
UMN Resmikan Program RPL, Buka Akses Kuliah Lebih Fleksibel bagi Profesional
April 9, 2026
Ilustrasi profesi di bidang sustainability (Sumber: Freepik/jcomp)
Dalam beberapa tahun terakhir, minat generasi muda terhadap green careers atau karier berbasis lingkungan meningkat drastis. Profesi di bidang sustainability, ESG (Environmental, Social, Governance), hingga energi terbarukan kini menjadi bagian penting dari masa depan dunia kerja.
Perubahan ini tidak terjadi secara kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor global seperti krisis iklim, transformasi industri, dan perubahan nilai generasi muda itu sendiri. Fenomena ini menunjukkan bahwa pilihan karier saat ini tidak hanya didasarkan pada gaji, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Lalu, apa sebenarnya yang membuat green careers begitu diminati generasi muda saat ini? Berikut penjelasannya sobat UMN!
1. Kesadaran Tinggi terhadap Krisis Lingkungan
Generasi muda saat ini tumbuh di tengah ancaman nyata perubahan iklim, sehingga memiliki tingkat kepedulian yang lebih tinggi terhadap isu lingkungan. Mereka melihat bahwa pekerjaan bisa menjadi sarana untuk berkontribusi dalam mengatasi krisis global yang sedang terjadi. Oleh karena itu, banyak anak muda mulai mempertimbangkan karier yang selaras dengan nilai kepedulian terhadap bumi.
Baca juga: Green Jobs: Jurusan Kuliah untuk Karir Sustainability
2. Peluang Kerja yang Terus Tumbuh
Perkembangan ekonomi hijau membuka peluang kerja baru di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan hingga manajemen ESG. Menurut World Economic Forum, pertumbuhan pekerjaan di bidang ini cenderung lebih cepat dibandingkan sektor lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa green careers memiliki prospek yang cerah dalam jangka panjang. Generasi muda pun melihat peluang ini sebagai kesempatan untuk membangun karier yang stabil dan relevan dengan kebutuhan masa depan.
3. Demand Tinggi, Supply Masih Terbatas
Meskipun permintaan tenaga kerja di bidang sustainability meningkat pesat, jumlah tenaga ahli yang tersedia masih terbatas. Kebutuhan akan keterampilan sustainability tumbuh lebih cepat dibandingkan ketersediaannya di pasar kerja. Kondisi ini menciptakan peluang besar bagi generasi muda untuk masuk ke industri ini dengan persaingan yang relatif lebih rendah.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah yang Dibutuhkan 5 Tahun ke Depan Berbasis Sustainability
4. Karier yang Lebih Purpose-Driven
Salah satu alasan utama generasi muda memilih green careers adalah keinginan untuk memiliki pekerjaan yang bermakna. Mereka cenderung mencari karier yang tidak hanya memberikan penghasilan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Green careers menawarkan kombinasi antara tujuan pribadi dan dampak sosial yang positif.
5. Gaji dan Prospek Karier yang Kompetitif
Seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di bidang sustainability, perusahaan mulai menawarkan gaji yang kompetitif untuk menarik talenta terbaik. Karier di bidang ini juga memiliki jalur pengembangan yang jelas, mulai dari posisi entry-level hingga manajerial. Hal ini membuktikan bahwa green careers tidak hanya idealis, tetapi juga menjanjikan secara finansial.
Green careers menjadi pilihan favorit generasi muda karena menawarkan kombinasi antara peluang kerja yang luas, dampak positif, dan prospek karier yang menjanjikan. Perubahan pola pikir generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan turut mendorong peningkatan minat di bidang ini. Selain itu, dukungan dari industri dan kebijakan global semakin memperkuat posisi karier sustainability.
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




