Mengenal Augmented Reality Bersama FSD UMN

Mengenal Augmented Reality Bersama FSD UMN

Webinar “Introduction to Basic AR Development Using Spark AR & Unity”(dok. UMN)

TANGERANG – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) melalui UMN Laboratorium Fakultas Seni & Desain (FSD) mengadakan Webinar series #1 yang bertajuk “Introduction to Basic AR Development Using Spark AR & Unity”. Sesi Webinar ini diadakan pada Senin (11/5).

Materi Webinar dibawakan oleh Luisa Erica dan Thomas Simpson selaku FSD Lab. Officer/Lecturer. Topik utama dalam seri Webinar ini yaitu perkenalan dasar dengan AR dan juga platform pembuat karya digital berbasis Augmented Reality (AR).

Pada Webinar ini, Luisa mengungkapkan bahwa saat ini sedang marak implementasi Augmented Reality (AR) maupun Virtual Reality (VR) dan masih banyak orang yang belum mengetahui apa perbedaan dari keduanya.

“AR ini adalah teknologi yang mengombinasikan live view dari tangkapan kamera smartphone atau komputer kita dengan elemen digital. Ibaratnya, teknologi ini itu menambah satu layer digital di atas live view yang kita seperti biasanya,” kata Luisa.

Untuk perkembangan yang lebih kompleks lagi, AR dapat dikombinasikan dengan informasi-informasi lainnya seperti audio, haptic (getaran sensori yang dihasilkan suatu perangkat), serta visual seperti animasi dan grafis lainnya.

“Sedangkan VR itu kita bener-bener masuk ke dunia virtual yang bener-bener berbeda dari kehidupan nyata. Semua yang kita lihat itu full virtual,” jelas Luisa.

Luisa, Pemateri Webinar Memberikan Contoh Penerapan AR dalam Gim Pokemon Go (dok. UMN)

Luisa juga memberi salah satu contoh implementasi dari AR dalam bentuk gim yang sangat digemari oleh masyarakat, yaitu Pokemon Go. Sekadar informasi, Pokemon Go adalah game yang mengimplementasikan AR secara interaktif. Contohnya ketika pemain menemukan karakter Pokemon, maka animasi grafis yang ditampilkan seolah-olah hadir dalam dunia nyata kita.

Teknologi AR juga mulai diterapkan dalam buku cerita anak-anak. Luisa menilai penerapan AR di buku anak-anak ini merupakan cara yang sangat tepat untuk memperkenalkan AR kepada anak-anak.

“Untuk yang lebih advance, AR juga bisa diterapkan di museum atau public attraction lainnya. Tapi karena perkembangan teknologi ini semakin sangat pesat, jadi AR bukan hanya digunakan untuk entertainment saja, jadi sekarang udah mulai diterapin di medical, education, retail, atau bahkan untuk boost marketing experience,” tambah Luisa.

Tidak hanya untuk marketing dan branding dari suatu produk atau perusahaan, Luisa mengungkapkan bahwa kita juga dapat menerapkan AR untuk keperluan personal branding. Contohnya adalah dengan membuat face filter untuk appikasi Instagram menggunakan software Spark AR.

Contoh Penerapan AR (dok. UMN)

Sesi kedua webinar kemudian dibawakan oleh Thomas Simpson yang lebih fokus pada penggunaan platform AR yang lebih advance yaitu Unity. 

“Pada dasarnya ada 2 yang mendasari. Ada marker based AR dan marker-less AR. Marker based ini yang paling umum. Pada dasarnya, teknologi AR ini akan bekerja pertama kali dengan melakukan scan terhadap objek yang ada sehingga kemudian akan dijadikan suatu objek 3D. Kemudian nanti assets 3D kita akan kita masukkan ke hasil scan sebelumnya,” jelas Thomas.

Dalam Webinar ini, Thomas mempraktikkan langsung pembuatan 3D assets menggunakan software Unity. Kemudian selanjutnya untuk membuat AR, kita juga membutuhkan Software Development Kit (SDK).

“Setelah kita punya engine dan SDK, maka selanjutnya kita butuh 3D assets. Kita ingin menampilkan suatu virtual object, sekarang untuk menampilkan itu maka kita butuh objeknya sendiri. Jadi kita dapat merekonstruksi macam-macam objek yang kita inginkan secara digital, dapat menggunakan software apapun,” tambah Thomas.

Ia juga menjelaskan beberapa contoh software yang dapat digunakan untuk membuat objek 3D, seperti Autodesk 3ds Max, Autodesk Maya, Blender, Cinema 4D, dan Google Sketchup.

Praktik Pembuatan Face Filter Pada Sesi Webinar (dok. UMN)

Pada Webinar ini para pemateri juga turut mempraktikkan secara langsung bagaimana memulai membuat suatu karya berbasis AR seperti face filter dan 3D object tracking. 

Webinar ini mendapat antusiasme yang tinggi dari banyak partisipan yang juga turut melontarkan pertanyaan. Semua materi dan assets yang digunakan dalam Webinar ini dapat diakses secara gratis melalui https://bit.ly/WebinarARUMNAssets . (VM/RK)

 

*by Virino Miracle – Universitas Multimedia Nusantara News Service

Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi InformatikaSistem Informasi Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | ManajemenKomunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan | International Program, di Universitas Multimedia Nusantarawww.umn.ac.id