
Gimana Strategi UMN dalam Mengurangi Sampah di Kampus?
Maret 26, 2026
Industri renewable energy membuka peluang karier lintas disiplin bagi generasi muda (Sumber Gambar: freepik/yanalya)
Industri renewable energy sering dianggap hanya terbuka bagi mahasiswa teknik. Padahal, transisi menuju energi bersih justru membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu. Mulai dari komunikasi, bisnis, desain, hingga ilmu sosial, semuanya punya peran penting dalam membangun ekosistem energi terbarukan yang berkelanjutan.
Seiring berkembangnya proyek energi surya, angin, hingga bioenergi, kebutuhan tenaga kerja nonteknis juga semakin besar. Berikut adalah peluang emas yang bisa diambil mahasiswa selain jurusan teknik untuk ikut terlibat langsung dalam industri masa depan yang berdampak positif bagi lingkungan. Simak penjelasannya sobat UMN!
- Bidang Komunikasi dan Public Relations
Perusahaan renewable energy membutuhkan tim komunikasi untuk membangun citra positif dan meningkatkan kesadaran publik. Lulusan komunikasi, jurnalistik, atau hubungan masyarakat bisa bekerja sebagai PR officer, media relation, atau campaign strategist. Tugasnya mencakup mengelola media sosial, membuat siaran pers, hingga menyusun strategi komunikasi proyek energi hijau. Peran ini sangat krusial agar masyarakat memahami manfaat dan urgensi energi terbarukan.
- Marketing dan Business Development
Industri energi terbarukan juga butuh tenaga pemasaran yang andal. Mahasiswa dari jurusan manajemen, pemasaran, atau bisnis digital bisa berkontribusi sebagai marketing executive atau business development officer. Mereka bertugas mencari mitra kerja, memasarkan produk atau layanan energi bersih, serta menyusun strategi ekspansi pasar. Tanpa pemasaran yang tepat, teknologi hijau sulit berkembang secara luas.
- Administrasi dan Human Resources (HR)
Setiap perusahaan, termasuk di sektor renewable energy, membutuhkan sistem administrasi dan manajemen SDM yang baik. Lulusan administrasi, psikologi, atau manajemen SDM memiliki peluang besar di bidang ini. HR berperan dalam rekrutmen, pengembangan karyawan, hingga membangun budaya kerja berkelanjutan. Ini membantu perusahaan menciptakan tim yang solid dan produktif.
- Desain Grafis dan Konten Kreatif
Mahasiswa DKV, multimedia, atau desain komunikasi visual juga sangat dibutuhkan. Mereka berperan membuat materi kampanye, infografik, video edukasi, hingga branding perusahaan. Visual yang menarik dapat meningkatkan pemahaman publik terhadap isu energi terbarukan. Dengan desain yang kuat, pesan tentang sustainability bisa tersampaikan lebih efektif.
- Analis Kebijakan dan Riset Sosial
Jurusan hubungan internasional, ilmu politik, atau sosiologi memiliki peran penting dalam menganalisis kebijakan energi. Mereka membantu perusahaan atau lembaga riset memahami regulasi dan dampak sosial proyek energi terbarukan. Pekerjaan ini mencakup penyusunan laporan kebijakan, riset lapangan, hingga advokasi energi bersih. Perannya strategis dalam mendorong transisi energi yang adil dan berkelanjutan.
Peluang kerja di industri renewable energy sangat luas dan tidak terbatas pada jurusan teknik. Justru, sektor ini membutuhkan beragam keahlian agar transisi energi berjalan secara menyeluruh. Bagi mahasiswa nonteknik, ini adalah kesempatan untuk berkontribusi dalam perubahan besar dunia. Dengan skill yang tepat dan semangat sustainability, karier di renewable energy sangat menjanjikan.
By Reyvan Maulid | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id



