Mira Lesmana: Pembuat Film Harus Selalu Terbuka Dengan Perubahan Teknologi

Mira Lesmana: Pembuat Film Harus Selalu Terbuka Dengan Perubahan Teknologi

Universitas Multimedia Nusantara

Mira Lesmana, Hadir Sebagai Pembicara Dalam E.T. Film Festival Seminar. Foto: Reviana Kristin

TANGERANG – International Office dan Korea Center Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bekerja sama dengan Program Studi Film dan Televisi menyelenggarakan acara Eat and Travel (E.T.) Film Festival Seminar yang disponsori oleh Daesang Group. Acara E.T. Film Festival Seminar ini diselenggarakan di Lecture Theatre P.K. Ojong – Jakob Oetama Tower UMN (25/02).

Dalam E.T. Film Festival Seminar ini turut hadir, Emmanuel Ernawan selaku Komisaris PT. Kompas Gramedia, Prof. Dr. <uliawati G. Siswanto, M.Eng. Sc.,], selaku Wakil Rektor Bidang Hubungan dan Kerja Sama UMN, Mr. Hoon Chang – CEO PT. Jico Agung, Mr. Ho Yeol selaku Manager PT. Jico Agung, Bapak Anthony selaku Managing Director Jico Agung, serta turut hadir Kus Sudarsono, S.E., M.Sn., selaku Ketua Program Studi Film dan Animasi UMN bersama dosen Film dan Animasi UMN.

Pada E.T. Film Festival kali ini, sebanyak dua belas Mahasiswa Indonesia diundang untuk berkolaborasi dengan dua belas Mahasiswa Korea Selatan untuk membuat film mengenai perjalanan kuliner dengan tema, “Food, Smartphone and Movie”. Proses syuting sendiri diselenggarakan di Indonesia dan Korea.

Universitas Multimedia Nusantara

Prof. Dr. Muliawati G. Siswanto, M.Eng.Sc., Wakil Rektor Bidang Hubungan dan Kerja Sama UMN Memberikan Kata Sambutan Dalam E.T. Film Festival. Foto: Reviana Kristin

Muliawati selaku Wakil Rektor Bidang Hubungan dan Kerja Sama UMN memberikan kata sambutan pada E.T. Film Festival Seminar.

“Hari ini adalah hari yang sangat penting sekali dimana kerja sama antara dunia kampus dengan dunia industri yang merupakan tema besar dari universitas yang bergengsi,” ujar Muliawati.

Universitas Multimedia Nusantara

Kus Sudarsono, S.E., M.Sn., Ketua Program Studi Film dan Animasi UMN Memberi Kata Sambutan Dalam E.T. Film Festival Seminar. Foto: Reviana Kristin

Kus Sudarsono selaku Ketua Program Studi Film dan Animasi UMN mengungkapkan bahwa disrupsi juga terjadi di dunia film.

“Ini adalah disrupsi dimana di zaman dulu membuat film itu sangat mahal, sekarang menjadi jauh lebih murah,” ujar Kus.

Meski demikian, Kus menyampaikan meskipun biaya pembuatan film semakin murah tidak membuat proses pembuatan film menjadi lebih mudah.

E.T. Film Festival Seminar Hadirkan Mira Lesmana

Pada E.T. Film Festival Seminar ini, Mira Lesmana, produser dari beberapa film sukses seperti Laskar Pelangi, Ada Apa dengan Cinta dan Petualangan Sherina turut hadir menjadi pembicara membawakan tema “Sustainable Film Business in the Disruption Era”.

Menurut Mira, film memiliki tiga disiplin salah satunya adalah teknologi. Mira menyebutkan ketika berbicara teknologi, teknologi akan selalu berkembang dan selalu berubah.

Mira menyebutkan perkembangan teknologi tersebut dapat menjadi mindset bagi pembuat film untuk selalu terbuka dengan perubahan teknologi.  Selanjutnya, Mira menjelaskan jika seorang pembuat film tidak terbuka dengan perubahan teknologi maka pembuat film tersebut akan tertinggal dan  sulit untuk bertahan di dunia perfilman.

Lebih lanjut, Mira mengungkapkan bahwa untuk menghadapi perubahan, seorang pembuat film harus antusias untuk terus belajar.

“Kita tidak boleh menutup diri, dan merasa apa yang kita lakukan ini adalah selalu yang terbaik,” ujar Mira.

Di era disrupsi saat ini, dunia perfilman juga terkena dampaknya. Namun, menurut Mira disrupsi akan selalu ada hanya bagaimana pembuat film memandang disrupsi tersebut dari sudut pandangnya.

Mira Lesmana Senang Ada Universitas yang Memiliki Jurusan Film.

“Menurut aku menarik banget bisa ngumpulin Mahasiswa dalam satu ruangan, sharing session. Bagus banget, seru sih aku yakin pasti mereka (Mahasiswa UMN) seneng dengan acara seperti ini,” ungkap Mira Lesmana mengungkapkan pendapatnya mengenai acara E.T. Film Festival Seminar di UMN.

Universitas Multimedia Nusantara

Mira Lesmana Membawakan Materi “Sustainable Film Business in the Disruption Era” Pada E.T. Film Festival Seminar. Foto: Reviana Kristin

Mira berujar bahwa perkembangan film tidak ada artinya apabila tidak ada regenerasi dan pendidikan film tidak diramaikan.  Mira sendiri peduli terhadap pentingnya pendidikan film di tanah air.

“Saya selalu menyuarakan betapa pentingnya pendidikan film,” ujar Mira.

Sebagai pegiat di dunia film, Mira mengaku senang UMN sebagai salah satu universitas yang memiliki jurusan perfilman dan animasi.

“Tentu (saya) senang ada universitas yang memasukkan film sebagai jurusannya,” tutup Mira.

UMN, sebagai salah satu universitas yang memiliki jurusan film tentu berkomitmen untuk menghasilkan lulusan-lulusan yang dapat berkontribusi bagi dunia perfilman di tanah air.

*by Reviana Kristin – Universitas Multimedia News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id