga merasakan perbedaan signifikan antara dunia kampus dan dunia kerja, terutama dari sisi tingkat profesionalisme dalam mencapai tujuan bersama serta kompleksitas kerja tim. Dengan latar belakang rekan kerja yang beragam, kemampuan komunikasi dan organisasi menjadi keterampilan penting untuk membangun kolaborasi dan mencapai hasil yang optimal.
Di akhir, Ananda Wondo berpesan kepada mahasiswa dan calon lulusan Ilmu Komunikasi agar tidak hanya mengandalkan ilmu di ruang kelas. Menurutnya, setiap kesempatan untuk menambah pengalaman di luar kelas, baik melalui organisasi, magang, side job, maupun kegiatan lainnya perlu digunakan sebaik mungkin.
“Pengalaman tersebut akan membentuk keterampilan yang sulit didapat dari teori, seperti komunikasi, negosiasi, teamwork, manajemen waktu, kepemimpinan, dan problem solving,” pesannya.
Dengan begitu, ilmu akademis dan pengalaman praktik kerja langsung akan saling melengkapi dan menjadi bekal terbaik untuk menjadi lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia profesional, khususnya di bidang komunikasi dan pemasaran.
By Annisa Maulida | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




