
UMN Resmikan Kolaborasi Bersama Ibis Gading Serpong
Juli 29, 2026
Tangerang, Juli 2026- Karang Taruna Desa Curug Sangereng mendapat pelatihan opembuatan desain ilustrasi dan membuat seni sablon dari dosen-dosen Kampus Universitas Multimedia Nusantara.
Acara yang digelar di ruang serbaguna kantor Desa Curug Sengereng, di minggu awal Juli 2026 ini merupakan pelaksanaan program Hibah Pengabdian Kepada masyarakat dosen-dosen UMN tahun 2026 yang dirancang untuk memberdayakan kapasitas generasi muda. Menurut Ketua Tim dosen UMN, Rezki Gautama kegiatan ini merupakan implementasi dari Asta Cita Pendidikan Nasional. “Kegiatan ini dirancang untuk memberdayakan anggota Karang Taruna melalui pelatihan seni ilustrasi dan cetak sablon, baik manual maupun digital.” Ujarnya. Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi manusia yang cerdas, kreatif, produktif dan adaptif. Seluruh kegiatan dilakukan secara partisipatif dan aplikatif, melibatkan diskusi kelompok, praktik langsung, serta pendampingan oleh mahasiswa dan dosen sebagai fasilitator.
Kegiatan ini juga dirancang untuk meningkatkan keterampilan sosial, seperti komunikasi, kerja tim, dan kolaborasi antarpeserta, yang menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. Kegiatan pelatihan seni ilustrasi dan teknik cetak sablon bagi anggota Karang Taruna Curug Sangereng merupakan langkah konkret untuk mendukung pencapaian SDG 8, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif melalui penciptaan kesempatan kerja yang layak.
Melalui pendekatan ini, pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun etos kerja, kemandirian, dan semangat kewirausahaan, yang merupakan kunci dari penciptaan pekerjaan layak. Diharapkan, peserta dapat secara aktif berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor inform
Sementara itu , Ketua Karang Taruna Desa Curug Sangereng ,Arsudin Pelatihan seni ilustrasi dan cetak sablon bagi sekitar 25 anggota Karang Taruna Curug Sangereng bertujuan meningkatkan keterampilan dan kreativitas anggota usia muda dalam menghadapi tantangan pengangguran. Dia mengakui , di desa Curug Sengereng minimnya kompetensi seni berdampak pada rendahnya potensi sosial ekonomi mereka. Program ini mendukung
pencapaian SDGs 4 dan 8 serta RIRN melalui pendekatan holistik berbasis life skill dan project- based learning. Mahasiswa dan dosen terlibat aktif sebagai fasilitator dan praktisi lapangan. Pelatihan ini
diharapkan mendorong kemandirian, kreativitas, dan peluang ekonomi melalui industri kreatif, serta menjadi solusi atas ketimpangan keterampilan di era bonus demograf.
Selain mendapatkan pelatihan pembuatan gambar manual untuk dijadikan sablon, para peserta juga mendapat pelatihan membuat rancangan gambar sablon yang dipandu oleh Dosen Desain Komunikasi Visual UMN, Tomy Fasial Alim dan pelatihan menggambar digital menggunakan AI oleh Indiwan Seto Wahyu Dosen Ilmu Komunikasi UMN.
Menurut Indiwan Seto, di era dimana AI sudah ada di mana-mana, pembuatan desain kaos atau bahan sablon lainnya menjadi makin mudah dan atraktif.
“Pemanfaatan AI dalam industri desain sablon memberikan efisiensi tinggi, mulai dari mempercepat eksplorasi ide visual hingga menyempurnakan kualitas gambar secara otomatis. Cukup dengan instruksi teks, AI mampu menghasilkan beragam variasi konsep desain, meningkatkan resolusi gambar yang pecah, serta mengonversinya menjadi format vektor tajam yang siap cetak.” Ujar dosen UMN ini.
Menurut dia, AI juga bisa membantu dalam proses teknis seperti pemisahan warna (color separation), penghapusan latar belakang, hingga pembuatan mockup produk yang realistis dapat dilakukan dalam hitungan detik. Kehadiran AI ini memangkas waktu kerja teknis secara signifikan, sehingga desainer dan pemilik usaha sablon bisa lebih fokus pada proses produksi serta strategi pemasaran.
“ Cukup masukkan perintah teks (prompt), AI bisa menghasilkan puluhan ide visual unik dalam hitungan detik.Kita bisa dengan mudah mencoba berbagai gaya desain—seperti cyberpunk, vintage, anime, Pop Art, typography 3D, hingga minimalist—tanpa harus menggambar ulang dari awal.” Ujar Indiwan Seto wahyu.
Acara pelatihan dan praktik pembuatan sablon ini akhirnya ditutup dengan penyerahan asset berupa alat-alat Sablon dan mesin press sablon yang diharapkan bisa membantu pemuda Karang Taruna yang akan meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka membuat karya desai menggunakan teknik sablon. ( ****)
By FIKOM UMN
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




