Siap Hadapi Era New Normal dengan Pembelajaran Digital

Siap Hadapi Era New Normal dengan Pembelajaran Digital

Webinar ‘Digital Education As The New Normal After Pandemic COVID-19’ (dok. UMN)

TANGERANG – Menghadapi era new normal atau sesuatu yang tidak biasa dihadapi karena adanya pandemi COVID-19, dunia pendidikan menghadapi dilema sistem pembelajaran yang berangkat dari tradisional menjadi digital. Untuk itu, Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menghadirkan webinar ‘Digital Education As The New Normal After Pandemic COVID-19’ bersama Dosen Crisis Communication UMN Rismi Juliadi sebagai pembicara dan Niknik M. Kuntarto sebagai moderator pada Rabu (13/05).

Semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan untuk melakukan segala kegiatan di rumah seperti Work From Home (WFH) dan Study From Home (SFH), kebijakan pendidikan dalam masa pandemi membuat instansi pendidikan baik dari tingkat dasar sampai perkuliahan harus bergerak cepat dalam memulai pembelajaran digital. Hal ini mengubah kebiasaan mahasiswa yang biasanya produktif sesuai dengan target perkuliahan menjadi ‘kaum rebahan’ yang cenderung menghabiskan waktu berselancar di internet.

Sesi Webinar yang Dipaparkan oleh Rismi Juliadi (dok. UMN)

Tidak hanya instansi pendidikan, tetapi mahasiswa juga dituntut untuk merubah budaya belajar secara tradisional seperti datang ke kelas dan bertatap muka dengan dosen menjadi pembelajar jarak jauh lewat aplikasi video conference.

“Masalah yang biasa dihadapi secara dominan adalah sinyal, perkuliahan yang membosankan dan komunikasi. Selain kurangnya bantuan dana untuk internet dari perguruan tinggi dan sulitnya berinteraksi secara langsung dengan pengajar dan teman mereka, beberapa mahasiswa dinilai mengeluhkan minimnya waktu pengerjaan tugas-tugas yang diberikan dosen, tetapi melihat dari sisi dosen sendiri, mereka kehabisan gaya mengajar yang cocok dan menyenangkan,” ungkap Rismi.

Rismi menjelaskan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan selama dan setelah masa pandemi ini berakhir yang dilihat dari tiga aspek dalam fase transisi pembelajaran. Dilihat dari sisi teknologi, infrastruktur dan bandwidth internet harus mendukung dan memadai kegiatan pembelajaran daring dan kerjasama antara operator dengan perguruan tinggi. Prosedur dan proses juga harus terjamin mulai dari kesiapan materi kuliah, penetapan aplikasi video conference yang sesuai, model pembelajaran daring, penyesuaian kurikulum dan Rencana Pembelajaran, Kegiatan, dan Program Semester (RPKPS) perlu ditinjau ulang.

Rismi menambahkan, pendidikan memiliki potential loss dan potential winner dalam menghadapi kegagapan budaya yang terjadi dalam dunia pendidikan.

“Antisipasi Pemerintah sudah dilaksanakan, tinggal bagaimana kita masing-masing instansi pendidikan menghadapi dan bertindak dalam masa pandemi ini,” tambah Rismi.

Ia menyarankan beberapa solusi, seperti mengefektifkan penggunaan e-learning dalam pembelajaran dan menggunakan aplikasi meeting sesuai dengan prodi masing-masing. Beberapa aplikasi open source yang disarankan adalah Google Classroom, Moodle, Edmodo, dan lain-lain, proses diskusi pun masih dapat dilakukan dengan memecah mahasiswa ke breakroom. Beberapa aplikasi untuk self-directed learning diantaranya Khan Academy dan Discover Education yang bisa digunakan mahasiswa apabila ingin belajar secara mandiri.

Selain peran dosen sebagai pengajar yang berusaha meningkatkan keterampilan serta literasi komputer dan digital dalam memanfaatkan kanal-kanal yang tersedia, orangtua juga dituntut memiliki literasi dan kemampuan penguasaan teknologi dan aplikasi pendidikan yang disediakan baik secara online maupun offline.

“Aktivitas mahasiswa tetap sama seperti biasa, hanya tempatnya saja yang berubah. Harapannya dengan pengertian dan dukungan orangtua yang dekat dengan mahasiswa selama belajar di rumah dapat meningkatkan motivasi dan semangat mereka,” tutup Rismi.(VHC/CRA)

 

* by Velia Hana Chandra – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id