Utamakan Kompetitifitas, 90 Persen Lulusan UMN Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

Utamakan Kompetitifitas, 90 Persen Lulusan UMN Sudah Bekerja Sebelum Wisuda

William Darian bekerja sebagai Software Engineer PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati.com) (dok.UMN)

William Darian bekerja sebagai Software Engineer PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati.com) (dok.UMN)

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) berkomitmen untuk terus mampu menghasilkan karakter lulusan kompetitif dan siap menghadapi dinamika dunia kerja yang kian berkembang di era digital. Keunggulan tersebut pun terbukti lewat survei yang menyimpulkan bahwa 90 persen lulusan UMN sudah bekerja bahkan sebelum wisuda.

Buah dari komitmen UMN salah satunya terlihat dari keberhasilan yang dialami William Darian. Mahasiswa terbaik lulusan Program Studi Komputer pada Wisuda XVI UMN ini sudah bekerja sebagai Software Engineer PT Dwi Cermat Indonesia (Cermati.com).

William mengatakan kesuksesannya tidak terlepas dari dukungan fasilitas yang diberikan oleh UMN. Salah satunya adalah Laboratorium Embedded System yang diakui sangat memudahkannya selama menempuh perkuliahan.

“Keberadaan laboratorium ini mendukung untuk mengerjakan tugas akhir mata kuliah yang tidak dapat dikerjakan di rumah karena keterbatasan alat dan bahan. Banyak ide, usaha dan pencapaian yang dilahirkan di laboratorium tersebut,” kata William.

Selain dukungan fasilitas kampus, William juga mengasah softskill-nya dengan mengikuti berbagai macam perlombaan. Sebut saja XL IoT competition dan Kompas Gramedia Hackathon, serta perlombaan Huawei Routing & Switching National Competition yang membawanya ke Shenzhen, China.

William bersama dengan 13 mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika UMN lainnya juga mendapatkan hibah dari Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD), sebuah dinas pertukaran akademik di Jerman, sebesar 16.875 Euro.

90 Persen Mahasiswa UMN Sudah Bekerja sebelum Wisuda (dok.UMN)

90 Persen Mahasiswa UMN Sudah Bekerja sebelum Wisuda (dok.UMN)

Dengan hibah tersebut, William memperoleh kesempatan untuk mempelajari revolusi industri 4.0 dalam kunjungan langsung ke Universitas Köln, Jerman. William menuturkan kunjungan tersebut membuatnya banyak belajar tentang otomasi robotik sebagaimana yang digambarkan oleh Industri 4.0.

“Perbedaan (standar industri di Jerman yang lebih maju) ini membuka mata saya tentang apa yang bisa dilakukan oleh Indonesia yang kaya akan sumber daya bila negeri ini menjadi adidaya dunia,” tutur William.

Cerita kesuksesan yang sama juga datang dari Claudia Suwardi yang bekerja sebagai Assistant Brand Manager Lifebuoy Unilever Indonesia. Lulusan terbaik Program Studi Ilmu Komunikasi UMN ini aktif tergabung dalam komunitas UMN Radio dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Katak. Ia juga berpartisipasi dalam kompetisi di luar kampus, seperti lomba news presenting, Kyoto International Film and Art Festival 2018 di Jepang, serta Eat & Travel Film Festival di Korea Selatan.

“Saya juga sering mengikuti lomba di luar kampus untuk lebih mengetahui kapasitas diri dan melatih jiwa kompetitif, seperti salah satu nilai 5C yang dijunjung tinggi Kompas Gramedia, Competitive,” kata Claudia.

Claudia Suwardi sebagai Assistant Brand Manager Lifebuoy Unilever Indonesia (dok.UMN)

Claudia Suwardi sebagai Assistant Brand Manager Lifebuoy Unilever Indonesia (dok.UMN)

Claudia juga memperoleh kesempatan untuk berkontribusi dalam perhelatan olahraga terbesar kedua di dunia, Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. “Saya berkesempatan untuk melakukan kerja magang dengan International Games Broadcast Services (host broadcaster dari Asian Games 2018 Jakarta-Palembang),” lanjut Claudia.

Dalam waktu ke depan, fokus UMN tidak hanya berhenti pada menyiapkan lulusan kompetitif dalam menghadapi dunia kerja. Lebih lanjut, UMN juga berkomitmen untuk menghasilkan generasi lulusan yang berani menjajaki bidang wirausaha.

Komitmen tersebut sudah dibuktikan lewat desain pendidikan UMN yang selama ini dibuat sejalan dengan nilai-nilai Technopreneurship. “Melalui pembaruan kurikulum, tata ulang metode pembelajaran seperti penerapan collaborative learning, ditambah dengan menu entrepreneurship dan motivasi untuk menjadi insan pembelajar yang adaptif, diharapkan mahasiswa UMN setelah lulus punya bekal untuk menjadi technopreneur,” tutup Ninok Leksono selaku Rektor UMN dalam Wisuda XVI UMN di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD pada Sabtu (30/11). (*)

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id