
UMN Resmikan Kolaborasi Bersama PT Bank Jago, Tbk
Januari 28, 2026
Foto bersama jajaran tim UMN bersama Kepala Dinas Pariwisata Tangerang Selatan (Dok. UMN)
Tangerang, (28/01/2026) – Program Studi Arsitektur UMN mengadakan pameran karya yang bertajuk “Kota Dalam Sketsa”, dan mengangkat tema Arsitektur Kolonial Kota Tua Jakarta. Pameran karya ini dilaksanakan di City Gallery, Tangerang, selama 26 Januari – 5 Februari 2026. Pameran karya juga dibuka untuk umum dan menjadi bukti bagaimana sejarah bisa terus dikembangkan dalam karya-karya mahasiswa.
Kegiatan pameran karya “Kota Dalam Sketsa” merupakan hilarisasi dari kegiatan perkuliahan mahasiswa arsitektur UMN yang berkolaborasi dengan Pradita University. Pembelajaran pada kelas ini berfokus pada topik sejarah arsitektur Arsitektur Barat dan menelusuri jejak arsitektur yang saling beririsan. Pameran karya ini tidak semata-mata hanya sebagai tugas kuliah saja tapi juga menjadi wadah mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan mereka.
“Kami pemerintah kota menyambut baik acara pameran karya “Kota Dalam Sketsa”, diharapkan bisa mewadahi mahasiswa dengan hasil karyanya. Selain itu, kegiatan ini juga memiliki dampak baik untuk siswa-siswi yang berada di bangku SMP-SMA-SMK, sehingga mereka bisa mengeksplor ketertarikan mereka”, ucap Mohamad Ervin Ardani selaku Kepala Dinas Pariwisata Tangerang Selatan.
Ervin merasa kegiatan ini menjadi contoh yang luar biasa untuk bisa terus mengembangkan sejarah arsitektur yang ada di Indonesia. Harapannya, pameran karya ini bisa terus berjalan serta juga bisa mengganti berbagai tema yang ada di Indonesia.
Dr. Freta Oktarina, S.Sn., M.Ars., selaku koordinator kelas Global Design Studies dan dosen arsitektur UMN, menjelaskan bagaimana karya-karya arsitektur lahir dari proses pembelajaran, sehingga hasil karya yang ada menarik dan edukatif.
“Mahasiswa terjun langsung ke lapangan untuk mengobservasi bangunan, menggambarnya secara langsung, dan menganalisisnya berdasarkan studi literatur. Pameran ini berfungsi sebagai sarana “storytelling” yang merupakan salah satu metode edukasi bagi publik untuk lebih memahami jejak sejarah kota, membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar, serta menumbuhkan semangat merawat kota”, jelasnya.
Topik ini sendiri berangkat dari salah satu bahasan utama dalam perkuliahan, dimana perkuliahan Global Design Studies membahas secara dalam terkait era arsitektur klasik. Pemilihan kawasan Kota Tua Jakarta juga berangkat dari jejak konkret di era tersebut yang dapat dianalisis secara langsung di Indonesia.
“Kegiatan ini memiliki potensi untuk mengeksplorasi proses pembelajaran karena mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis dari buku, tetapi juga menelaah objek secara langsung. Selain Jakarta juga terdapat kota-kota historis lain seperti Bandung, Semarang, Malang, dan lain-lainnya”, tambah Freta.
Freta juga menambahkan, lewat karya arsitektur ini mahasiswa tidak hanya mengasah pembelajaran sejarah saja. Lebih dari itu lewat proses ini mahasiswa dapat mengasah kepekaan terhadap lingkungan dan ketajaman dalam melihat berbagai aspek yang menghidupkan sebuah kota. Freta sendiri menegaskan pembelajaran ini penting untuk mengasah kemampuan pengamatan objek tiga dimensi ke dua dimensi.
“Saya harap dari kegiatan ini membuktikan bahwa perkuliahan tidak hanya berhenti di dalam ruang kampus, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Saya ingin mengajak mahasiswa untuk tumbuh menjadi individu yang humanis dan peka lingkungan. Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan menyadari bahwa mereka tumbuh dari masyarakat, dan apa yang mereka pelajari di bangku kuliah pada akhirnya harus dikembalikan untuk kepentingan masyarakat”
By Rachel Tiffany | UMN News Service
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.




