
Career and Scholarship Expo UMN 2026, hadirkan lebih dari 50+ Perusahaan dan Beasiswa Studi Lanjut!
Mei 18, 2026
Pelaksanaan Sustainability Talks dan Nobar Film “Menolak Punah” (Dok. RIS UMN)
TANGERANG – Krisis lingkungan sering kali dibayangkan sebagai bencana berskala besar di luar sana. Padahal, krisis tersebut nyatanya sedang berlangsung diam-diam di lemari pakaian, mesin cuci, dan bahkan menempel di atas kulit kita sendiri. Mengangkat urgensi tersebut, Fakultas Seni & Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berkolaborasi dengan Center for Sustainability UMN menggelar acara Sustainability Talk dan pemutaran film dokumenter bertajuk “Menolak Punah”.
Kegiatan ini juga mengangkat isu yang berkaitan erat dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being, SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 13: Climate Action, SDG 14: Life Below Water, serta SDG 15: Life on Land. Isu mikroplastik, limbah tekstil, pola konsumsi fesyen cepat, hingga hilangnya praktik tenun tradisional menjadi gambaran nyata bagaimana persoalan lingkungan, kesehatan, budaya, dan konsumsi saling terhubung dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi Sustainability Talk dipandu langsung oleh Maria Advenita Gita Elmada, S.I.Kom., M.Si., yang menjembatani diskusi kritis antara audiens mahasiswa dengan Aji Yahuti, sineas yang bertindak sebagai sutradara dokumenter tersebut.
Film “Menolak Punah” yang diproduksi oleh Ekspedisi Indonesia Baru (karya Aji Yahuti bersama Dandhy Laksono) ini memberikan tamparan keras mengenai bahaya laten fast fashion. Alih-alih sekadar menampilkan kerusakan alam secara umum, film ini membongkar fakta mengerikan tentang ketergantungan industri fesyen modern pada bahan sintetis seperti poliester. Dokumenter ini mengungkap bahwa jutaan partikel mikroplastik terlepas setiap kali pakaian berbahan poliester dicuci. Partikel tersebut tidak hanya mencemari air dan tanah, tetapi kini telah menjadi polutan yang mengudara (airborne).
Dalam diskusi tersebut, dibahas salah satu poin paling krusial dari film: mikroplastik dari pakaian kini telah menginvasi organ vital manusia—bahkan residunya ditemukan di dalam sperma hingga air susu ibu (ASI). Jika gaya hidup ini terus diwariskan, tumpukan mikroplastik dalam jangka panjang berpotensi memicu penyakit degeneratif, gangguan pernapasan, hingga stroke, yang pada akhirnya akan menjadi bom waktu bagi sistem kesehatan publik negara. Selain kesehatan, film ini juga menyentuh ironi keterputusan budaya, di mana tradisi tenun lokal yang tadinya sangat lekat dengan kearifan alam perlahan tergeser oleh masifnya benang sintetis buatan pabrik.
Di hadapan civitas akademika UMN, Aji Yahuti menegaskan bahwa tujuan utama dari film ini bukanlah untuk menggurui, melainkan untuk menggulirkan percakapan terkait ini di masyarakat. Film ini hadir sebagai alarm kegelisahan agar masyarakat—khususnya generasi muda—tidak berhenti membicarakan dan membedah krisis ekologis yang ada di depan mata.
Solusi terbesar ditekankan pada perubahan perilaku (behavioral change) di level individu konsumen. Mahasiswa diajak untuk lebih selektif saat membeli pakaian, memprioritaskan penggunaan serat alami yang bisa terurai, serta secara sadar memangkas konsumsi fesyen berbasis plastik. Bukti nyata bahwa acara ini berhasil membuka mata audiens terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan oleh panitia. Berdasarkan pre-test dan post-test yang diberikan kepada peserta sebelum dan sesudah acara, tercatat adanya lonjakan kenaikan pengetahuan sebesar 80% terkait isu krisis fesyen dan lingkungan.
Melalui kolaborasi FSD dan CfS dalam Sustainability Talk ini, UMN berharap wacana tentang fesyen berkelanjutan tidak berhenti pada kredit akhir film saja. Sebab, seperti pesan kuat dari karya tersebut, menjaga percakapan tentang bumi untuk terus hidup dan berjalan adalah langkah pertama agar kita benar-benar mampu menolak punah.
By Center for Sustainability UMN
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




