UI Greenmetric Program

UMN berkomitmen kuat pada keberlanjutan dan berpartisipasi aktif dalam UI GreenMetric. Universitas swasta terdepan ini berhasil menciptakan ekosistem kampus hijau melalui berbagai inisiatif seperti penerapan IPAL, panel surya, dan konsep smart and green building (seperti New Media Tower) guna menekan jejak karbon.

Keikutsertaan UMN memperkuat reputasinya sebagai pelopor pendidikan berkelanjutan di Indonesia. UMN menjadikan keberlanjutan sebagai budaya yang mengintegrasikan teknologi dan kesadaran lingkungan, sekaligus mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin yang berwawasan hijau dan bertanggung jawab.

Infrastruktur Universitas Multimedia Nusantara

Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
beralamat di Jl. Boulevard Gading Serpong, Scientia Garden, Summarecon Serpong, Tangerang, Banten, Indonesia. UMN berdiri sejak tahun 2006, namun menempati gedung di Tangerang sejak tahun 2009.

Saat ini UMN mempunyai tiga gedung yaitu Gedung A dan B (2009), Gedung C (2012), dan Gedung D (2017).

  • Total luas lahan 80.000 m2
  • Total luas bangunan 99.500 m2

Gedung-gedung di UMN dirancang untuk agar penggunaan energi menjadi efisien

Untuk mencapai efisiensi energi serta mencapai lingkungan yang nyaman untuk setiap kegiatan, gedung-gedung di UMN terutama gedung C dan D menerapkan beberapa konsep sebagai berikut :
a.     Orientasi Bangunan 

Orientasi bangunan dipilih dengan mempertimbangkan lintasan matahari. Gedung dibangun secara longitudinal dari timur ke barat untuk meminimalkan paparan sinar matahari terhadap bangunan. Bangunan juga dirancang semi terbuka. Ada fragmen terbuka di bagian barat dan timur bangunan.

Ini memungkinkan udara mengalir melalui koridor dari barat ke timur atau sebaliknya. Bagian yang terbuka ditutupi dengan panel berlubang pada lapisan luar. Panel berlubang mengurangi penyebaran panas melalui koridor maka area koridor tidak membutuhkan pendingin ruangan.

b.    Double Skin Façade

Selubung bangunan terdiri dari dua kulit. Kulit bagian dalam adalah dinding yang terbuat dari panel m-sistem, beton dan plester dengan ketebalan 13 cm, terdapat  kaca bening 8 milimeter menutupi hingga 80% dari dinding bangunan. Kulit luar terbuat dari panel aluminium berlubang dengan beberapa area memiliki lubang yang lebih besar. Area panel berlubang berfungsi sebagai peneduh dan mengurangi panas yang masuk ke dalam gedung, sementara lubang pada panel membawa sinar matahari ke dalam ruangan pada siang hari.

c.  Pencahayaan alami

Pencahayaan alami didapatkan dari pencahayaan sinar matahari sehingga dapat mengurangi penggunaan lampu listrik. Dengan mempertimbangkan penggunaan proyektor di ruang kelas, lubang-lubang pada façade kulit luar dirancang sedemikian rupa untuk memberikan cahaya yang cukup sehingga proses belajar mengajar dapat dilakukan dengan nyaman tanpa perlu menghidupkan lampu di siang hari.

Pada lantai 1 pencahayaan alami juga diperoleh dari beberapa sky light yang terpasang di beberapa bagian di area lantai 1 yang menjulang hingga lantai lantai 3.

d.  Ventilasi Alami

Kulit luar bangunan yang terbuat dari panel aluminium berlubang berfungsi sebagai sirkulasi udara yang melewati bangunan (khususnya area koridor). Di area basement, tempat parkir dirancang sebagai ruang terbuka dan dilengkapi dengan beberapa cerobong besar hingga di lantai 3, sehingga emisi kendaraan dapat dibuang ke atas dan udara disirkulasikan dengan baik untuk membuat basement masih cukup nyaman.

Lantai 1 digunakan sebagai pusat kegiatan mahasiswa yang dirancang dengan konsep ruang terbuka untuk memungkinkan udara bersirkulasi di semua area. Hal ini membuat area cukup nyaman tanpa pendingin ruangan. Area koridor udara dapat mengalir dari lubang-lubang kulit luar bangunan, sehingga area koridor di tiap lantai tetap terasa nyaman walaupun tidak terpasang pendingin udara.

e.  Vegetasi

Pohon ditanam di sekitar gedung untuk menghasilkan oksigen (O2) serta mengurangi suhu udara yang mengalir ke dalam gedung untuk memaksimalkan lingkungan yang nyaman. Ada taman yang mengelilingi bangunan di lantai tiga yang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau. Sebagai ruang terbuka, siswa dapat bersantai dan melakukan mengerjakan tugas sambil duduk di rumput.

Limbah

Sampah Cair (air buangan)

Air buangan di gedung UMN yang berasal dari closet, washtafel, urinoir, dan kitchen diproses menggunakan Sewage Treatment Plant (STP) dengan bakteri aerobic. Bakteri berfungsi sebagai penghancur utama kotaran dan menguraikannya. Setelah air diproses di STP, air kemudian diproses di water treatment plant (WTP), dimana air diproses menggunakan sand filter dan carbon filter. Air recycle ini digunakan kembali untuk menyiram tanaman, flushing toilet, dan sebagai air pengisian pada make up cooling tower dalam sistem pendingin ruangan.

Sampah padat

Di UMN, sampah dipisahkan mulai dari pembuangan awal, yaitu tempat sampah dibagi menjadi 3 bagian yaitu : sampah organik, sampah anorganik, serta sampah B3. Setiap hari sampah-sampah tersebut dikumpulkan oleh petugas.

Sampah organik diolah menjadi kompos di pengolahan kompos, sampah anorganik dipilah kembali sesuai jenisnya untuk didaur ulang, dan sampah B3 dikumpulkan tersendiri, dan kemudian pengolahannya diserahkan kepada pihak ketiga.

Water Treatment Plan (WTP)

Air buangan di UMN diolah di water treatment plan (WTP). Air diolah menggunakan bakteri aerob kemudian  diolah melalui sand filter dan carbon filter. Air hasil olahan disimpan di dalam ground water tank (GWT), dan siap digunakan kembali untuk menyiram tanaman, flushing toilet, dan sebagai air pengisian pada make up cooling tower dalam sistem pendingin ruangan.

Konservasi Air

Air hujan yang jatuh ke dalam bangunan ditampung dan dialirkan pada sumur resapan untuk dikembalikan ke dalam tanah. Sumur resapan yang tersebar di sekitar bangunan, terdapat 80 sumur resapan di sekitar gedung UMN.