
Kuliah di Era AI: Jurusan Data Science dan Pilihan Lain yang Menjanjikan
April 13, 2026
Jurusan Kuliah dengan Tingkat Kesulitan Tinggi Menjadi Peluang Bagi Masa Depan
April 13, 2026
Kegiatan RIS Expo 2026 UMN (Dok. UMN)
Tangerang, (10/04/2026) – Divisi Research, Innovation, and Sustainability (RIS) UMN terus mendorong kolaborasi dan pengembangan riset berkelanjutan melalui kegiatan RIS Expo 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 9–10 April 2026 dengan menghadirkan para dosen sebagai pembicara utama dalam rangka berbagi wawasan, karya, hasil penelitian, serta inovasi kepada sivitas akademika dan publik.
UMN terus menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan riset inovatif. Melalui kegiatan RIS Expo 2026 dengan tema “Smart & Sustainable Futures” menegaskan peran UMN dalam mendorong lahirnya solusi berbasis riset yang mampu menjawab tantangan global sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kegiatan RIS Expo 2026 dibuka oleh Prof. Dr. Florentina Kurniasari T., S.Sos., M.B.A., selaku Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Keberlanjutan UMN.
“RIS Expo menjadi kegiatan perdana dari departemen RIS tujuan kegiatan ini tentunya untuk mendukung dan mewujudkan rencana strategis UMN dalam ‘Excellent University With Strong Research’. Seperti yang kita bisa ketahui, riset memegang peranan penting dan sebagai indikator utama suatu Universitas”, ucap Prof. Sari.
Dalam kesempatan ini, Prof. Sari juga menegaskan komitmennya dalam terus meningkatkan riset UMN kedepannya, tentu peningkatan riset ini tidak semata-mata angka publikasi saja tapi juga bagaimana keberhasilan dan kontribusi yang diberikan nantinya.
“Saya harap lewat kegiatan ini para dosen UMN terdorong untuk terus menghasilkan riset dan karya-karya yang berdampak. Utamanya terkait topik cluster UMN yakni Artificial Intelligence (AI) dan Keberlanjutan, serta turut menggandeng stakeholder UMN. Diharapkan lewat meningkatnya riset di UMN juga bisa meningkatkan jenjang akademik para dosen”, tambah Prof. Sari.
Pada hari pertama, (09/04) RIS Expo menghadiri talkshow RI-Connect I bertajuk “Sustainable Futures : Research Innovation for Energy, Community, Culture, and Business”, yang dibicarakan oleh Dr. Tangguh Okta Wibowo, S.Hum., M.A., Fonita Theresia Yoliando, S.Ds., M.A., Elissa Dwi Lestari, S.Sos., M.S.M., dan Dr.techn. Rahmi Andarini, S.T., M.Eng.Sc.
Melanjuti sesi pertama, RI-Connect II juga menghadiri talkshow dengan perspektif yang berbeda dengan tema “From Local Action to Sustainable Impact”, bersama Adestya Ayu Armelia, SST.Par., M.Si.Par., Rizki Tridamayanti Siregar, S.Pd., M.T., Rossalyn Ayu Asmarantika, S.Hum., M.A., Edo Tirtadarma, S.Ds., M.Ds., Dr. Freta Oktarina, S.Sn., M.Ars.
Pada hari kedua, (10/04) RI-Connect III dilanjuti dengan talkshow “Impactful AI Research for Real World Solutions” bersama Dr. Niknik Mediyawati K, S.Pd., M.Hum., Dr. Nabila Husna Shabrina, S.T., M.T., Dr. Irmawati, S.Kom., M.M.S.I. Ketiga pembicara membahas secara mendalam bagaimana pemanfaatan teknologi AI dapat memberikan dampak berkelanjutan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh masyarakat.
Menutup kegiatan RIS Expo, rangkaian RI-Connect diperkaya dengan talkshow bersama Prof. Dr. Ir. Muji Setiyo, S.T., M.T., selaku Guru Besar Universitas Muhammadiyah Magelang. Prof. Muji merupakan salah satu World’s Top 2% Scientist 2025 dan Top 2% Ilmuan Dunia versi Stanford University. Pada sesi ini Prof. Muji mengangkat topik “Navigating Academic Careers Through Research Roadmaps”.
“Saat ini perguruan tinggi dihadapi masalah tentang arus informasi yang secara terus-menerus berdatangan dengan cepat. Melihat ke belakang, mungkin dulu perguruan tinggi berperan sebagai pusat informasi yang lebih ‘pintar’, tapi saat ini masyarakat mendapatkan informasi secara real time, sehingga pengetahuan juga lebih mudah tersebar”, papar Prof. Muji.
Bagi Prof. Muji, fenomena ini harus menjadi perhatian dan mendorong para dosen untuk lebih meningkatkan pengetahuan agar tetap berkontribusi pada masyarakat. Selain itu, hal ini menjadi kesempatan untuk para dosen melakukan riset, mengingat dosen memiliki kewenangan untuk melakukan riset.
“Lantas bagaimana kita bisa tetap menekuni karir kita, dan berkomitmen pada Tri Dharma Perguruan Tinggi? Yakni dengan membuat roadmap perjalanan karir kita sebagai dosen. Kita harus terapkan bagaimana perjalanan kita, tidak hanya penelitian dan riset saja”, tambah Prof. Muji.
Bagi Prof. Muji, roadmap jenjang pendidikan menjadi penting mengingat perjalanan dosen menjadi guru besar membutuhkan waktu dan juga komitmen yang ditekuni. Prof. Muji sendiri meyakini UMN memberikan dukungan yang besar terhadap karir akademik para dosen.
“Melihat perkembangan dunia yang sangat cepat, tips yang bisa saya berikan kepada para dosen adalah melakukan riset yang ada di industri maupun masyarakat. Tentu lewat riset ini nantinya tidak hanya memberikan dampak secara luas saja, tapi juga memberikan turunan kepada program studi yang diampu hingga kurikulum di lingkungan UMN”, tegas Prof. Muji.
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




