
Strategic Communication atau Digital Journalism? Kenali Perbedaannya Sebelum Memilih Jurusan
Juli 13, 2026
Apa Bedanya Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Komputer di UMN? Mana yang Harus Dipilih?
Juli 13, 2026
(Doc. UMN)
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan calon mahasiswa sebelum memilih jurusan adalah, “Lebih mudah cari kerja lulusan Ilmu Komunikasi atau Digital Journalism?”
Pertanyaan ini sangat wajar. Memilih program studi bukan hanya tentang apa yang dipelajari selama kuliah, tetapi juga tentang peluang karier setelah lulus. Tidak sedikit calon mahasiswa maupun orang tua yang ingin memastikan bahwa jurusan yang dipilih memiliki prospek kerja yang baik di masa depan.
Namun, sebelum membandingkan keduanya, ada satu hal yang perlu dipahami. Dunia kerja saat ini tidak hanya mencari lulusan dengan gelar tertentu, tetapi juga individu yang memiliki kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, dan portofolio yang relevan.
Apakah lulusan Ilmu Komunikasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan?
Program Studi Strategic Communication di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi profesional yang mampu menyusun strategi komunikasi bagi perusahaan, organisasi, lembaga pemerintah, maupun berbagai institusi lainnya.
Selama perkuliahan, mahasiswa mempelajari bagaimana membangun reputasi, merancang kampanye komunikasi, memahami perilaku audiens, hingga mengevaluasi efektivitas sebuah strategi komunikasi. Pembelajaran juga mengintegrasikan project-based learning, experiential learning, isu keberlanjutan (sustainability), serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sesuai perkembangan industri.
Kompetensi tersebut membuka berbagai peluang karier, seperti Public Relations Specialist, Corporate Communication, Brand Strategist, Digital Content Strategist, Social Media Strategist, Community Manager, Copywriter, hingga berbagai profesi komunikasi lainnya.
Bagaimana dengan lulusan Digital Journalism?
Di sisi lain, Digital Journalism mempersiapkan mahasiswa menjadi profesional yang mampu menghasilkan informasi dan konten digital yang akurat, menarik, serta bertanggung jawab.
Mahasiswa tidak hanya belajar teknik jurnalistik, tetapi juga memahami cara menyampaikan informasi melalui berbagai platform digital dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi. Didukung pembelajaran berbasis praktik dan teknologi, mahasiswa dibiasakan menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri media yang terus berkembang.
Prospek kariernya pun tidak hanya terbatas pada jurnalis. Lulusan dapat berkarier sebagai Digital Journalist, Multimedia Storyteller, Data Journalist, News Producer, Podcast Producer, TV Producer, Script Writer, hingga berbagai profesi di industri media dan kreatif digital.
Jadi, mana yang lebih mudah mendapatkan pekerjaan?
Sebenarnya, pertanyaannya bukan “mana yang lebih mudah?”, tetapi “profesi seperti apa yang ingin Kamu jalani?”
Jika Kamu ingin membantu perusahaan atau organisasi membangun komunikasi yang efektif, mengelola citra, menyusun strategi kampanye, serta memahami perilaku audiens, maka Strategic Communication lebih sesuai dengan tujuan karier tersebut.
Sebaliknya, apabila Kamu tertarik mencari fakta, menyampaikan informasi kepada publik, membangun cerita yang kuat, atau memproduksi konten jurnalistik di berbagai platform digital, maka Digital Journalism merupakan pilihan yang lebih tepat.
Dengan kata lain, kedua program studi memiliki prospek kerja yang sama-sama luas, tetapi bergerak pada kebutuhan industri yang berbeda.
Mengapa pengalaman selama kuliah juga menentukan?
Di era digital, perusahaan tidak hanya melihat transkrip nilai atau nama jurusan. Banyak pemberi kerja juga mempertimbangkan pengalaman mahasiswa selama kuliah, seperti proyek yang pernah dikerjakan, portofolio, kemampuan bekerja dalam tim, hingga kesiapan menggunakan teknologi.
Karena itu, Fakultas Ilmu Komunikasi UMN menerapkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan proyek (project-based learning), sehingga mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan melalui studi kasus, kolaborasi, dan praktik yang mendekati dunia profesional. Pendekatan ini membantu mahasiswa memahami bagaimana teori diterapkan untuk menyelesaikan persoalan komunikasi maupun menghasilkan karya yang berdampak.
Kesimpulan
Baik Strategic Communication maupun Digital Journalism menawarkan prospek karier yang luas dan relevan dengan perkembangan industri komunikasi digital. Perbedaannya bukan terletak pada peluang kerjanya, melainkan pada kompetensi yang dibangun dan jenis profesi yang ingin kamu tekuni setelah lulus.
Jika kamu masih bingung menentukan program studi yang paling sesuai dengan minat, kepribadian, maupun tujuan karier, Education Consultant (EC) UMN siap membantu menjelaskan perbedaan keduanya, sehingga Kamu dapat memilih jurusan dengan lebih percaya diri dan memiliki gambaran yang jelas mengenai masa depan profesional yang ingin dicapai. [Kontak EC Disini!]
Kuliah di Jakarta untuk jurusan program studi Informatika| Sistem Informasi | Teknik Komputer | Teknik Elektro | Teknik Fisika | Akuntansi | Manajemen| Komunikasi Strategis | Jurnalistik | Desain Komunikasi Visual | Film dan Animasi | Arsitektur | D3 Perhotelan , di Universitas Multimedia Nusantara.



