
PPAr Clinic UMN Kupas Dinamika Profesi Arsitektur Bersama Praktisi Nasional
Mei 11, 2026
Perluas Jejaring Global, UMN Bahas Peluang Kolaborasi dengan Italian Embassy to Indonesia dan Uni-Italia
Mei 12, 2026
Foto bersama jajaran rektorat UMN bersama jajaran Universiti Malaya (Dok. UMN)
Tangerang, (08/05/2026) – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama Universiti Malaya berkolaborasi menyelenggarakan program student mobility selama tiga hari di UMN. Mengusung tema “INCLUDE : International & Inclusive Learning for Diverse Excellence”, program ini menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas budaya yang inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas.
Dalam mewujudkan pendidikan yang merata dan inklusif, UMN terus menghadirkan berbagai program kolaborasi internasional yang memberikan kesempatan belajar bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Melalui program student mobility INCLUDE, UMN bersama Universiti Malaya berupaya menciptakan ruang pembelajaran lintas budaya yang inklusif sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya akses pendidikan bagi semua individu.
“Saya merasa senang dapat berkolaborasi bersama UMN khususnya dalam program student mobility bersama mahasiswa penyandang disabilitas. Kegiatan ini menjadi penting bagi kami untuk memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa. Ini juga menjadi kali pertama kami melaksanakan kegiatan student mobility, dan saya merasa senang UMN menjadi perguruan tinggi pertama yang mendukung serta terlibat dalam kegiatan ini”, ucap Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mahadzir, selaku Short-Term Outbound Programme Coordinator Global Mobility Centre, Universiti Malaya
Ahmad berharap program student mobility nantinya bisa semakin besar dan dilaksanakan dari tahun ke tahun, dengan melibatkan perguruan tinggi lainnya serta membawakan ragam tema yang berbeda-beda. Bagi Ahmad, ini menjadi langkah awal dalam kolaborasi yang lebih erat lagi baik antara mahasiswa maupun dosen-dosen nantinya.
“Kegiatan Student Mobility ini menjadi kesempatan yang baik untuk UMN karena sejalan dengan program internasionalisasi kami dalam memperluas kolaborasi. Selain itu, lewat program ini UMN bisa mempelajari banyak hal utamanya tentang pendidikan yang inklusif khususnya untuk mahasiswa penyandang disabilitas. Kami yakin pendidikan yang berkualitas pantas diberikan untuk semua individu dari berbagai latar belakang”, sambut Dr. Andrey Andoko selaku Rektor UMN.
Inklusivitas pendidikan di UMN sendiri sudah tertuang dan berjalan lewat Unit Layanan Disabilitas (ULD). Andrey berharap lewat program kolaborasi antara UMN dan Universiti Malaya dapat memperkuat hubungan antar perguruan tinggi, serta diharapkan program ini bisa berjalan secara konsisten kedepannya.
“Program ini menjadi berharga untuk kami, utamanya dalam memperluas pengalaman pembelajaran mahasiswa Universiti Malaya terkait kebudayaan Indonesia. Lewat program ini diharapkan mahasiswa yang datang dan belajar di UMN bisa mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah didapatkan”, ucap Prof. Dr. Friska Natalia, S.Kom., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi.
Selain pengalaman baru, Friska meyakini melalui program student mobility, UMN dapat menggali dan mengetahui banyak hal terkait pendidikan yang inklusif, sehingga bisa menjadi bekal berharga untuk UMN dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Friska berharap kolaborasi ini dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Saya merasa senang UMN dapat melaksanakan program student mobility bersama Universiti Malaya. Lewat program ini saya rasa dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas lagi, terutama terkait pengembangan pendidikan untuk penyandang disabilitas. Selain itu, saya harap nantinya akan semakin banyak kolaborasi yang bisa dilakukan bersama terkait program-program kemahasiswaan seperti joint-competition”, ucap Dr. Ika Yanuarti, S.E., M.S.F, CSA., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan.
Ika juga berharap nantinya para mahasiswa Universiti Malaya yang tergabung dalam program student mobility mendapatkan pengetahuan baru lewat berbagai kegiatan yang akan diikuti selama di UMN. Pada kesempatan ini, Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Keberlanjutan juga turut menyampaikan pandangannya terkait program ini.
“Kolaborasi ini tidak hanya mendukung program internasionalisasi UMN saja, tapi juga menjadi bukti nyata komitmen tegas UMN dalam mendukung Sustainability Development Goals (SDGs). Melihat program ini bersangkutan banyak dengan SDGs, saya harap kolaborasi antara UMN dan UM bisa berjalan secara konsisten, dan memberikan dampak positif terutama dalam lingkup perguruan tinggi”, jelasnya.
Sari berharap program-program student mobility ini bisa semakin luas dan tentunya melibatkan lebih banyak perguruan tinggi internasional lainnya. Lewat program ini diharapkan menjadi bukti komitmen UMN dalam memberikan pendidikan yang berkualitas global dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan Student Mobility INCLUDE

Kegiatan Student Mobility dengan sesi bersama Perhotelan UMN (Dok. UMN)
Selama tiga hari, para mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang ada di UMN mulai dari welcoming ceremony oleh rektorat UMN, Indonesian Cuisine Cooking Class, sensory play, dan Art Therapy bersama ULD UMN
“Saya merasa senang dapat mengunjungi dan melihat langsung kampus dan fasilitas yang ada di UMN. Saya melihat fasilitas khususnya untuk penyandang disabilitas cukup lengkap di UMN, dan ini menjadi hal baik menurut saya”, ucap Yu Xi Jian mahasiswa Universiti Malaya yang terlibat dalam Student Mobility UMN.
Yu sendiri juga merasa senang dapat mempelajari kebudayaan baru, khususnya belajar dan terlibat dalam kelas memasak. Yu mengikuti kelas memasak bersama program studi perhotelan, dan memasak pisang bolen. Baginya, ini menjadi pengalaman baru baik dalam mempelajari ragam budaya.
“Pengalaman saya mengikuti kegiatan student mobility ke UMN sangat menyenangkan, saya berkesempatan untuk melihat kampus UMN secara langsung. Selain itu, saya juga melihat berbagai kesamaan yang ada antara UMN dan UM baik kebudayaan maupun fasilitas lengkap yang diberikan”, ucap Irshad Fikri bin Shahrizal salah satu mahasiswa Universiti Malaya yang juga terlibat dalam Student Mobility UMN.
Irshad sendiri melihat berbagai kesamaan yang tersedia di UMN mulai dari teknologi yang tersedia, hingga kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia yang tidak berbeda jauh. Irshad berharap melalui kegiatan ini nantinya dapat membawa pembelajaran baru.
Selain kegiatan dalam kampus, para mahasiswa yang mengikuti kegiatan student mobility kali ini juga berkesempatan untuk mengunjungi desa binaan UMN Desa Bandung. Pada kunjungan ini para mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan kebudayaan Indonesia dengan bermain mainan tradisional Indonesia. Melalui kegiatan ini, diharapkan nantinya UMN dapat terus menekankan komitmennya pada keberlanjutan.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




