Duta Anti Narkoba UMN 2018

Duta Anti Narkoba UMN 2018

badan narkotika nasional bnn anti narkoba Rony Patinasarani Foundation seminar umn universitas multimedia nusantara universitas terbaik di jakarta

Pemberian penghargaan oleh Duta Anti Narkoba Gen 2 Bella Viona C (kiri) dan Agnes Tahir (kanan) kepada Jason Leonard Djuandi dan Kezia Gananda (tengah)

TANGERANG – Kezia Gananda dan Jason Leonard Djuandi resmi terpilih sebagai Duta Anti Narkoba UMN periode 2018/2019 di Malam Penganugerahan Duta Anti Narkoba Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Gen 3 yang berlangsung pada Kamis (08/11). 

Sebagai Duta Anti Narkoba UMN 2018 Jason dan Kezia ingin melaksanakan program yang interaktif guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa UMN tentang narkoba. Selain itu, mereka juga berharap bisa melaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah terdekat untuk memberikan edukasi bahwa mengonsumsi obat terlarang bukanlah jalan keluar dari suatu masalah dan mendukung generasi muda untuk terus meningkatkan prestasi.

“Tentunya saya akan melakukan program-program kerja yang lebih interaktif dari generasi 2. Saya akan mengadakan games setiap minggunya yang tentu akan melatih seberapa tahu sih mahasiswa UMN tentang narkoba itu sendiri. Kedua, saya akan melakukan sosialisasi kepada SD, SMP dan SMA terdekat supaya mereka tahu bahwa solusi (suatu masalah) bukan hanya narkoba. Kekerenan seseorang juga tidak diukur dari apa yang kita konsumsi, tetapi dari prestasi,” jelas Jason.

Tahun ini adalah tahun ketiga Duta Anti Narkoba UMN mencari duta selanjutnya usai masa dedikasi generasi 2 sebelumnya. Semua kontestan harus melalui beberapa tahapan seleksi seperti Focus Group Discussion (FGD), wawancara dan mini class sampai akhirnya menyisakan sembilan finalis pada malam penganugerahan.

Baca juga : Urgensi Keberadaan Narkotika di Kehidupan Pelajar Indonesia

badan narkotika nasional bnn anti narkoba Rony Patinasarani Foundation seminar umn universitas multimedia nusantara universitas terbaik di jakarta

Sembilan Finalis Duta Anti Narkoba UMN 2018

Malam Penganugerahan dibuka dengan penampilan dari mahasiswa dan para finalis. Acara yang dilaksanakan di Lecture Theatre UMN ini diramaikan dengan kehadiran teman-teman dan juga keluarga dari para finalis. Sebelum menentukan pemenang, para finalis diberikan beberapa pertanyaan oleh para juri seputar pencegahan penggunaan dan penyebaran obat terlarang di kalangan mahasiswa. Salah satu juri yang hadir yaitu Dosen Sekolah Tinggi Kepolisian AKBP Halimah.

Baca juga : Peran Institusi Pendidikan Dalam Memerangi Narkoba

Dalam sambutannya, Halimah memberikan data tentang banyaknya kasus narkoba yang terjadi di Indonesia. Banyak dari kasus tersebut yang menyerang anak muda. Menurutnya, Duta Anti Narkoba adalah salah satu upaya untuk melakukan pencegahan dalam dunia perkuliahan.

“Yang dilakukan oleh UMN adalah salah satu bentuk pencegahan narkoba di lingkungan kampus. Di lingkungan masyarakat bagaimana caranya? Ya kita harus melaporkan hal-hal yang mencurigakan,” tutup Halimah. (ADA/CRA)

 

*Alya Dwi Achyarini – Universitas Multimedia Nusantara News service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantara. www.umn.ac.id