
Alasan Memilih Karier Sustainability di Tengah Krisis Global dan Konflik Timur Tengah
April 8, 2026
Ilustrasi peneliti di lingkup sektor ESG (Sumber: Freepik.com)
Green career menjadi salah satu pilihan karier yang semakin relevan bagi Gen Z. Perusahaan di berbagai sektor kini tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berupaya menerapkan prinsip keberlanjutan melalui (Environmental, Social, Governance). Hal ini mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan ramah lingkungan atau green skills. Berikut adalah sederetan skill green career yang wajib kamu miliki sobat UMN!
1. Pemahaman Dasar Sustainability dan ESG
Pemahaman mengenai sustainability dan ESG menjadi fondasi utama dalam membangun green career di era globalisasi. Gen Z perlu memahami isu seperti perubahan iklim, energi terbarukan, serta praktik bisnis berkelanjutan yang kini menjadi standar baru dunia kerja. Banyak perusahaan telah mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke berbagai fungsi kerja, mulai dari operasional hingga manajemen strategis.
Baca juga: Green Jobs: Jurusan Kuliah untuk Karir Sustainability
2. Data Analysis dan Green Data Skills
Kemampuan analisis data menjadi salah satu skill penting dalam green career karena banyak keputusan berbasis sustainability bergantung pada data. Profesional di bidang ini dituntut mampu mengukur emisi karbon, menganalisis dampak lingkungan, serta menyusun laporan ESG secara akurat. Seiring perkembangan teknologi, kebutuhan green data skills juga terus meningkat di berbagai sektor seperti keuangan, manufaktur, dan teknologi.
3. Digital Skills dan Teknologi Berkelanjutan
Selain data, kemampuan digital juga menjadi faktor penting dalam menunjang green career di era globalisasi. Teknologi seperti artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan energi terbarukan berperan besar dalam meningkatkan efisiensi serta mengurangi dampak lingkungan. Gen Z yang memiliki kombinasi kemampuan digital dan pemahaman sustainability akan memiliki keunggulan kompetitif di dunia kerja. Integrasi teknologi dan keberlanjutan juga membuka peluang inovasi baru yang memberi dampak positif bagi bisnis dan lingkungan.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah yang Dibutuhkan 5 Tahun ke Depan Berbasis Sustainability
4. Problem Solving dan Critical Thinking
Permasalahan lingkungan yang kompleks membutuhkan kemampuan problem solving serta critical thinking yang kuat. Profesional di bidang sustainability sering menghadapi tantangan seperti pengelolaan limbah, efisiensi energi, hingga pengurangan emisi karbon. Oleh karena itu, kemampuan menganalisis masalah secara mendalam serta menemukan solusi inovatif menjadi sangat penting.
5. Communication dan Stakeholder Engagement
Dalam green career, kemampuan komunikasi memiliki peran yang tidak kalah penting dibandingkan kemampuan teknis. Profesional sustainability harus mampu menyampaikan ide, laporan, serta strategi kepada berbagai pihak, termasuk manajemen, investor, dan masyarakat. Selain itu, keterlibatan stakeholder menjadi kunci keberhasilan implementasi program keberlanjutan. Komunikasi yang efektif membuat pesan sustainability lebih mudah dipahami dan diterapkan secara luas.
Green career di era globalisasi menawarkan peluang besar bagi Gen Z untuk berkembang sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan. Tingginya permintaan terhadap green skills menunjukkan bahwa keterampilan ini akan menjadi kebutuhan utama di masa depan. Dengan mempersiapkan diri melalui pemahaman sustainability, kemampuan digital, dan soft skills yang kuat, Gen Z dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id




