Paduan Suara UMN Raih 2 Emas di Bangkok

Paduan Suara UMN Raih 2 Emas di Bangkok

Gold C Medal dalam Kompetisi "A Voyage of Songs" (AVoS) (dok. Ultima Sonora)

Gold C Medal dalam Kompetisi “A Voyage of Songs” (AVoS) (dok. Ultima Sonora)

TANGERANG – Setelah menjuarai Grand Prix Thailand International Choir Festival di beberapa kategori pada tahun 2018 lalu, paduan suara mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Ultima Sonora, kembali meraih dua emas di kompetisi bertajuk “A Voyage of Songs” (AVoS) Bangkok pada 18-22 Juli 2019.

Dalam ajang ini, Ultima Sonora mengikuti 2 kategori, yaitu Mixed Choir dan Folklore. Mereka meraih Gold C Medal pada masing-masing kategori yang diikuti. Mixed Choir adalah lagu yang dibawakan dengan suara Sopran, Alto, Tenor, dan Bass, sedangkan Folklore adalah lagu daerah suatu negara.

Ketua UKM Ultima Sonora William bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan untuk mengikuti AVoS dilakukan sejak Februari.

“Saya sangat bersyukur atas pencapaian yang sudah dilewati Ultima Sonora. Secara khusus atas persiapan yang telah ditempuh dengan maksimal. Persiapan untuk AVoS sudah kami lakukan sejak jauh hari. Untuk penyanyi, persiapan sudah sejak bulan Februari,” ungkap William.

Menurutnya, keikutsertaan Ultima Sonora dalam ajang ini untuk mengasah dan meningkatkan kualitas mereka.

Kedepannya, Ultima Sonora akan kembali berkompetisi di Penabur International Choir Festival, Jakarta. Terkait lomba tersebut, Wiliam menyebutkan bahwa Ultima Sonora tengah melakukan persiapan.

“(persiapan) sudah memasuki 85% dan kami juga akan mengadakan pentas pamit sebelum berangkat pada 23 Agustus mendatang,” ujar Wiliam.

(dok. Ultima Sonora)

(dok. Ultima Sonora)

Kompetisi “A Voyage of Songs” Juli menjadi kompetisi ke-9 yang diadakan oleh Konzert. Sesuai dengan makna kata voyage, kompetisi ini diadakan tidak hanya di Thailand, melainkan juga di berbagai tempat lain. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Filipina, Thailand, dan lainnya.

Selain peserta, juri kompetisi yang diundang pun berasal dari berbagai negara, seperti Nelson Kwei dari Singapura sebagai Artistic Director, Prof. Ren Bao Ping dari Tiongkok, Aida Swenson Simanjuntak dari Indonesia, Dr. Kittiporn Tantrarungroj dari Thailand, dan lainnya.

Dengan konduktor Antonius Ria Deni Sulistya, Ultima Sonora membawakan beberapa lagu, yaitu “Il Bianco e Dolce Cigno” (Arr. Arcadelt) , “An Die Sterne”, dan “Paris Barantai” (Arr. Ken Steven) pada kategori Mixed Choir, sedangkan untuk kategori Folklore yaitu “Ana Kukang” (Arr. Ken Steven) dan “Paruparong” Bukid (Arr. George Hernandez). Kemudian Ultima Sonora juga menyanyikan lagu “Tak Tontong” sebagai lagu persembahan dalam Friendship Concert di penghujung acara. (RAP/CRA)

 

*by Rizqy Aldi Perdana – Universitas Multimedia Nusantara

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id